Senin, 05 Oktober 2009

KAKU


Surabaya 1999


Setapak jejak tak beragam sunyi hening

langkah
langkah
langkah

Hampir tak bernada, hampir tak seriuh langkah mereka,
pun gejolak ombak tak hantam.
Kemarin tampak coklat tua.
Kini terlihat coklat tua.
Esok coklat tua.

Pandangan tetap lurus mata sayu
bibir terkatup hati bisu
Bisik angin di telinga sahabat seharian.
Nyanyian prenjak di dahan tak ubah irama.
Deru asap knalpot tak luapkan emosi tak ubah motto.
Hari-hari tak gelap tak pula terang
tak corak jua

Tidak ada komentar:


Robin Moyer pada 1982 memotret beberapa jenazah pengungsi Palestina yang dibantai di Beirut, Lebanon.
jika hati bergetar,
andai darah mendidih,
rangkai kata kunanti
pada puisilombok@gmail.com