Minggu, 16 November 2008

Gatot Emje Pembuat Sketsa Wajah Amrozi



Dari sekian banyak pihak yang puas atas tuntasnya kasus bom Bali 1, seorang kartunis Surabaya termasuk salah satunya. Gatot Mudjito alias Gatot alias Gatot Emje alias Pak Gem, terlibat dalam tim investigasi bom Bali 1. Gatot terlibat sebagai pembuat sketsa wajah dua orang yang saat itu diduga kuat sebagai dalang tewasnya ratusan orang. Keahlian Pak Gem dimanfaatkan polisi dalam mengungkap salah satu kasus terorisme terbesar di Indonesia.

Di tengah kerutan wajah tuanya, Pak Gem tak kehilangan rasa humornya, seperti yang terpapar pada kartun-kartunnya. Ia tetap ceria di usianya yang mulai senja menginjak 61 tahun. Ingatannya masih tajam setajam goresan tintanya menyorot problem sosial yang terjadi di tanah air dan dunia.

Salah satu peristiwa yang tidak bisa lepas dari ingatannya adalah ledakan bom di Bali. Betapa tidak kakek empat cucu ini tidak pernah membayangkan akan terlibat dalam mengungkap dan turut menuntaskan kasus nasional bertaraf internasional itu.

Sehari setelah bom menewaskan 200 orang lebih di Paddy’s CafĂ© dan Sari Club, Bali, tim Polda Jatim menjemput mantan kartunis harian sore Surabaya Post ini menuju Bali. Gatot tiba di sebuah hotel di Bali jam 6 sore. Ia dipertemukan dengan seorang saksi yang menurut polisi melihat orang yang dianggap mencurigakan tampak lalu lalang di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara) sebelum bom meledak.

Gatot yang OD (Out Dewe) dari ASRI, Akademi Seni Rupa Indonesia, ini terkekeh ketika mengingat lelahnya saat membantu polisi membuat sket. “Saya kerja 6 jam membuat sket. Orang pertama yang kemudian saya tahu namanya Amrozi selesai dalam 4 jam.” kenang Gatot. Pembuatan sket dilanjut tanpa istirahat. Ia dihadapkan dengan saksi lain untuk membuat sket wajah seorang lagi yang agak gemuk. Belakangan ia baru tahu kalau ia membuat sket wajah Idris.

“Yang khas dari Amrozi adalah mukanya lonjong, mata cekung, rambut panjang. Kalau Idris agak gemuk. Paling sulit membuat mata, tapi akhirnya berhasil juga. Hehehe” kata Gatot.

Dua minggu berselang, Amrozi benar-benar tertangkap. Tim Polda Jatim kembali menjemputnya untuk lagi-lagi membuat sket wajah. Gatot mengaku kaget ketika melihat saksi yang akan memberikan keterangan padanya untuk membuat sket, ternyata adalah Amrozi. Sejenak ia mengaku canggung. “Apa dia mau bicara ya? Dia kan tersangka utama.” kisah Gatot

Dengan pengalamannya membantu Polisi sejak tahun 80an, ia mulai membuat sket wajah Idris, seperti yang ia lakukan di Bali, dengan menanyai Amrozi. Menurut Gatot, Amrozi tidak banyak bicara, tapi memberi keterangan dengan tepat. Buktinya setelah sket selesai, hasilnya tidak jauh beda dengan yang ia buat di Bali.

Setelah Amrozi Cs telah dieksekusi dan kasus bom Bali 1 dinyatakan ditutup, Gatot salah satu orang yang bernafas lega. Meski tidak dapat melupakan momen membanggakan itu—membantu polisi mengungkap kasus keji itu—namun Gatot Mudjito alias Gatot alias Gatot Emje alias Pak Gem enggan mengingat-ingat wajah Amrozi. Ia berusaha keras melupakan sketsa yang pernah ia buat, maupun wajah asli Amrozi terpampang luas di media massa nasional dan internasional. “Wah saya sudah lupa tuh.” lanjutnya sambil terkekeh.

Rasa bangga menyelimuti laki-laki tua yang murah senyum ini. Ia patut berbesar hati karena goresannya mampu membantu mengangkat martabat bangsa Indonesia di panggung internasional, karena berhasil menangkap pelaku terorisme.

2 komentar:

JudithNatalia mengatakan...

Ternyata tak banyak yg tau keberhasilan tim investigasi bom Bali1 juga didukung oleh pak Gatot atau pak Gem ya...terimaksih untuk pak Gem!Sukses membantu tugas Polisi.

LOMBOK! mengatakan...

hehehe dia nitip iklantuh di pojok kiri. klo berminat kontak aja hehehe


Robin Moyer pada 1982 memotret beberapa jenazah pengungsi Palestina yang dibantai di Beirut, Lebanon.
jika hati bergetar,
andai darah mendidih,
rangkai kata kunanti
pada puisilombok@gmail.com