<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015</id><updated>2012-01-29T14:31:16.928-08:00</updated><title type='text'>LOMBOK!</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>67</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-8487197398289512391</id><published>2012-01-08T23:47:00.000-08:00</published><updated>2012-01-08T23:53:43.185-08:00</updated><title type='text'>pengalaman pelatihan jurnalistik untuk tuna netra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-CTPhY0TyS_g/TwqcsNGTPKI/AAAAAAAAASs/zAwaVU7KVdY/s1600/M3610056-Hands_use_a_marker_stylus_while_writing_braille-SPL.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 245px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-CTPhY0TyS_g/TwqcsNGTPKI/AAAAAAAAASs/zAwaVU7KVdY/s320/M3610056-Hands_use_a_marker_stylus_while_writing_braille-SPL.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695536962007678114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 2010 saya diminta kawan-kawan dari Lembaga Pemberdayaan Tuna Netra Surabaya untuk memberi pelatihan jurnalistik untuk sejumlah siswa SMP &amp; SMA tuna netra. Saya langsung menyanggupi. Selain menantang, saya juga merasa bertanggung jawab membagi ilmu yang saya miliki. Saya juga merasa terpanggil untuk membantu kawan-kawan tuna netra untuk memberdayakan diri mereka sendiri. Dalam pelatihan ini, para orang tua/ wali diminta mendampingi anak-anak mereka. Tujuannya supaya para orang tua/ wali tahu apa yang dilakukan anak mereka. Bagi saya ini unik tapi masuk akal. Karena dari sejumlah pelatihan yang saya bimbing, orang tua tidak pernah dilibatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, (kalau tidak salah) sekitar tahun 2006 kawan Iman pernah membantu para tuna netra memberi pelatihan jurnalistik. Usai memberi pelatihan Iman mengaku agak bingung waktu harus menjelaskan piramida terbalik. Hal yang sama saya alami meskipun beberapa kali saya sempat memberi pelatihan jurnalistik dasar untuk mahasiswa. Tapi khusus untuk teman-teman tuna netra, saya benar-benar ditantang dan diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya minta para peserta untuk membayangkan sebuah segitiga sama kaki dengan sudut yang terkecil berada di bawah. Saya meminta ini karena saya tahu bahwa mereka juga belajar geometri di sekolah. Semua mengaku tahu bentuk segitiga sama kaki. Tapi waktu saya minta mereka untuk menempatkan sudut terkecil di bawah, semua terdiam. Tidak menjawab waktu saya tanya apakah mereka paham. Giliran saya yang terdiam karena bingung (hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya memikirkan sesuatu yang pasti mereka pahami dan tidak akan pernah mereka tinggalkan. Celana Dalam. Ya! Saya minta mereka membayangkan celana dalam dengan bentuknya yang khas. Yaitu bidang lebar di atas dengan bidang bawahnya yang semakin mengecil. Saya sampaikan bentuk piramida terbalik kira-kira seperti itu. Saya lupa dulu bagaimana kawan Iman menjelaskan piramida terbalik. Ketika saya katakan itu, semua tertawa tidak terkecuali para orang tua yang mendampingi. Saya cuek saja, karena saya terdorong untuk berhasil menransfer ilmu kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta juga saya ajari untuk melakukan observasi. Bagi jurnalis dengan kondisi fisik normal (tapi jiwa belum tentu hehe) melakukan observasi sangat penting untuk melatih tidak memasukkan opini ke dalam tulisan. Observasi biasanya kita lakukan dengan semua panca indera terutama mata. Sedangkan para jurnalis tuna netra juga harus melakukan observasi. Tapi dilakukan dengan meraba menggunakan tangan. Idenya sama dengan membaca tulisan braille.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membagian berbagai obyek kepada mereka. Masing-masing peserta harus mengobservasi obyek yang berbeda. Dalam melakukan observasi, saya minta mereka untuk diam tanpa bicara supaya tidak saling menggangu. Setelah selesai, satu persatu harus menggambarkan benda apa yang diamatinya. Saya merasakan, hasil observasi mereka berbeda dengan observasi kita. Karena mereka hanya bisa meraba, maka hasilnya pasti beda dengan kita. Misalnya saja, mereka tidak akan mampu mengatakan apa warna benda yang mereka amati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pelatihan, saya merasakan ejakulasi batin. Sangat memuaskan diikuti ekstase sangat tinggi dengan perasaan bangga tiada tara. Saya bangga boleh berbuat sesuatu untuk kawan-kawan tuna netra. Saya cuma ingin berbagi pengalaman saja tanpa ada hasrat menggurui teman-teman. Terimakasih teman-teman tuna netra. Terimakasih AJI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-8487197398289512391?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/8487197398289512391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=8487197398289512391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8487197398289512391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8487197398289512391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2012/01/pengalaman-pelatihan-jurnalistik-untuk.html' title='pengalaman pelatihan jurnalistik untuk tuna netra'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-CTPhY0TyS_g/TwqcsNGTPKI/AAAAAAAAASs/zAwaVU7KVdY/s72-c/M3610056-Hands_use_a_marker_stylus_while_writing_braille-SPL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4594222785918547930</id><published>2012-01-04T22:04:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T22:06:14.545-08:00</updated><title type='text'>JIKA TIADA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-5nn9tKHGwLA/TwU9cnyDOGI/AAAAAAAAASg/eyHMyHf9Ml8/s1600/skull.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5nn9tKHGwLA/TwU9cnyDOGI/AAAAAAAAASg/eyHMyHf9Ml8/s320/skull.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694024865804400738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 5 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tiada warna di dunia, tiada cantik dan daya&lt;br /&gt;Jika tiada warna di dunia, tiada pula penghapusan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tiada corak kepala, tiada indah wajah semesta&lt;br /&gt;Jika tiada corak kepala, tiada pula pembantaian manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tiada bendera berkibar, tiada gagah bangsa berkobar&lt;br /&gt;Jika tiada bendera berkibar, tiada pula dendam terbakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tiada bangsa berdiri, tiada elok para negeri&lt;br /&gt;Jika tiada bangsa berdiri, tiada pula bangsa diakhiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tiada dirimu, Sobat&lt;br /&gt;Tiada hidupku indah nuansa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4594222785918547930?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4594222785918547930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4594222785918547930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4594222785918547930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4594222785918547930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2012/01/jika-tiada.html' title='JIKA TIADA'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5nn9tKHGwLA/TwU9cnyDOGI/AAAAAAAAASg/eyHMyHf9Ml8/s72-c/skull.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-1125390099369393166</id><published>2011-07-22T03:59:00.000-07:00</published><updated>2011-07-22T04:02:39.323-07:00</updated><title type='text'>QORIAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Z1U3H7bWcEY/TilYoSu2h9I/AAAAAAAAASY/UNs56PshCjo/s1600/Qoriah%2BPelacur.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Z1U3H7bWcEY/TilYoSu2h9I/AAAAAAAAASY/UNs56PshCjo/s320/Qoriah%2BPelacur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632130258249877458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 21 Juli 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair sakral mengalir dari bibir mungil si Qoriah&lt;br /&gt;Dia bersimpuh di panggung karpet merah istigosah&lt;br /&gt;Pengajian Sangu Romadhon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya malu&lt;br /&gt;Mengintip dalam jilbab hitam&lt;br /&gt;Matanya tersipu dalam sajak suci mengalun hangat&lt;br /&gt;Dadaku berdegub kencang&lt;br /&gt;Suaranya lantang menantang para pengecut&lt;br /&gt;Nadanya tegas menghantam para penakut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ditampar&lt;br /&gt;Mataku tak segan berlinang bersama cueknya umat&lt;br /&gt;Tak mau kedipan menghalangi nikmatnya diseka&lt;br /&gt;Telinga hati menangkap semua pesan Qoriah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum suci itu terlentang berwibawa di atas pangkuannya&lt;br /&gt;Tangannya memegang ringan&lt;br /&gt;Erat menahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa air mata&lt;br /&gt;Artinya dia tegar&lt;br /&gt;Sang Qoriah menghajarku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tau arti Sang Sabda Suci&lt;br /&gt;Aku tak paham maknanya&lt;br /&gt;Aku tak mengerti pesannya&lt;br /&gt;Tapi aku tau arti Sang Sabda Suci dari sang Qoriah&lt;br /&gt;Tapi aku paham maknanya dari sang Qoriah&lt;br /&gt;Tapi aku mengerti pesannya dari sang Qoriah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, Qoriahku&lt;br /&gt;Aku terlalu menelanjangimu&lt;br /&gt;Ketika firman suci itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simaklah lantun ini&lt;br /&gt;Dari hati sang pelacur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-1125390099369393166?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/1125390099369393166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=1125390099369393166' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1125390099369393166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1125390099369393166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2011/07/qoriah.html' title='QORIAH'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Z1U3H7bWcEY/TilYoSu2h9I/AAAAAAAAASY/UNs56PshCjo/s72-c/Qoriah%2BPelacur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-3827698042890853760</id><published>2011-03-04T07:12:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T07:15:36.303-08:00</updated><title type='text'>TERSENGAL-SENGAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-4PkJe2MItcY/TXEB1--ntMI/AAAAAAAAASM/2I1tsismqDk/s1600/the-sad-clown.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4PkJe2MItcY/TXEB1--ntMI/AAAAAAAAASM/2I1tsismqDk/s320/the-sad-clown.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580243440239097026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 4 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sempit ini belum juga lapang&lt;br /&gt;sejak purnama lalu menyerang&lt;br /&gt;belum juga lengang&lt;br /&gt;masih berhinggap, belum hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku benar tercabik&lt;br /&gt;penuh murka tapi api tak bisa dipantik&lt;br /&gt;tiada bagus pun adanya tanpa apik&lt;br /&gt;hilang sudah semua yang cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiap malam datang&lt;br /&gt;dada kian sempit&lt;br /&gt;batuk berderap&lt;br /&gt;nafas tersengal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betapa jiwa tak ronta&lt;br /&gt;buah hati juga sama lagi nestapa&lt;br /&gt;aku sekarang tiada harta&lt;br /&gt;besok juga masih pastinya tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepertinya semangat habis&lt;br /&gt;tak tega lihat tulang rusukku mengempis&lt;br /&gt;lubang-lubang ini belum sanggup kulapis&lt;br /&gt;makin lama kian tipis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiap malam datang&lt;br /&gt;dada kian sempit&lt;br /&gt;batuk berderap&lt;br /&gt;nafas tersengal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-3827698042890853760?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/3827698042890853760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=3827698042890853760' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3827698042890853760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3827698042890853760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2011/03/tersengal-sengal.html' title='TERSENGAL-SENGAL'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4PkJe2MItcY/TXEB1--ntMI/AAAAAAAAASM/2I1tsismqDk/s72-c/the-sad-clown.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-6523887850987686222</id><published>2011-02-23T23:09:00.000-08:00</published><updated>2011-02-23T23:11:43.448-08:00</updated><title type='text'>PENTOL LEMES</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1V5Wls7_Y6A/TWYEXBv7Q0I/AAAAAAAAASE/fsagXSXlsYg/s1600/Pedagan%2BPentol%2BSi%2Bdekil.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1V5Wls7_Y6A/TWYEXBv7Q0I/AAAAAAAAASE/fsagXSXlsYg/s320/Pedagan%2BPentol%2BSi%2Bdekil.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577149982197891906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 22 januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pentol-pentol sudah siap dari subuh&lt;br /&gt;sausnya bisa cepat buatnya&lt;br /&gt;yang paling penting memang pentol sama tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujono sudah seharian keliling Surabaya&lt;br /&gt;Sujono selalu ngontel muteri Bulak, Genteng, Petemon&lt;br /&gt;Sujono berhasil menjual&lt;br /&gt;sedikit&lt;br /&gt;di sekolahan&lt;br /&gt;di kampung&lt;br /&gt;di samping TP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujono bekalnya cuma mandi sama sikat gigi&lt;br /&gt;topi kalep selalu mancep di kepala sedikit nutupi mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini pentolnya banyak belum habis&lt;br /&gt;masih numpuk dalam dandang dan&lt;br /&gt;dalam kresek di laci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujono sudah capek&lt;br /&gt;mukanya sudah kumal seperti baju celana panjangnya&lt;br /&gt;2 hari belum ganti&lt;br /&gt;Kakinya punggungnya lehernya juga lemas dihantam Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda rombongnya dijagrang samping dekat buk&lt;br /&gt;di Petemon Kuburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujono duduk di buk&lt;br /&gt;topinya masih nangkring di kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tertunduk&lt;br /&gt;Sujono terlelap sejenak&lt;br /&gt;letihnya menang atas tuntutan marketing pentol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pentolnya masih banyak&lt;br /&gt;belum habis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-6523887850987686222?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/6523887850987686222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=6523887850987686222' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6523887850987686222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6523887850987686222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2011/02/pentol-lemes.html' title='PENTOL LEMES'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1V5Wls7_Y6A/TWYEXBv7Q0I/AAAAAAAAASE/fsagXSXlsYg/s72-c/Pedagan%2BPentol%2BSi%2Bdekil.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-6115496118829423014</id><published>2010-11-24T03:52:00.001-08:00</published><updated>2010-11-24T03:54:19.580-08:00</updated><title type='text'>ALERT! MENULIS, 2 JURNALIS SURABAYA POST DIPOLISIKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TOz8uySXo5I/AAAAAAAAARU/3s3ZOM4RM-k/s1600/tolak%2B310%2B311.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TOz8uySXo5I/AAAAAAAAARU/3s3ZOM4RM-k/s320/tolak%2B310%2B311.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543083122089239442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Istiawan dan Budi Prasetyo, jurnalis Surabaya Post, dipanggil penyidik Satreskrim Polres atas laporan pencemaran nama baik. Kedua dilaporkan atas berita yang mereka tulis dan dimuat Surabaya Post edisi 2 September 2010. Pada keduanya, Satreskrim Polres Sidoarjo mengenakan pasal 310 dan 311 KUH Pidana tentang pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari dan Budi menulis tentang demo buruh PT Surya Alam Tunggal di Dinsosnaker Sidoarjo. Para buruh menuntut pembayaran upah sesuai UMK, Tunjangan Hari Raya, dan penghapusan PHK sepihak. Selain melakukan wawancara dengan koordinator aksi, mereka juga mewawancarai Kepala Dinsosnaker Sumarbowo, Didik Bagyo Utomo dari SPSI, dan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Mahmud. Selain itu, mereka berdua juga mengontak manajemen PT Surya Alam Tunggal, tapi tidak diangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun menulis berita itu karena merasa sudah punya cukup data dan yakin telah melakukan proses jurnalistik dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya tidak tahu kalau ada laporan ke polisi terkait berita demo itu. Baru pada Kamis (18/11/2010), ketika Budi usai meliput di Polres Sidoarjo dan sedang berada di warnet. Budi dikontak polisi dan didatangi untuk dititipi surat panggilan ke dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat itu ditujukan ke Pimpinan Redaksi Surabaya Post. Mendapat surat panggilan ke dua, Budi merasa kaget lalu memberitahukannya ke redaktur. Dari redaktur kemudian disambungkan ke sekretaris redaksi. Kepada AJI Surabaya dan LBH Pers Surabaya, mereka berdua diminta Sekretaris Redaksi agar tidak menghadiri surat panggilan itu dan tidak usah ditanggapi. Hal itu sesuai dengan rapat yang digelar di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Istiawan adalah Sekretaris Jenderal AJI Malang yang bekerja di Sidoarjo. Kota ini masuk dalam wilayah kerja AJI Surabaya. AJI Surabaya dna LBH Pers Surabaya bermaksud mengadakan audiensi dengan Kapolres Sidoarjo. Rencananya kami akan meminta polisi untuk mengarahakan kasus ini ke Dewan Pers. Karena yang diperkarakan adalah masuk dalam ranah jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AJI Surabaya menyerukan pada seluruh lapisan masyarakat agar secara arif memilah perkara. Jika berurusan dengan berita dan memiliki fakta berbeda dengan yang ditulis di media, bisa meminta hak jawab. Nara sumber juga bisa mengajukan keberatan ke Dewan Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga mendukung para jurnalis agar melakukan liputan sesuai dengan proses jurnalistik dengan benar. Ini dapat membuat posisi kita kuat bila kelak diperkarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andreas Wicaksono&lt;br /&gt;Sekretaris AJI Surabaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-6115496118829423014?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/6115496118829423014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=6115496118829423014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6115496118829423014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6115496118829423014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2010/11/alert-menulis-2-jurnalis-surabaya-post.html' title='ALERT! MENULIS, 2 JURNALIS SURABAYA POST DIPOLISIKAN'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TOz8uySXo5I/AAAAAAAAARU/3s3ZOM4RM-k/s72-c/tolak%2B310%2B311.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-1719070578027973989</id><published>2010-10-24T04:10:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T04:12:58.570-07:00</updated><title type='text'>TAPE PAK SENO</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TMQUVim8LsI/AAAAAAAAARM/BASQgO2YBQ0/s1600/bima3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 263px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TMQUVim8LsI/AAAAAAAAARM/BASQgO2YBQ0/s320/bima3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531568602617753282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 22 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu Pak Seno makan &lt;em&gt;sego sadukan &lt;/em&gt;di emper Sogo.&lt;br /&gt;Pikulannya diletak begitu saja di bawah.&lt;br /&gt;Dia kelihatannya menikmati nasi-nasi terakhir.&lt;br /&gt;”&lt;em&gt;Monggo&lt;/em&gt;, Mas.” sapanya ke aku&lt;br /&gt;Kubalas dengan senyum, ”&lt;em&gt;Monggo&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil sesekali melihat lalu lalang mobil menurunkan naik majikannya ke dari Sogo&lt;br /&gt;Suapan teerakhir disodok ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;Lalu dia melongok ke logo Sogo menjulang di atasnya&lt;br /&gt;Dia menoleh ke belakang&lt;br /&gt;Beberapa orang duduk berhadapan minum kopi dan rokokan di Starbucks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jelas tidak tahu apa yang melintas di benaknya&lt;br /&gt;Tapi keliahatannya, dia sangat menikmati sesapan suap terakhir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pikulannya&lt;br /&gt;Mungkin jualan tape dibungkus daun pisang&lt;br /&gt;Dari bungkusnya, sudah menguning.&lt;br /&gt;Ujung-ujung daun mengering pula.&lt;br /&gt;Beberapa hari kelihatannya belum laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pastikan dia jualan apa itu.&lt;br /&gt;Pak Seno bilang tape ketan.&lt;br /&gt;Bikin sendiri di rumahnya di Benowo.&lt;br /&gt;Dijaja sendiri keliling Surabaya.&lt;br /&gt;Kalau habis pasti pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beli dua bungkus saja.&lt;br /&gt;Empat ribu.&lt;br /&gt;Karena aku penasaran.&lt;br /&gt;Karena juga aku kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dikurangi dua.&lt;br /&gt;Di pikulannya masih menimbun.&lt;br /&gt;Aku tak tertarik beli semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku sudah di teras.&lt;br /&gt;Sudah mandi dan selesai makan.&lt;br /&gt;Hirau semua sekarang aku mau tape Pak Seno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungkus terbuka suaranya berderak&lt;br /&gt;Ujung kering patahan berjatuh&lt;br /&gt;Aromanya mengepul menusuk hidung&lt;br /&gt;Liur ini tak berhenti mendesak meluap&lt;br /&gt;Aku yakinkan sesuap masuk dalam mulut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAH!&lt;br /&gt;Rasanya asem!&lt;br /&gt;Bukan busuk, tapi&lt;br /&gt;Rasanya asem!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tape pikulan Pak Seno&lt;br /&gt;Orangnya kecil tidak sebesar Seno seharusnya&lt;br /&gt;Tidak ada kumis senangkring Seno selayaknya&lt;br /&gt;Bukan kekar seperti Seno adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi&lt;br /&gt;Seno yang asli kalah garang&lt;br /&gt;Seno yang punya kuku pancanaka tidak nyata&lt;br /&gt;Seno yang Bima pernah mencibir Samiaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seno yang ini lebih ganas menaklukkan hidup&lt;br /&gt;Seno yang jualan tape, tidak angkuh&lt;br /&gt;Seno yang ini benar-benar ada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-1719070578027973989?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/1719070578027973989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=1719070578027973989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1719070578027973989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1719070578027973989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2010/10/tape-pak-seno.html' title='TAPE PAK SENO'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TMQUVim8LsI/AAAAAAAAARM/BASQgO2YBQ0/s72-c/bima3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-8068053276227839664</id><published>2010-10-22T08:39:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T08:47:52.205-07:00</updated><title type='text'>LEMBAR TERAKHIR</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TMGw0ZXxE6I/AAAAAAAAARE/C9wcxA3TNW8/s1600/lembar+terakhir.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 310px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TMGw0ZXxE6I/AAAAAAAAARE/C9wcxA3TNW8/s320/lembar+terakhir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530896231597937570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 22 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembar-lembaran ini tinggal yang terakhir di kantongku&lt;br /&gt;Tinggal lima ribu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mau peduli besok.&lt;br /&gt;Aku cuma perlu sabun mandi.&lt;br /&gt;Selebihnya kubelikan snack untuk anakku&lt;br /&gt;Biar dia sedikit gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat aku bisa melupakan bebanku&lt;br /&gt;Pinsan dari sadar kalau besok matahari masih akan terbit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kali ini aku bisa tertawa meskipun akan tidak punya uang&lt;br /&gt;Ini ingin sekali kupunya terus-terusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi ke toko dia minta gendong&lt;br /&gt;Sendepel di pundak kiri&lt;br /&gt;Aroma rambutnya melecut hidung&lt;br /&gt;Kibasan helainya membuat tenang hidungku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia minta biskuit coklat satu bungkus kecil&lt;br /&gt;Tidak mau dua&lt;br /&gt;Tidak mau yang lain&lt;br /&gt;Satu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulangnya tetap saja minta digendong&lt;br /&gt;Sambil menyanyi lagu yang dia karang sendiri&lt;br /&gt;Nada sesukanya&lt;br /&gt;Bahasanya tidak jelas&lt;br /&gt;Cenderung mirip bahasa planet lain&lt;br /&gt;Terus sendepel di pundak kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi maknanya dalam menusuk paru-paru&lt;br /&gt;Masuk dari telinga mengalir dalam darah&lt;br /&gt;Pesan lagunya menggugah hati yang hancur&lt;br /&gt;Coba dengar kalau tidak percaya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang tidak membuat lembaran uangku yang sudah punah, jadi lestari&lt;br /&gt;Tapi aku tetap tidak peduli&lt;br /&gt;Kenapa bisa?&lt;br /&gt;Aku tidak mau tahu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-8068053276227839664?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/8068053276227839664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=8068053276227839664' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8068053276227839664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8068053276227839664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2010/10/surabaya-22-oktober-2010-lembar.html' title='LEMBAR TERAKHIR'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TMGw0ZXxE6I/AAAAAAAAARE/C9wcxA3TNW8/s72-c/lembar+terakhir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-7313046441595621493</id><published>2010-10-17T01:36:00.000-07:00</published><updated>2010-10-17T01:42:32.165-07:00</updated><title type='text'>SUAP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TLq2LmfdpBI/AAAAAAAAAQ8/IJ69yfTr_U4/s1600/makan+uang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TLq2LmfdpBI/AAAAAAAAAQ8/IJ69yfTr_U4/s320/makan+uang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528931802978034706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 19 Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suap bukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;keratabasa&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ndelok susu cangkeme megap-megap&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;tapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ndelok duwik lambene mangap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kesusu mangap&lt;/span&gt; yang membuat idealisme menguap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suap dalam amplop&lt;br /&gt;untuk kamu.&lt;br /&gt;Supaya kesepakatan tak terucap ini, klop!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suap kumasukkan kantongmu biar kamu bicara bohong!&lt;br /&gt;Biar faktanya bolong-bolong!&lt;br /&gt;Lantas beritamu kosong!&lt;br /&gt;Supaya hidupmu ompong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan lupa, uang ini bakal bikin dompetmu tenang!&lt;br /&gt;Duit ini memang sengaja bungkam kamu supaya tidak lantang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awas ya!&lt;br /&gt;Kalau tidak diterima,&lt;br /&gt;nyawamu MELAYANG!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-7313046441595621493?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/7313046441595621493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=7313046441595621493' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7313046441595621493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7313046441595621493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2010/10/suap.html' title='SUAP'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TLq2LmfdpBI/AAAAAAAAAQ8/IJ69yfTr_U4/s72-c/makan+uang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4846409323633898959</id><published>2010-08-05T08:12:00.000-07:00</published><updated>2010-08-05T08:17:05.202-07:00</updated><title type='text'>ADVOKAT HUTAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TFrVr7rYLGI/AAAAAAAAAQs/kdeuQczApIk/s1600/cakil.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TFrVr7rYLGI/AAAAAAAAAQs/kdeuQczApIk/s320/cakil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501944845517204578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 2 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini hutanku! Angkat kakimu dari sini! Tidak usah lewat! Cari jalan lain! BANGSAT!” dia marah-marah pada satu pahlawan yang lewat cari jalan pintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matanya melotot murkanya merah terbakar amuk&lt;br /&gt;taringnya menyeringai memanjang dengan liurnya yang semakin menetes&lt;br /&gt;lantang menggeram melolong kencang bikin nyali jadi ciut&lt;br /&gt;serta menyerta kuku tangannya semakin panjang siap menerkam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak kenal iba&lt;br /&gt;tanpa ampun&lt;br /&gt;tidak pakai kasihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu yang menyingkir, Binatang! Belum pernah rupanaya kamu menyicipi hantaman saktiku. Sekali kamu coba, amblas nyawamu. Tugasku lebih jauh penting daripada hidupmu. Minggir, Keparat busuk!” begitu pisuhan si pembela kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LHAP DAR! LHAP DAR! LHAP DAR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertarungan sengit tak imbang terlanjur&lt;br /&gt;sang ksatria main curang. memakai semua jimat dan ilmu &lt;br /&gt;si pahlawan tak sempat mengenal seluk si liar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si liar tak peduli siapa lawannya&lt;br /&gt;tak berpaling biar tanpa sakti&lt;br /&gt;modalnya berani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langsung hajar – terkam – bacok – bantai&lt;br /&gt;senjatanya sebilah belati saja&lt;br /&gt;memang sudah karatan tapi justru menakutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belati disabet, ditendang ksatria&lt;br /&gt;belati mental, ditangkap ksatria&lt;br /&gt;belati di ksatria&lt;br /&gt;dihujam masuk ke perut si liar&lt;br /&gt;dikoyak-koyak, ditancap lagi ke dada, diporak-poranda&lt;br /&gt;Hancur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil bersanding ajal, si liar bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia cuma dikenal sangat seram yang sangar&lt;br /&gt;begal kelas teri tapi tanpa aji-aji&lt;br /&gt;semua yang melintas pasti dirampok tanpa ampun&lt;br /&gt;tak peduli petani sampai pendekar ksatria, dijarah habis-habisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia diwujud seekor manusia buruk rupa&lt;br /&gt;bertaring-taring tajam nyathis&lt;br /&gt;mukanya merah padam menyala&lt;br /&gt;sang preman hidup di belantara&lt;br /&gt;pintar sekali berkelahinya&lt;br /&gt;garong yang lincah di darat juga waktu sambil manjat pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;profilnya begitu,&lt;br /&gt;toh tidak pernah menjarah&lt;br /&gt;sosoknya memang diseramkan,&lt;br /&gt;toh tidak pernah membunuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia cuma dipasrahi menjaga ibu bumi&lt;br /&gt;tanggung jawabnya memelihara pepohon biar langgeng lestari&lt;br /&gt;di pundaknya supaya hutan tidak alih fungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia mencoba mengumpulkan sisa tenaga&lt;br /&gt;sambil sekarat yang nafasnya tersengal&lt;br /&gt;Cakil bicara&lt;br /&gt;”kenapa kok kamu tidak mau pergi dari hutanku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bicaranya habis&lt;br /&gt;nyawanya putus&lt;br /&gt;gara-gara mukanya jelek&lt;br /&gt;mampus sang advokat hutan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4846409323633898959?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4846409323633898959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4846409323633898959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4846409323633898959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4846409323633898959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2010/08/advokat-hutan.html' title='ADVOKAT HUTAN'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/TFrVr7rYLGI/AAAAAAAAAQs/kdeuQczApIk/s72-c/cakil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4176917386622458422</id><published>2010-04-23T21:39:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T22:02:53.350-07:00</updated><title type='text'>NASI GORENG SAJALAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/S9J7ePgbXxI/AAAAAAAAAQk/vexp_KU0_8U/s1600/cicnkawin2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/S9J7ePgbXxI/AAAAAAAAAQk/vexp_KU0_8U/s320/cicnkawin2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463565057442668306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 20 April 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang kami lupa.&lt;br /&gt;Yah... mau gimana lagi&lt;br /&gt;pokoknya maaf sudah terucap, rela sudah di hati&lt;br /&gt;tak apalah yang penting kita masih cinta-cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sudah 13 tahun lalu&lt;br /&gt;saling kami ucap teguh janji tak bakal sesal&lt;br /&gt;Tak mungkin belah! Tak bisa pisah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuap nasi goreng dulu&lt;br /&gt;Porsinya kebanyakan&lt;br /&gt;Satu piring saja sangat cukup berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepiring ini hapuskan duka-duka seabad&lt;br /&gt;Saling hujat, makian&lt;br /&gt;Baku hina, ludahan&lt;br /&gt;Lempar serapah, sumpahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahimnya tak juga berbuah&lt;br /&gt;Maniku tak kunjung melaju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernahlah menimang jabang&lt;br /&gt;Kosong hati tak ada bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuap-suap nasi goreng lagi ...&lt;br /&gt;Suap lagi&lt;br /&gt;Sini kusuapi&lt;br /&gt;Sini kuusapi peluhmu&lt;br /&gt;Hapus juga peluhku&lt;br /&gt;Biar kukecup cintamu&lt;br /&gt;Tak boleh belah! Tak boleh pisah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami cinta&lt;br /&gt;meski adanya&lt;br /&gt;tidak ada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4176917386622458422?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4176917386622458422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4176917386622458422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4176917386622458422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4176917386622458422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2010/04/nasi-goreng-sajalah.html' title='NASI GORENG SAJALAH'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/S9J7ePgbXxI/AAAAAAAAAQk/vexp_KU0_8U/s72-c/cicnkawin2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4233062442200064804</id><published>2010-04-23T21:27:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T21:38:16.694-07:00</updated><title type='text'>JADI GURU?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/S9J1rqpBGXI/AAAAAAAAAQc/ZlwMvZWo8-w/s1600/ngajar2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/S9J1rqpBGXI/AAAAAAAAAQc/ZlwMvZWo8-w/s320/ngajar2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463558690994985330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 12 April 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebut mahasiswa—semata wayang sesuami istripejabat eselon IIA kaya hidup di metropolis berlimpahan dunia bermandi rupiah berjuta dusta—bergelut teori beribu perpustakaan beratus miliar halaman buku filosofi ditelan, berpuluh-puluhjuta praktek dilakoni demi IP 3 koma. Tak nista bila kini sang bocah dewasa telah dan berlengkap dengan sepasang kacamata nangkring tepat di depan bola dua matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dari tahun awal SMA bertekat bulat berguru hendak jadi guru.&lt;br /&gt;Masuklah ia di Keguruan dan Ilmu Pendidikan jauh dari orang tuanya.&lt;br /&gt;Menyewa tempat tinggal sekamar dengan lembab pengap bau khas dikta-diktat tua, kamus tebal bilingual, ensiklopedia 7 volume, dan 4 thesaurus 5 senti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dilupa berturut jadi peserta seminar, dialog interaktif, debat terbuka, dan beraktif di simposium-simposium berbau pendidikna di nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun akhirnya komplit studinya. Lulus jenjang Stratum 1 kini resmi siap jadi guru dan diakui negara boleh mengajar SMA ke bawah. &lt;br /&gt;Tujuan pertama adalah rumah kedua orang tua tercinta di kota metropolisnya yang biar meskipun terus dapat kalpataru tapi masih tetap jorok bau tak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di teras mengkilap sang ayah ibu erat memeluk sang anak semata wayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 x 24 jam sudah telah sungguh-sungguh ia di rumah.&lt;br /&gt;Lalu diutarakannyalah maksud yang dicita sejak SMA. Jadi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah kaget terperanjat. Berujar, “Lalu siapa hendak meneruskan kehartaan ayah ibumu, Nak, Ngger, Cah bagus?”&lt;br /&gt;Sang anak bertutur, “Inilah jalanku. Inilah panggilan. Hati nurani.”&lt;br /&gt;Ibunya mengucap, “Sudah telah mulus jalanmu langsung ke tingkat eselon III A. Telah berdua ayah ibu siapkan hanya untukmu, jodohpun telah menunggu kau sunting. Jangan patahkan hati ayah ibumu, Nak.”&lt;br /&gt;Sang anak bertutur lagi, “Inilah jalanku. Inilah panggilan. Hati nurani.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah geram menghardik menggebrak meja menampar jatuh terperosok sang anak yang dianggapnya durhaka seraya membentak, “Hendak aku taruh apa dalam sendok suapan anakmu, Bangsat keparat?”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4233062442200064804?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4233062442200064804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4233062442200064804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4233062442200064804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4233062442200064804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2010/04/jadi-guru.html' title='JADI GURU?'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/S9J1rqpBGXI/AAAAAAAAAQc/ZlwMvZWo8-w/s72-c/ngajar2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-7264770699339602637</id><published>2010-04-23T21:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T21:24:20.384-07:00</updated><title type='text'>SAHABATKU DIHUKUM MATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/S9JyVwn0SzI/AAAAAAAAAQU/wfMZzk_jC6c/s1600/passion4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/S9JyVwn0SzI/AAAAAAAAAQU/wfMZzk_jC6c/s320/passion4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463555016108559154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 21 April 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku dicari petugas keamanan gara-gara menolong membalut luka seutas bromocorah dan segelas air diteguk sejuk.&lt;br /&gt;Sahabatku dikejar petugas keamanan dengan bertuduh menggoyah stabilitas sosial membahaya keamanan. melindungi buron membantu pelarian.&lt;br /&gt;Sahabatku diburon petugas keamanan hanya karena mengamal sila 2 butir 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas muncul di pengumuman media cetak pamflet baliho selebaran koran majalah tabloid pun serta elektronik tivi radio internet, berkata,&lt;br /&gt;”BARANG SIAPA DAPAT MENANGKAP HIDUP AKAN MENDAPAT HADIAH DARI PEMERINTAH BERKUASA SEBESAR LIMA PULUH TUJUH RIBU RUPIAH. DAN BARANG SIAPA YANG JELAS-JELAS MELINDUNGI SEPAK TERJANGNYA AKAN DIHUKUM RAJAM.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku hancur remuk berlumur lumpur berpeluh darah beranyir sengau aroma air mata perih di nurani serasa mati mendengar baca woro-woro di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat berkepala mata hatiku sendiri Sahabatku ditangkap di leher diikat rantai, di tangan diikat rami, di kaki diikat sling ditarik paksa petugas keamanan seraya dicaci cemooh dihujam hujatan ludah memandi di muka Sahabatku.&lt;br /&gt;Dia tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popor senapan menyarang bertubi di muka Sahabatku darah segar bercamspur luruh keringat menyeka muka dari ujung kepala pelipis dan ekor mata.&lt;br /&gt;Ketika terjatuh tangan jemari diinjak sepatu boot para petugas keamanan beserta umpatan tak ketinggalan teriak kutukan di persisi telinga Sahabatku.&lt;br /&gt;Dia tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya terdiam dapat cuma terpekur hening bertetes air mata menyaksi Sahabatku didera. Tak berani ak umenolong dan berteriak, ”ini Sahabatku!” karena ancama hukuman rajam dari penguasa.&lt;br /&gt;Aku hanya terdiam malu.&lt;br /&gt;Aku hanya berhening di hati menjerit meronta.&lt;br /&gt;Aku hanya tertunduk tak berani menatap wajahku sendiri.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa nista berhampa.&lt;br /&gt;Sahabatku hanya diharga sepeser untuk dihukum mati hanya karena mengamal cinta.&lt;br /&gt;Sahabatku tetap tersenyum pada para penyiksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat nyawa lepas,&lt;br /&gt;Sahabatku tetap tersenyum manis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-7264770699339602637?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/7264770699339602637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=7264770699339602637' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7264770699339602637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7264770699339602637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2010/04/sahabatku-dihukum-mati.html' title='SAHABATKU DIHUKUM MATI'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/S9JyVwn0SzI/AAAAAAAAAQU/wfMZzk_jC6c/s72-c/passion4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-5292472874297168874</id><published>2009-12-27T22:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T22:54:48.932-08:00</updated><title type='text'>Jurnalis Surabaya Dukung Kebebasan Berekspresi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SzhWGR37cVI/AAAAAAAAAQM/pwa9Qpq09kw/s1600-h/ITE_3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SzhWGR37cVI/AAAAAAAAAQM/pwa9Qpq09kw/s320/ITE_3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420176817417580882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan jurnalis seSurabaya Kamis 914/12) turun ke jalan mendukung kebebasan berekspresi. Para jurnalis yang menamakan dirinya Aliansi Pro Kebebasan Berekspresi merupakan gabungan dari jurnalis cetak, elektronik, maupun on-line di Surabaya, berunjuk rasa di pereempatan jalan Gubeng Pojok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam orasinya, Andreas Wicaksono, koordinator aksi, mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah menggunakan pasal 27 Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronika tentang pencemaran nama baik. Dalam pasal ini, terlapor bisa dikenai hukuman kurungan maksimal 6 tahun. Karena ancaman hukuman lebih dari 5 tahun, menurut KUHAP, maka tersangka bisa ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para jurnalis mendukung kebebasan berpendapat di masyarakat apapun bentuknya. “Kalau ada masyarakat yang tidak suka dengan statemen tertentu di sebuah situs jejaring sosial di internet, balas saja dengan hal yang sama. Apa untungnya melaporkan ke polisi?” seru Dony, salah satu pengunjuk rasa yang berorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi ini diakui Andreas terkait dengan dilaporkannya akstris Luna Maya ke polisi oleh pekerja infotainment. Tapi jurnalis berkaca mata ini menolak aksinya mendukung Luna maya. “Kami mendukung kebebasan berekspresi apapun bentuknya karena UUD 1945 jelas menjamin itu. Maka  pemerintah harus juga menjaminnya dengan mencabut pasal pencemaran nama baik dalam UU ITE,” seru Andreas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi juga diwarnai dengna pembacaan pernyataan sikap para jurnalis. Setelah itu aksi ditutup dengan membagikan seruan pada para pengguna jalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-5292472874297168874?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/5292472874297168874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=5292472874297168874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5292472874297168874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5292472874297168874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/12/jurnalis-surabaya-dukung-kebebasan.html' title='Jurnalis Surabaya Dukung Kebebasan Berekspresi'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SzhWGR37cVI/AAAAAAAAAQM/pwa9Qpq09kw/s72-c/ITE_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-473189350731564511</id><published>2009-12-21T00:51:00.001-08:00</published><updated>2009-12-21T00:57:19.007-08:00</updated><title type='text'>GESANG, NASI BUNGKUS, API</title><content type='html'>Surabaya, 7 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini Gesang dan satu istri dan anak-anaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mereka bikin nasi bungkus dan kue-kue&lt;br /&gt;tekun tiap harinya mulai lampau sampai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tekun sekali!&lt;br /&gt;malam masak sampai subuh&lt;br /&gt;pagi berlayar kota&lt;br /&gt;jaja nasi dan jajan&lt;br /&gt;receh sedikit coba ditumpuk terus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biar pelan, biar saja, Gesang senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdarah-darah di bedaknya,&lt;br /&gt;keringatan anak-anak sekolah&lt;br /&gt;tapi tak nangis air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gesang kuat&lt;br /&gt;istrinya sigap&lt;br /&gt;anak-anak tulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu kemarin&lt;br /&gt;masih ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini ada police line&lt;br /&gt;bedak Gesang lantak dimakan api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gesang terpanggang&lt;br /&gt;istrinya tewas&lt;br /&gt;anak-anak gosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;api makan Gesang.&lt;br /&gt;Gesang memang dia beda&lt;br /&gt;ada yang tidak suka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-473189350731564511?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/473189350731564511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=473189350731564511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/473189350731564511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/473189350731564511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/12/gesang-nasi-bungkus-api_21.html' title='GESANG, NASI BUNGKUS, API'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-5228018867318333776</id><published>2009-12-21T00:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T00:53:26.409-08:00</updated><title type='text'>GESANG, NASI BUNGKUS, API</title><content type='html'>Surabaya, 7 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini Gesang dan satu istri dan anak-anaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mereka bikin nasi bungkus dan kue-kue&lt;br /&gt;tekun tiap harinya mulai lampau sampai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tekun sekali!&lt;br /&gt;malam masak sampai subuh&lt;br /&gt;pagi berlayar kota&lt;br /&gt;jaja nasi dan jajan&lt;br /&gt;receh sedikit coba ditumpuk terus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biar pelan, biar saja, Gesang senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdarah-darah di bedaknya,&lt;br /&gt;keringatan anak-anak sekolah&lt;br /&gt;tapi tak nangis air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gesang kuat&lt;br /&gt;istrinya sigap&lt;br /&gt;anak-anak tulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu kemarin&lt;br /&gt;masih ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini ada police line&lt;br /&gt;bedak Gesang lantak dimakan api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gesang terpanggang&lt;br /&gt;istrinya tewas&lt;br /&gt;anak-anak gosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;api makan Gesang.&lt;br /&gt;Gesang memang dia beda&lt;br /&gt;ada yang tidak suka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-5228018867318333776?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/5228018867318333776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=5228018867318333776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5228018867318333776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5228018867318333776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/12/gesang-nasi-bungkus-api.html' title='GESANG, NASI BUNGKUS, API'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-6907576601144383612</id><published>2009-11-27T23:46:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T00:06:25.894-08:00</updated><title type='text'>Kurelakan Alsya Pergi ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SxDYTTV06cI/AAAAAAAAAQE/uA5OK3_iAuY/s1600/linda,+makam,+nanang.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 291px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SxDYTTV06cI/AAAAAAAAAQE/uA5OK3_iAuY/s320/linda,+makam,+nanang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409060978592901570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berawal dari tabiat mas Nanang yang suka main tangan kalau cemburunya kumat. Sedah sejak masa pacaran dulu, dia suka marah-marah ke aku. Rasa cemburunya kepadaku sangat besar. Inikah gerangan cinta, ataukah aku buta poleh suara merdu mas Nanang yang berprofesi pengamen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas hubunganku dengan mas Nanang sudah ditentang bapak ibu dan semua saudaraku bahkan sejak aku pacaran. Kalau kupikir-pikir alasannya masuk akal juga. Mas Nanang suka mabuk-mabukan dan badannya penuh tatoo. Untuk itu aku yang masih berusia 17 tahun, kawin lari dengan mas Nanang yang berpaut 7 tahun, dengan nikah siri. Sejak kenekatanku itu, keluarga lepas tangan dan tidak mau tahu semua perkara yang menimpaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kujalani bahtera rumah tangga bersama mas Nanang, hampir tiap hari kami bertengkar. Ujung-ujungnya tangan mas Nanang yang bicara. Alasannya bukan soal keuangan. Cemburu pada suami kakakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, ceburunya sangat tidak jelas. Betapa tidak, selama dua tahun menikah setelah ia berangkat ngamen jam 7 pagi, mas Nanang selalu menyuruhku untuk mengunci diri dalam kamar kos di lantai dua di Kendung Mangu 31, milik bu Maryam. Lagipula aku takut bertemu laki-laki lain. Jadi ya kuturuti saja. Dengan kondisi ini, aku jadi tidak mengenal tetanggaku selain yang di kos-kosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat pertengkaran hebat itu. Rabu dini hari 25 November 2009 setelah mas Nanang pulang ngamen dan pesta miras dengan teman-temannya sesama pengamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa mas Nanang menutup kamar tiap bertengkar dengan aku. Sambil kudekap Elsya, aku yang sudah tidak tahan dengan pukulan dan tamparannya, merintih minta tolong karena tidak tahu lagi harus apa. Mbak Dewi dan bu Supa’ati, tetangga kos, sebenarnya ingin mencoba menolong tapi tidak bisa masuk karena kamar dikunci mas Nanang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya aku berhasil kabur dari kamar dan segera turun ke bawah. Kebetulan ada becak yang melintas, lalu kuminta pak becak itu untuk melesat ke kawasan Karang Empat, ke rumah kakakku. Aku berencana mengungsi ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disambar petir, tiba-tiba becak yang kutumpangi terguling. Sebelumnya memang kudengar teriakan mas Nanang yang tampak kalut luar biasa. Dia menyuruh pak becak untuk berhenti. Suasana saat itu memang mencekam dan seram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Nanang lompat dan mengerem becak, lalu menarik kemudi bencak. Kontan becak yang kutumpangi terguling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis Alsya yang baru berumur 1 bulan di dekapanku tiba-tiba hilang. Kepala mungil Alsya terhimpit badanku yang terjatuh dari becak dan langsung bertatapan dengan aspal jalanan. Seketika itu pula nafasnya tersengal-sengal dan kejang. Tangisnya mendadak hilang. Bola matanya membalik dan perlahan tubuhnya meregang. Alsya pergi dalam dekapanku di malam yang ngilu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di keremangan malam, beberapa bagian tubuhnya tampak memar, terutama lengan mungilnya. Yang membuat aku hancur jadi serpihan adalah tempurung kepalanya pecah karena tertimpa badanku. Kata dokter forensik di RSUD dr Sutomo, Alsya meninggal karena kehabisan nafas akibat tekanan yang hebat. Kepalanya yang pecah juga menjadi sebab utama kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit hatiku makin meradang waktu mas Nanang memintaku untuk mencabut laporan KDRT yang kusampaikan pada polisi di Polsek Kenjeran. ”Dik, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lepehen laporanmu ben&lt;/span&gt; aku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;iso &lt;/span&gt;bebas,” kata mas Nanang seolah tanpa beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gak sudi&lt;/span&gt;! Aku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wis gak mikiri awakmu&lt;/span&gt;. Aku mikir anakku. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Arep tak makamno nang ndi&lt;/span&gt;? Aku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak duwe duwik&lt;/span&gt;,” jawabku ketus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku agak risih waktu beberapa wartawan berusaha mengambil gambarku dan menanyaiku secara bertubi-tubi, ketika aku keluar dari ruang penyidik. Langsung saja aku ngeloyor pulang jalan kaki nyeker, dari polsek ke kos-kosanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku mandi dan menenangkan diri di kos, tiba-tiba aku dikagetkan dengan kedatangan beberapa orang yang tidak aku kenal. Mereka datang membawa sejumlah uang dalam amplop. Aku heran bercampur gembira. Heran karena tidak tahu apa yang terjadi, dan dari mana orang-orang itu tahu kalau aku memang butuh uang untuk pemakaman Alsya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembira karena Alsya bisa segera kujemput untuk kumakamkan. ”Allahu akbar! Alhamdulillah” seruku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, beberapa wartawan yang tadi mengejarku di polsek datang ke kos-kosanku. Entah mengapa sekarang aku agak bisa menerima kedatangan mereka. Mereka bertanya tentang kronologis kejadian dini hari tadi sampai mengenai tabiat mas Nanang. Semua kuceritakan secara gamblang. Termasuk sikapku yang bersyukur atas penahanan mas Nanang oleh Polsek Kenjeran. Dari situ terkuak penjualan Elsya oleh mas Nanang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Oktober 2009, saat usia Elsya sudah menginjak 1,5 tahun. 21 hari setelah kelahiran Alsya di RSUD dr Suwandhie. Aku menyetujui ide mas Nanang yang akan menitipkan Elsya ke tetangga depan kos. Di rumah tetangga itu, kami disuruh tanda tangan di selembar halaman kosong dalam sebuah buku tulis. Secara lisan, kami disuruh berjanji tidak akan mengambil Elsya untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan baru aku tahu kebejatan mas Nanang yang menerima uang Rp 1.000.000,- dari orang itu. Sampai sekarang, aku tidak pernah melihat wujud uang itu apalagi membelanjakannya untuk keperluan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi di tivi dan koran, mas Nanang bilang kalau uang itu untuk biaya persalinan Alsya. Mas Nanang kelihatan bohongnya. Padahal di juga tahu kalau biaya kelahiran Alsya memakai Jamkesmas yang berarti gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata mas Nanang lebih menyintai uang itu ketimbang keluarganya. Secepat kilat uang sebanyak itu dihabiskan untuk pesta miras bersama teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang sumbangan dari sejumlah warga Surabaya, akhirnya aku bisa menjemput jenazah Alsya di ruang jenazah RSUD dr Sutomo dan memakamkannya di makam Rangkah Besar. Aku masih cukup tegar waktu menerima jasad Alsya yang sudah dikafani dari petugas kamar jenazah. Bahkan aku masih bisa menjawab beberapa pertayaan wartawan di kantor makam sembari menunggu makam digali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hatiku kembali hancur saat jasad mungil Alsya diturunkan ke makam. Apalagi waktu pak modin membacakan adzan dan doa. Aku tak kuasa menahan air mataku. Di makam, cuma bu Supa’ati yang menemaniku. Aku hanya bisa jongkok sambil berlinangan air mata membayangkan wajah ganteng Alsya di makam yang sudah ditutup tanah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya aku kembali kedatangan beberapa tamu. Di antaranya mas Sholeh yang mengaku berprofesi pengacara. Dia berniat memberi pendampingan hukum secara gratis sampai Elsya kembali ke pelukanku. Tak lama kemudian, aku kedatangan mbak Laily dari Kelompok Perempuan Pro Demokrasi, KPPD. Dia juga berniat memberi pendampingan. Setelah tunggakan kos sebesar Rp 220.000,- kulunasi, dan berpamitan dengan semua tetangga, aku memilih mengungsi ke shelter KPPD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku buta hukum, tapi aku bertekat untuk merebut kembali Elsya ke pelukanku. Mungkin secara hukum aku tidak bersalah karena saat tanda tangan, tidak ada tulisan apapun dalam perjanjian itu. Lagipula aku dalam tekanan ekonomi dan mas Nanang yang suka main pukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di hadapan Tuhan, aku pastilah ibu yang sangat berdosa besar sampai tega menjual anakku sendiri. Inilah upaya penebusan ibumu, Elsya, anakku. Aku bertekat akan kembali mendapatkanmu. Aku berjanji untuk mengumpulkan serpihan keluargaku yang berantakan. Sambil ditemani tangan Tuhan yang pasti menggandengku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap malam aku masih sulit tidur. Wajah tak berdosa Alsya terus menghampiriku seolah tak mau lepas dari pelukanku. Apalagi sosok Elsya yang tengah dikuasai orang yang tak aku kenal. Wajah kedua anakku terus membayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku ingat kembali peristiwa itu, Alsya sepertinya sengaja menjadi tamengku agar aku tidak terluka kena aspal. Supaya aku selamat. Bayiku mengorbankan jiwanya sendiri supaya aku selamat. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada cinta seseorang yang hingga rela mengorbankan nyawanya sendiri untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebuah rencana besar. Supaya aku bisa berjuang mendapatkan kakaknya lagi. Supaya Elsya kembali dalam dekapanku. Supaya aku bisa membesarkan Elsya yang telah dijual mas Nanang. Supaya Elsya tidak sepertiku kelak. Supaya hidup Elsya lebih bahagia dan jauh lebih mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan anakku, Alsya. Aku merelakanmu. Doaku, semoga kamu jadi malaikat paling ganteng di surga, dan jadi malaikat yang melindungi semua bayi di seluruh dunia. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-6907576601144383612?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/6907576601144383612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=6907576601144383612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6907576601144383612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6907576601144383612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/11/kurelakan-alsya-pergi.html' title='Kurelakan Alsya Pergi ...'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SxDYTTV06cI/AAAAAAAAAQE/uA5OK3_iAuY/s72-c/linda,+makam,+nanang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-3959603721375592398</id><published>2009-11-23T22:09:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T22:19:20.550-08:00</updated><title type='text'>BERANI MATI?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Swt63EiDjYI/AAAAAAAAAPs/F406nonThX0/s1600/MATI-HIDUP.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 124px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Swt63EiDjYI/AAAAAAAAAPs/F406nonThX0/s320/MATI-HIDUP.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407550864116387202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 21 November 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil parang tebas leher!&lt;br /&gt;Siram bensin, bakar!&lt;br /&gt;Busur dihunus, lesat panah menikam!&lt;br /&gt;Tangan mengepal, Tuhan tamengnya!&lt;br /&gt;Haus melihat darah membanjir&lt;br /&gt;Lapar mendengar rintih ampunan&lt;br /&gt;Galau jika tiada perang&lt;br /&gt;Ria kala anarki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau mati, masuk surga&lt;br /&gt;kalau hidup, apa nista?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pak tua jaja tahu&lt;br /&gt;selalu bikin, jualnya keliling kampung&lt;br /&gt;tawarkannya melolong&lt;br /&gt;paginya sampai siang, sorenya hingga malam, malampun terus pagi&lt;br /&gt;sepeser kumpul, setali hitung&lt;br /&gt;ini untuk bekal energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERANI MATI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berani hidup?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-3959603721375592398?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/3959603721375592398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=3959603721375592398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3959603721375592398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3959603721375592398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/11/berani-mati.html' title='BERANI MATI?'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Swt63EiDjYI/AAAAAAAAAPs/F406nonThX0/s72-c/MATI-HIDUP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-1102964437803022541</id><published>2009-11-23T22:08:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T22:09:12.801-08:00</updated><title type='text'>POTRET MALAM</title><content type='html'>Surabaya, 21 November 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;raya rungkut industri.&lt;br /&gt;larut malam.&lt;br /&gt;kantuk serang.&lt;br /&gt;dingin menusuk.&lt;br /&gt;nyetir sendiri.&lt;br /&gt;jalanan sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sisi bukan kanan.&lt;br /&gt;emperan toko.&lt;br /&gt;ada yang tidur.&lt;br /&gt;penjual kêré.&lt;br /&gt;sepeda dijagrang.&lt;br /&gt;2 kêré ikat di sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari desa?&lt;br /&gt;dari dukuh?&lt;br /&gt;laku banyak?&lt;br /&gt;blas?&lt;br /&gt;brapa di kantong?&lt;br /&gt;beli nasi cukup?&lt;br /&gt;nggak pulang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pilu.&lt;br /&gt;sedih.&lt;br /&gt;harus apa?&lt;br /&gt;uang?&lt;br /&gt;beli kêré?&lt;br /&gt;tumpangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pilu.&lt;br /&gt;terpasung.&lt;br /&gt;harus apa?&lt;br /&gt;akhirnya ucap.&lt;br /&gt;selamat malam.&lt;br /&gt;Pak kêré.&lt;br /&gt;selamat tidur.&lt;br /&gt;pergi nyamuk!&lt;br /&gt;selamat tidur, Pak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-1102964437803022541?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/1102964437803022541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=1102964437803022541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1102964437803022541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1102964437803022541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/11/potret-malam.html' title='POTRET MALAM'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-7580104244401481325</id><published>2009-11-23T22:01:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T22:04:44.642-08:00</updated><title type='text'>SETIANG LAMPU LALU LINTAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Swt3Zs4R3ZI/AAAAAAAAAPk/ukz22jFn-xM/s1600/lampu-lalu-lintas-aneh1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 244px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Swt3Zs4R3ZI/AAAAAAAAAPk/ukz22jFn-xM/s320/lampu-lalu-lintas-aneh1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407547061016059282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 23 November 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merah.&lt;br /&gt;Nyala, berhenti!&lt;br /&gt;Kendaraan stop tiada lewat boleh.&lt;br /&gt;Dari sono banyak lalu lalalng.&lt;br /&gt;Depan menyeberang rame&lt;br /&gt;jalan kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuning.&lt;br /&gt;Keclip-keclip siap-saiap mau hijau&lt;br /&gt;mungkin merah hendak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijau.&lt;br /&gt;Melotot.&lt;br /&gt;Ayo jalan!&lt;br /&gt;Yang belakang klakson pekak telinga&lt;br /&gt;bingar bising sulut pitam gerutu umpatan.&lt;br /&gt;Yang nyebrang, setop!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merah nyala!&lt;br /&gt;Kuning keclip-keclip!&lt;br /&gt;Hijau melotot!&lt;br /&gt;Serempak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu lintas bingung.&lt;br /&gt;klakson-klakson-klakson.&lt;br /&gt;macet-macet-macet&lt;br /&gt;umpat-umpat-umpat&lt;br /&gt;teriak-teriak-teriak&lt;br /&gt;panas-panas-panas&lt;br /&gt;telat-telat-telat&lt;br /&gt;marah-marah-marah&lt;br /&gt;kacau-kacau-kacau&lt;br /&gt;protes-protes-protes&lt;br /&gt;hujat-hujat-hujat&lt;br /&gt;ego-ego-ego&lt;br /&gt;kamu salah-salah-salah&lt;br /&gt;EGO-EGO-EGO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-7580104244401481325?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/7580104244401481325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=7580104244401481325' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7580104244401481325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7580104244401481325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/11/setiang-lampu-lalu-lintas.html' title='SETIANG LAMPU LALU LINTAS'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Swt3Zs4R3ZI/AAAAAAAAAPk/ukz22jFn-xM/s72-c/lampu-lalu-lintas-aneh1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-2156001701432734722</id><published>2009-11-09T01:05:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T00:34:01.830-08:00</updated><title type='text'>UNTUKMU SEMUA</title><content type='html'>Surabaya, 8 November 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini lenganku,&lt;br /&gt;ambil saja untukmu kau sedang butuh untuk mengambil air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silakan,&lt;br /&gt;telingaku buatmu engkau pasti butuh untuk menyemat dengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan ragu,&lt;br /&gt;ini pankreasku untukmulah saja dirimu sedang perlu mencerna lemak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ambil dan pakai&lt;br /&gt;tubuhku untuk kalian perlu hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kau ambil aku tak mungkin kehilangan pasti tak kekurangan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-2156001701432734722?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/2156001701432734722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=2156001701432734722' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2156001701432734722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2156001701432734722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/11/untukmu-semua.html' title='UNTUKMU SEMUA'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-7029208563940468805</id><published>2009-11-09T01:04:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T00:34:59.500-08:00</updated><title type='text'>PILIHLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Svklqun6wTI/AAAAAAAAAPU/uS3x8b-XT0o/s1600-h/tangan2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Svklqun6wTI/AAAAAAAAAPU/uS3x8b-XT0o/s320/tangan2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402390644007813426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 8 November 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku punya jajan untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pilih mana kuberikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangan kiriku?&lt;br /&gt;biasa untuk ceboki anus setelah berak&lt;br /&gt;pastinya ada tai yang kena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangan kanan?&lt;br /&gt;pernah kupakai menghujam pedang ke dalam tenggorokan satu tetangga&lt;br /&gt;buat menampar keponakan dia mukul anakku&lt;br /&gt;untuk tanda tangan kesepakatan menggusur rumah janda tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kiri – kanan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-7029208563940468805?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/7029208563940468805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=7029208563940468805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7029208563940468805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7029208563940468805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/11/pilihlah.html' title='PILIHLAH'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Svklqun6wTI/AAAAAAAAAPU/uS3x8b-XT0o/s72-c/tangan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4989669446670164730</id><published>2009-11-05T22:39:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T22:41:40.935-08:00</updated><title type='text'>MENGECUP DUKA</title><content type='html'>Surabaya, 2 November 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kian hatiku jadi serpihan&lt;br /&gt;Melihat kekasihku tak berhias&lt;br /&gt;Nestapa merayap selimuti kayuh&lt;br /&gt;Seperti gelegar petir tiada bising&lt;br /&gt;Senyap gulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hatiku hariku nyeri&lt;br /&gt;Linu di ulu mata leleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kasihku membelai cinta&lt;br /&gt;Mesra hapus air dari mata&lt;br /&gt;Kami berjalan masih ada esok&lt;br /&gt;Kami labuh di terang rembulan mentari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4989669446670164730?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4989669446670164730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4989669446670164730' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4989669446670164730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4989669446670164730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/11/mengecup-duka.html' title='MENGECUP DUKA'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-9091710624557563886</id><published>2009-10-05T02:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T02:45:59.772-07:00</updated><title type='text'>KAKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Ssm_U_9ycBI/AAAAAAAAAO8/DkaonYHo-Fg/s1600-h/kaku.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Ssm_U_9ycBI/AAAAAAAAAO8/DkaonYHo-Fg/s320/kaku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389048796614389778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setapak jejak tak beragam sunyi hening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langkah&lt;br /&gt;langkah&lt;br /&gt;langkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tak bernada, hampir tak seriuh langkah mereka,&lt;br /&gt;pun gejolak ombak tak hantam.&lt;br /&gt;Kemarin tampak coklat tua.&lt;br /&gt;Kini terlihat coklat tua.&lt;br /&gt;Esok coklat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan tetap lurus mata sayu&lt;br /&gt;bibir terkatup hati bisu&lt;br /&gt;Bisik angin di telinga sahabat seharian.&lt;br /&gt;Nyanyian prenjak di dahan tak ubah irama.&lt;br /&gt;Deru asap knalpot tak luapkan emosi tak ubah motto.&lt;br /&gt;Hari-hari tak gelap tak pula terang&lt;br /&gt;tak corak jua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-9091710624557563886?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/9091710624557563886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=9091710624557563886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/9091710624557563886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/9091710624557563886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/10/kaku.html' title='KAKU'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Ssm_U_9ycBI/AAAAAAAAAO8/DkaonYHo-Fg/s72-c/kaku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-607559354297774754</id><published>2009-09-14T21:46:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T22:03:23.251-07:00</updated><title type='text'>UNDANGAN AKSI UNJUK RASA DAMAI</title><content type='html'>RUU RAHASIA NEGARA JELAS-JELAS MENGANCAM TUGAS JURNALIS YANG KERAP MENGUNGKAP SKANDAL, INTRIK POLITIK, DAN DUGAAN KORUPSI YANG DILAKUKAN APARAT NEGARA TERMASUK PNS, BUMN, TNI, MAUPUN POLRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA DISAHKAN, JURNALIS TIDAK AKAN LAGI DAPAT MENGUNGKAP ALIRAN DANA YANG DIGUNAKAN TNI, POLRI, DAN PEMERINTAH, YANG SUMBERNYA DARI UANG RAKYAT KARENA BISA DIKALSIFIKASIKAN: RAHASIA NEGARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN ADANYA RUU INI, SEMUA ORANG YANG MENGETAHUI DAN MENYEBARLUASKAN INFORMASI YANG &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DIANGGAP &lt;/span&gt;PRESIDEN SEBAGAI RAHASIA NEGARA BISA DIHUKUM HINGGA 20 TAHUN PENJARA DAN DENDA Rp 1 MILYAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAIN BISA MEMENJARAKAN PERORANGAN, RUU INI JUGA BERWENANG UNTUK MEMBREIDEL MEDIA TEMPAT KITA BEKERJA. PADAHAL DALAM UU 40/1999 TENTANG PERS, PEMBREIDELAN JELAS-JELAS DITIADAKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKANKAH JURNALIS DIAM SAJA DENGAN ADANYA RUU YANG AKAN DISAHKAN DALAM HITUNGAN HARI INI? AKANKAH KITA BARU MELAWAN SETELAH JATUH KORBAN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK ITU, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"KOALISI TOLAK RUU RAHASIA NEGARA"&lt;/span&gt; YANG TERDIRI DARI JURNALIS, BURUH, PEKERJA HAM, DAN MAHASISWA, MENGUNDANG SEMUA JURNALIS SESURABAYA UNTUK BERGABUNG BERSAMA DALAM AKSI UNJUK RASA DAMAI PADA:&lt;br /&gt;   RABU, 14 SEPTEMBER 2009&lt;br /&gt;   di DPRD JATIM&lt;br /&gt;   pukul 9.00 WIB (kumpul di cak mat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITA AKAN MENDESAK ANGGOTA DEWAN JATIM UNTUK MENYUARAKAN SUARA RAKYAT JATIM YANG MENOLAK RUU RAHASIA NEGARA INI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM PERJUANGAN,&lt;br /&gt;Donny Maulana (Juru Bicara Aksi)&lt;br /&gt;Andreas Wicaksono (Korlap)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-607559354297774754?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/607559354297774754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=607559354297774754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/607559354297774754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/607559354297774754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/09/undangan-aksi-unjuk-rasa-damai.html' title='UNDANGAN AKSI UNJUK RASA DAMAI'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-7742470957559363935</id><published>2009-09-11T23:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T23:36:09.139-07:00</updated><title type='text'>KOALISI JURNALIS SURABAYA TOLAK RUU RAHASIA NEGARA</title><content type='html'>RUU Rahasia Negara akan segera disahkan oleh DPR-RI dalam hitungan hari. Secara gamblang, RUU ini mengancam kebebasan masyarakat mendapatkan informasi. Segala hal yang berbau data pemerintah atau negara, bisa diklaim sebagai rahasia negara dan tidak bisa dipublikasikan. Jangankan memublikasikan, mengetahui saja sudah dianggap sebagai kriminal atau perbuatan melawan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan RUU ini pemerintah khawatir stabilitas negara bisa goyah jika sejumlah informasi diketahui publik. Selama 64 tahun merdeka, pernahkan negara ini goyah hanya karena secuil data bocor ke publik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalis, adalah kaum yang selama ini selalu berurusan dengan data-data yang dimiliki instansi pemerintah maupun BUMN untuk dipublikasikan. Tujuannya tidak lain sebagai kontrol atas kinerja mereka. Lagi-lagi, para jurnalis adalah pihak yang mendapat ancaman terbesar dengan diberlakukannya RUU Rahasia Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja pasal 46 yang mengkriminalkan seseorang untuk memotret (misalnya) penangkapan polisi terhadap seorang tersangka teroris. Jika ada jurnalis yang memotret peristiwa tersebut, bisa diancam hukuman 7 tahun penjara. (setiap orang yang dgn sengaja melawan hukum atau menghalangi atau memotret atau merekam aktivitas rahasia negara bisa diancam hukuman minimal 7 tahun, maksimal 20 tahun  penjara dan denda 500 juta rupiah sampai 1 milyar rupiah). Tidka hanya jurnalis yang terancam, bahkan ada pasal yang leluasa memberangus perusahaan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengajak seluruh jurnalis se-Surabaya untuk sepakat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENOLAK &lt;/span&gt;penetapan RUU ini menjadi UU. Untuk itu kami mengundang para jurnalis untuk berdiskusi tentang RUU Rahasia Negara di:&lt;br /&gt;Tempat : PUSHAM UNAIR, Jl. Karang Menur 4 / 41, Surabaya&lt;br /&gt;Hari : Senin, 14 September 2009 &lt;br /&gt;Jam : 19.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi ini akan ditindaklanjuti dengan aksi turun ke jalan oleh kelompok pembela HAM. Selain para jurnalis, turut pula bergabung sejumlah LSM yang juga MENOLAK pengesahan RUU ini, seperti Respublika, Pusham Unair, Koalisi Perempuan Indonesia, Pusham Ubaya, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam perjuangan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-7742470957559363935?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/7742470957559363935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=7742470957559363935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7742470957559363935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7742470957559363935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/09/koalisi-jurnalis-surabaya-tolak-ruu.html' title='KOALISI JURNALIS SURABAYA TOLAK RUU RAHASIA NEGARA'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-1698304922051599688</id><published>2009-05-28T07:54:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T08:16:00.381-07:00</updated><title type='text'>Dirubung Bodrek</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Sh6qaYIpmXI/AAAAAAAAAOk/_wrieN2nXzI/s1600-h/CONVAR481.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Sh6qaYIpmXI/AAAAAAAAAOk/_wrieN2nXzI/s320/CONVAR481.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340893578240039282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini terjadi waktu saya jadi panitia (tepatnya koordinator pers) di Gebyar Budaya dan Doa Bersama “Bangkit Indonesiaku” di gedung SIBEC ITC Mega Grosir, Rabu (27/5). Sebagai pejabat di posisi ini, saya bertugas mengundang rekan-rekan pers, membuat rilis, mendistribusikan id card, mengliping berita, dan pastinya membagikan makan malam untuk para rekan wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelagat aneh sudah nampak pada jumpa pers sehari sebelum pagelaran, tepatnya Selasa (26/5). Apalagi sehari sebelumnya ketua panitia meminta saya menelepon redaktur harian FAKTA METROPOLIS agar datang meliput. By the way, apa ada yang pernah dengar media ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pembagian id card usai jumpa pers, berbagai bodrek dengan nama media yang aneh mengerubuti saya. Salah satunya dari OPSI. Anehnya ada seorang (ngakunya) wartawan dari KORAN OPSI NASIONAL. Saya sempat heran dan berani tanya, ”Lho tadi dari OPSI sudah saya beri id card. Kok Bapak minta lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan santay dia menjawab, ”Itu kan OPSI, Mas,”&lt;br /&gt;”Lha kalau Bapak?”&lt;br /&gt;”Saya KORAN OPSI NASIONAL. Korannya ada kok, saya bawa. Mau liat?” jawabnya antusias.&lt;br /&gt;”Oh ndak usah, Pak.” sambil saya beri id card. Saya males berdebat apakah korannya eksis atau tidak. Saya pikir percuma ngotot sama orang nggak waras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang dinanti datang juga. Bahkan waktu saya masih di perjalanan menuju TKP, Fauzy, yang ngaku wartawan Jakarta Post (tanpa the di depan) meng-sms saya telah menunggu saya di meja konsumsi panitia di dalam gedung. Dia minta id card.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampai di TKP jam 16.00. Id card dan rilis saya berikan ke Fauzy. Ajaibnya, dia langsung minta makan, ”Mas saya bisa dapat makan sekarang?”&lt;br /&gt;Terus terang saya kaget sambil bengong.&lt;br /&gt;”Iki jam piro mas? Mangane gae engko bengi,”&lt;br /&gt;”Bengi jam piro mas?” tanyanya nggak sabar&lt;br /&gt;”Mas, saya diberi kupon makan nasi kotak untuk 94 wartawan. Kalau saya ambil sekarang, apa Sampeyan gak kasian sama saya? Ke mana-maka mekeh-mekeh bawa semua nasi kotak itu?”&lt;br /&gt;”O ya sudah kalau gitu,” jawabnya kecut.&lt;br /&gt;”Tenang aja lah Mas! Kata panitia, jam 18 jatah bisa diambil,” kilah saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak golgota sudah mulai terlihat. Jam 18 tepat, si Fauzy ini mendatangi saya, ”Mas ini sudah jam 6, katanya mau mbagi makan?”&lt;br /&gt;”Ya! Ayo bantu saya ambil makan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menukar kupon, saya mendapat 94 nasi kotak dan 2 dos air mineral kemasan gelas. Saya letakkan di pojok belakang ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah puncak golgota!&lt;br /&gt;Para laskar apotik itu langsung bergerombol menyerbu saya persis seperti antrean zakat maut Pasuruan. Semua membentak, njawil, dan merengek minta jatah makan. Saya beri mereka jatah makan setelah menyebut asal media mereka. Dasar bodrek, medianya juga gak jelas namanya. Aneh dan cenderung norak. Bahkan ada yang minta 2 sampai 3 kotak. Alasannya untuk temannya. ”Suruh datang ke sini sendiri!” perintah saya. Gitu ya dilaksanakan. Hehehe berarti saya berwibawa! Hahahha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah pembagian itu, ada seorang laki-laki berbadan tinggi besar pakai kaus putih gambar Miki Mouse. Sambil agak membentak, dia minta jatah makan.&lt;br /&gt;”Saya belum dapat makan, Mas”&lt;br /&gt;”Sampeyan dari mana?” tanya saya cuek&lt;br /&gt;”Dari pers,” jawabnya ketus tus tus tus&lt;br /&gt;”Lha iya, pers mana?”&lt;br /&gt;Kontan dia menunjukkan kegoblokannya dengan berpaling nanya ke 2 temannya, ”Eh, awak dewe teko pers opo?”&lt;br /&gt;Kontan saya tolak dengan nada agak keras, ”Wis talah, Mas. Gak usah mbujuki. Sego iki khusu gawe pers. Liyone NO WAY”&lt;br /&gt;Rupanya dia kesal dan balik membentak, ”Aku iki teko polwil!”&lt;br /&gt;“Ealah… gak ngomong ket mau. Sepurane, Cak!” sambil saya jabat tangannya dan 2 temannya yang lain yang nunggu sambil duduk dan tersenyum kecut.&lt;br /&gt;“Mas, jatah kita dibawa keluar. Nggak tau siapa yang bawa,” kata teman orang itu yang mungkin juga intel.&lt;br /&gt;”Wah, kalau itu saya gak bisa bantu. Mohon maaf,”&lt;br /&gt;Masih dengan nada kesal dan agak tinggi dia tanya lagi ke saya, ”Sampeyan wartawan opo?”&lt;br /&gt;Lalu saya sebutkan media saya. Eh dia langsung nunduk malu. Hahaha... kira-kira kenapa nunduk ya? Deng dong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu seorang ibu sekitar umur 50 tahunan datang dengan membawa id card acara bertulis OPSI, ”Mas, saya belum dapat makan. Mana jatah saya?”&lt;br /&gt;”Ibu dari OPSI?”&lt;br /&gt;”Iya. Apa Mas nggak bisa liat ini?” sambil menunjukkan id card kegiatan ke muka saya.&lt;br /&gt;”Tadi jatah untuk OPSI sudah diambil. 2 kotak lho, Bu”&lt;br /&gt;”Siapa yang ngambil?”&lt;br /&gt;”Nggak tau, Bu. Kan tadi banyak orang. Yang jelas sudah diambil. Satu media dapat 2 kotak,” jawab saya sambil sedikit ngaco&lt;br /&gt;”Lho saya ini laper belum makan. Gimana tanggung jawab panitia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih ada sekitar 50an nasi. Tapi saya berkeras tidak mau memberi. Karena bisa-bisa semua akan minta.&lt;br /&gt;”Bu, ini buat temen-temen wartawan yang mungkin datang agak terlambat. Kalau habis kan kasihan mereka. Kalau ibu mau, ya silakan nunggu sampai acara selesai. Kalau masih ada, monggo makan,”&lt;br /&gt;”Wah yo selak keluwen, Mas,”&lt;br /&gt;”Ya terserah ibu,”&lt;br /&gt;Lalu dia ngeloyor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, datang seorang bodrek perempuan minta 2 nasi, ”Satu lagi buat temenku, Mas.” katanya tanpa beban&lt;br /&gt;”Suruh datang sendiri, Bu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia datang seperti tanpa beban. Dasar iseng, saya tanya dia apakah dia pers, dan dari media apa?&lt;br /&gt;”Ibu mau apa?”&lt;br /&gt;”Makan”&lt;br /&gt;”Ibu dari media apa?”&lt;br /&gt;”Ha? Ee... e....” dia terlihat kebingungann sambil terbata-bata.&lt;br /&gt;”Ibu wartawan?”&lt;br /&gt;Anehnya dia menjawab dengan wajah cerah, tersenyum, dan tanpa beban, ”Oh bukan. Yang wartawan suami saya, Mas,”&lt;br /&gt;”Ya gak bisa, Bu. Ini nasi khusus untuk wartawan bukan untuk keluarga wartawan,”&lt;br /&gt;Mundur teraturlah dia, hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama berselang, seorang bodrek berbadan tinggi besar pakai baju hitam-hitam dan topi hitam juga memanggil saya dari jarak sekitar 4 meteran.&lt;br /&gt;”Ndre, sini!” sambil ngawe-awe.&lt;br /&gt;Saya risih. Cukup dijawab dengan mengernyitkan dahi dan menggeleng. Eh dia emosi dan makin memanggil saya dengan nada lebih tinggi.&lt;br /&gt;”Kamu ini, sini kok!”&lt;br /&gt;”Kan Bapak yang butuh, ya Bapak yang ke sini,”&lt;br /&gt;Dengan muka marah dia menghampiri saya, ”Wah arek iki!”&lt;br /&gt;Lalu tangan saya disahut jari-jari besarnya dan menarik saya. Ya jelas nurut terpaksa hehehe... kalah tenaga bos!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iku, panitia iku!”&lt;br /&gt;”Kenapa?” tanya saya bingung&lt;br /&gt;”Tadi temen-temen minta kue ke dia tapi gak diberi. Eh, ada orang asing masuk malah diberi,”&lt;br /&gt;”Terus?”&lt;br /&gt;”Ya difoto sama temen-temen. Biar dimuat besar-besar di koran. Biar kapok!”&lt;br /&gt;”Please deh!” batin saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya perkara kue diributkan. Mungkin dia berharap saya melarang mereka memuat foto si panitia itu dan memberitakannya. ”Ya gak papa, dimuat aja” sahut saya enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir datang seorang bodrek berpawakan sedang, mata sipit, kaca mata tebal, selalu berjaket coklat lusuh, dan tas rasnel di punggung. Kumis dan jenggotnya yang tidak rapi dihiasi dengan remah-remah nasi bekas makan malam nasi kotakan. Saya rasa teman-teman tahu orang ini. Dia tanya ke saya sambil terbata-bata, ”Numpang tanya mas. E... e... e... ta..ta..tadi acaranya mu... mulai jam berapa?”&lt;br /&gt;”HAAAAAAAAAAAAAA????” saya kira dia mau nanya hal yang sangat penting, ternyata hanya tanya jam dimulai acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe... saya sangat bersyukur bisa menajabat posisi itu dan mengalami pengalaman emas seperti itu. Ini sungguh pengalaman berharga. Ada yang tertarik mencoba?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-1698304922051599688?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/1698304922051599688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=1698304922051599688' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1698304922051599688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1698304922051599688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/05/dirubung-bodrek.html' title='Dirubung Bodrek'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Sh6qaYIpmXI/AAAAAAAAAOk/_wrieN2nXzI/s72-c/CONVAR481.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-3447428079567822113</id><published>2009-05-19T08:59:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T09:02:45.324-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Mereka Jahat, Mak? (In Memoriam SITI KHOIYAROH)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/ShLYCmTFUCI/AAAAAAAAAOU/lwgpvUadBQc/s1600-h/4451_1094345410925_1595270429_30221972_5500971_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/ShLYCmTFUCI/AAAAAAAAAOU/lwgpvUadBQc/s320/4451_1094345410925_1595270429_30221972_5500971_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337566047539384354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;oleh: Eddy Prasetyo - Reporter suarasurabaya.net&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serasa baru kemarin aku membelikannya tas baru untuknya sekolah. Ya, memang bulan Juni depan dia akan masuk taman kanak-kanak di dekat rumah kami. Ini adalah awal buat dia menapak kejamnya dunia, seperti yang aku dan MAT NAKI suamiku, alami. Yang penting dia jangan seperti aku, yang tiap harinya harus jual pentol di Boulevard WTC. Aku kepingin YAROH anakku jadi nyai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang dia nanti besarnya seperti AA' GYM...haha...AA' GYM perempuan tapinya. Bakat-bakat jadi nyai sebenarnya sudah aku endus sejak dia mulai pintar bicara. Untuk kemampuannya yang satu ini, banyak kerabat dan tetanggaku jadi jatuh hati pada YAROH. Pernah satu hari kami setengah mati mencarinya. Namanya anak satu-satunya, saya pikir dia hilang. Ternyata dia main ke rumah tetangga kami yang agak jauh...katanya dia sangat menggemaskan. Sampai-sampai tetangga kami itu lupa mengembalikan YAROHku ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kontrakan kami di Jl. Kedung Klinter IV/33 memang sangat sederhana. Bahkan kalau mau dibilang tidak terlalu nyaman untuk ditinggali. Tapi tidak mengapa. Yang penting kami bisa hidup bahagia bersama suamiku dan YAROH. Kami bersyukur punya tetangga yang baik hati. Begitu juga kerabat kami, Mbak MASRU'AH. Dia sudah seperti ibu kedua buat YAROH. Kalau kami bekerja jualan pentol, YAROH sering kami titipkan pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kejadian 11 Mei 2009 seminggu lalu mungkin jadi hari apesnya buat YAROH. Entah kenapa aku ingin sekali membawa YAROH bersama kami jualan pentol. Tidak ada sedikitpun firasat hari itu akan berakhir buruk. Yang penting, seperti hari biasanya, kami harus membawa pulang uang untuk membayar kontrakan dan tentunya, uang tabungan untuk YAROH sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah, aku tidak mau mengingat kejadian itu. Terlalu pedih rasanya. Terlalu menyakitkan...melihat anakku mengelupas kulitnya terkena siraman kuah pentol daganganku. Aku sendiri terlalu panik saat itu menghindari mereka yang dengan sangat buas mengejar kami. Aku takut satu-satunya rombong kami mencari nafkah diambil mereka. Menyesal rasanya meletakkan YAROH di di atas rombongku saat itu. Tapi mengapa mereka melakukannya? Mengapa mereka mengambil anakku satu-satunya? Mengapa mereka tidak memberi kami kesempatan untuk menyekolahkan YAROH?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kawan seperjuangan kami berdagang di Boulevard WTC melarikan sepeda motornya ke RSU dr Soetomo dengan YAROH di pangkuanku, aku hanya bisa mengingat dia berkata lirih, "Mak....Panas, Mak!?" Hati ibu mana yang bisa tahan mendengar putri semata wayangnya seperti ini. Bahkan pedihnya air panas yang menyiram tanganku tak lagi kurasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, aku sangat takut kehilangan YAROH saat itu. Aku cuma bisa berdoa, seperti yang diajarkan ibu kalau aku sedang kesusahan. Apapun doa yang kuhapal kubaca saat itu. Kiranya Tuhan mendengar. Hari demi hari kami lalui di RSU dr Soetomo, aku dan suami tak bisa lagi konsentrasi bekerja. Mau bekerja bagaimana? Wong rombongku sudah terbakar. Tapi Alhamdulillah Pemkot Surabaya membebaskan biaya berobat YAROH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih rasanya melihat YAROH dalam kondisi tak berdaya seperti ini. Seperti mumi saja dia. Tubuhnya dibebat hanya bersisa mata, lubang hidung, dan mulut. Kata dokter, YAROH menderita luka bakar 67%. Aku tidak tahu angka-angka itu, tapi melihatnya saja aku sudah tahu itu sungguh parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dirawat di unit luka bakar rumah sakit ini, YAROH beberapa kali dikunjungi tetangga dan beberapa kerabat kami dari Sampang, Madura. Senangnya bukan main dia. Sempat beberapa kali dia berceloteh padaku. Yang paling kuingat adalah pertanyaan ini : "Mak, kenapa polisi-polisi (Satpol PP) itu mau tangkap emak? Mereka jahat ya, Mak? Dibeleh aja Mak mereka!" Mau menangis saja kalau mengingat dia berkata itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku sudah tidak punya YAROH lagi. Tidak tahu ke mana saya mengadu. Ke Tuhan saja mungkin cukup. Andai saja kupunya kekuatan memutar kembali waktu, tidak akan kubawa YAROH waktu itu jualan pentol. Tapi sudahlah....semuanya sudah terjadi. Aku sudah pasrah. Aku terlalu miskin untuk mengadu ke mereka. Mereka terlalu kuat, punya uang untuk membeli apa saja, punya kepalan tangan untuk menonjok siapa saja. Punya kekuasaan untuk mengubah segalanya, termasuk mengubah nasibku. Aku terlalu miskin untuk bisa berbuat sesuatu, meskipun untuk YAROH sekalipun yang saat ini sudah menyatu dengan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya punya tas sekolahnya yang kubeli beberapa hari lalu untuk mengingat kata-katanya : "Mak, kenapa polisi-polisi (Satpol PP) itu mau tangkap emak? Mereka jahat ya, Mak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan, YAROH, aku yakin kamu di surga sana jadi nyai terhebat. Lebih hebat dari AA' GYM sekalipun. Kami semua sayang kamu....:(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Memoriam :&lt;br /&gt;SITI KHOIYAROH gadis 4 tahun yang meninggal Senin, 18 Mei 2009 pukul 15.25 WIB. Ia meninggal setelah seminggu dirawat di unit luka bakar RSU dr Soetomo akibat luka bakar tersiram kuah mendidih pentol saat berlangsungnya penertiban PKL Boulevard WTC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto: Eddy Prasetyo dan Andreas Wicaksono&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-3447428079567822113?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/3447428079567822113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=3447428079567822113' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3447428079567822113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3447428079567822113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/05/kenapa-mereka-jahat-mak-in-memoriam.html' title='Kenapa Mereka Jahat, Mak? (In Memoriam SITI KHOIYAROH)'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/ShLYCmTFUCI/AAAAAAAAAOU/lwgpvUadBQc/s72-c/4451_1094345410925_1595270429_30221972_5500971_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-3795016351218365740</id><published>2009-05-13T10:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T10:18:07.738-07:00</updated><title type='text'>SOSIALISASI UU 40/1999 MELEMPEM, JURNALIS KALAH TERUS</title><content type='html'>Penganiayaan dan pelarangan liputan terhadap wartawan kembali terulang. Mulai dari ulah para satpam PLN Jatim yang melarang dan menganiaya sejumlah jurnalis, pemukulan bonek terhadap wartawan Surya, hingga yang terbaru pelarangan dan penganiayaan terhadap Carlos Pardede, reporter SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua media memberitakan peristiwa tersebut. Terutama kasus yang paling akhir, yaitu yang dialami reporter dan kamerawan SCTV. Semua institusi media habis-habisan menyerang satpam BI dengan mengatakan bahwa kelakuan para satuan pengamanan itu telah melanggar pasal 18 UU 40/1999 tentang Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri juga korban penganiayaan saat melakukan tugas jurnalistik. Seorang satpam dan karyawan UPN Jatim memukuli dan merusak kamera saya saat meliput unjuk rasa mahasiswa di kampus tersebut. Peristiwa itu terjadi pada 25 April 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan seorang jurnalis dilindungi oleh hukum seperti yang tertera dalam pasal 8. Secara eksplisit ditulis, ”Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya perlindungan hukum seperti apa yang didapat wartawan saat berugas, tidak jelas. Buktinya kasus usang seperti ini terus-terusan terjadi. Pers menjadi bulan-bulanan masyarakat di lapangan. Dipukul, dianiaya, dihalangi, bahkan ada yang dibunuh gara-gara menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan era digital yang serba cepat ini, tidak sulit untuk mendapatkan sebuah referensi. Apalagi untuk mencari dan membaca UU 40/1999 tentang Pers. Kunjungi saja sebuah search engine di internet, lalu ketik UU 40/1999 tentang Pers. Di situ akan muncul ribuan situs yang memuat undang-undang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas jika itu sangat mudah seperti membalikkan telapak tangan, muncul sebuah pertanyaan mendasar. Apakah masyarakat tidak paham tentang aturan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pers mau introspeksi diri, masyarakat tidak bisa serta merta disalahkan. Karena tidak semua warga bisa dan mau mengakses internet dan memperkaya diri dengan pengetahuan. Tidak sedikit masyarakat kita yang tidak paham dengan internet. Banyak juga yang tidak mau ambil pusing dengan keberadaan pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman di lapangan membuktikan. Jika seorang pengusaha sedang tersandung kasus, kebanyakan mereka akan menutup diri tidak mau memberi keterangan pada pers. Jurnalis dianggap mengganggu kehidupan mereka. Padahal tugas wartawan adalah mencari konfirmasi, sehingga berita yang disajikan berimbang sehingga layak dikonsumsi masyarakat. Namun hal ini cukup sulit dilalui, apalagi jika perusahaan tersebut kurang paham dan cenderung tidak ambil peduli dengan dunia jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi keadaan justru berbalik ketika berita yang disajikan mereka anggap menyinggung. Buntutnya, pers kena gugat di pengadilan. Padahal pihak yang merasa dirugikan dengan pemberitaan bisa meminta hak jawab. Pers Indonesia wajib melayani hak jawab seperti yang diamantkan dalam UU 40/1999 tentang Pers tepatnya pasal 5 ayat 2. Kalau  media tidak mau melayani hak jawab, masyarakat bisa mengadu ke Dewan Pers. Segala pintu sebenarnya sudah tersedia bagi masyarakat, dan tentu saja gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak jawab hanya diberikan media ketika berita itu sudah dimuat atau ditayangkan. Jika tidak disiarkan, otomatis masyarakat tidak bisa mendapatkan hak jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban seorang wartawan adalah liputan. mencari, mengumpulkan, dan mengolah data menjadi laporan jurnalistik. Eksekusi menayangkan berita bukan wewenang wartawan yang meliput. Hal itu menjadi hak penuh seorang pimpinan redaksi. Jadi sebuah liputan belum tentu bisa diberitakan. Alasannya beragam. Mulai dari ruang berita yang sudah penuh, data yang belum akurat, hingga berita yang rawan menimbulkan perpecahan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan itu, tidak ada seorangpun yang boleh menghalangi wartawan meliput berita. Karena bisa saja berita yang didapat tidak ditayangkan/ dimuat. Jika dimuat dan masyarakat tidak suka, bisa menggunakan hak jawab. Bagaimana jika tidak dimuat tapi wartawan sudah terlanjur jadi korban penganiayaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu saat AJI Surabaya mendampingi Akbar Insani, fotografer Surabaya Pagi, melaporkan pelarangan terhadap dirinya ke Polwiltabes Surabaya oleh sejumlah satpam PLN Jatim, mendapati hal unik. Tim advokasi meminta petugas SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) untuk menggunakan pasal 18 UU 40/1999 tentang Pers sebagai undang-undang yang dilanggar para satpam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut petugas polisi yang piket, logika hukum harus menggunakan KUH Pidana dahulu, yaitu pasal perbuatan tidak menyenangkan. Hal pelarangan meliput, pasal 18 UU 40/1999 tentang Pers kemudian menyertai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masyarakat dibagikan salinan UU 40/1999 tentang Pers, bisa dipastikan mereka bisa membacanya. Tapi bagaimana mereka mampu memahami intisari dari undang-undang tersebut, itu yang menjadi masalah. Harus ada sebuah forum untuk menjelaskan kepada masyarakat. Apakah itu warga sipil ataupun aparat penegak hukum. Bahasa populernya, sosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, siapa yang wajib melakukan sosialisasi UU 40/1999 tentang Pers? Jawabannya adalah insan pers sendiri. Jika pers peduli dengan pekerjaannya dan hak masyarakat mendapatkan segala informasi yang bermutu, maka jurnalis bersama dengan media tempatnya bekerja harus merasa perlu melakukan sosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pers lepas tangan, pelarangan, penganiayaan, dan pembunuhan terhadap jurnalis pasti akan terus terjadi. Wartawan akan dipandang sebelah mata oleh masyarakat, dan tidak punya wibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganiayaan dan pelarangan liputan terhadap wartawan kembali terulang. Jika saat ini marak pelakunya adalah satpam, itu hanya kebetulan saja. Suatu saat bisa saja pelakunya adalah masyarakat sipil biasa. Pelarangan dan penganiayaan terhadap jurnalis akan terus terjadi jika kita sendiri hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya pers  bangkit dan bergerak. Sosialisasi UU 40/1999 tentang Pers mutlak harus dilakukan oleh pers sendiri. Tidak selalu harus dalam sebuah forum besar dan formal. Penjelasan kepada masyarakat juga bisa dilakukan pada saat informal, waktu nongkrong di warung misalnya. Mengapa tidak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-3795016351218365740?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/3795016351218365740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=3795016351218365740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3795016351218365740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3795016351218365740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/05/sosialisasi-uu-401999-melempem-jurnalis.html' title='SOSIALISASI UU 40/1999 MELEMPEM, JURNALIS KALAH TERUS'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-1511235877850725479</id><published>2009-04-08T02:55:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T02:59:49.617-07:00</updated><title type='text'>Elang Lautkah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Sdx1ex3OpdI/AAAAAAAAAN8/Ze5QljaM_xw/s1600-h/elang.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Sdx1ex3OpdI/AAAAAAAAAN8/Ze5QljaM_xw/s320/elang.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322258031286592978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya miris ketika melihat burung yang cantik ini harus menghabiskan sisa hidupnya dalam sangkar. Secara tidak sengaja, saya mendapati burung ini ketika saya sedang mencari sebuah alamat di suatu wilayah di kawasan Surabaya Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat penasaran untuk mengetahui jenis burung ini, juga apakah termasuk satwa dilindungi atau tidak. Sekalipun tidak dilindungi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kok &lt;/span&gt;teganya membelenggu mahluk eksotis ini dalam sangkar ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemiliknya mengurung si burung dalam sebuah sangkar kawat ayam yang tidak terlalu besar. Bahkan saya yakin burung ini tidak bisa terbang dalam sangkar ini. Penjara ini diletakkan di luar rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membandingkan dengan burung yang ada di Kebun Binatang Surabaya (KBS), saya yakin burung ini termasuk jenis elang laut. Sangkar yang dibuat oleh KBSpun cukup besar. Sehingga burung yang dipelihara di sana masih dapat terbang dalam sangkar sekalipun burung berukuran besar sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya konfirmasi ke mas Hartoyo, seorang teman baik saya yang anggota polisi. Beliau bilang kalau elang laut termasuk hewan dilindungi. Jika tidak memiliki ijin dari BKSDA (Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam) bisa dipidana. ”Elang laut termasuk hewan dilindungi, Ndre. Kalau kepemilikannya ilegal bisa dikurung kayak burung itu.” kata mas Hartoyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat mengalami ekstase luar biasa meski tanpa ejakulasi. Kalau saya laporkan, pemiliknya bisa dijebloskan ke balik jeruji besi. Tapi sekaligus gundah. Karena kalau pemiliknya punya ijin dari BKSDA, dia tidak bisa ditahan. BKSDA bisa mengeluarkan ijin bagi perorangan atau kelompok untuk memelihara hewan dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pernah terjadi di Surabaya, seorang pengelola kamp tinju hampir ditangkap Polwiltabes Surabaya karena memelihara harimau. Tapi urung diborgol polisi lantaran punya ijin dari BKSDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa berharap, burung ini termasuk hewan dilindungi. Pemiliknya tidak punya ijin dari BKSDA sehingga bisa dipidana. Lantas burung ini bisa dilatih untuk mencari makan sendiri sehingga mampu bertahan hidup ketika dikembalikan ke alam bebas. Semoga menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;wahai kau burung dalam sangkar...&lt;br /&gt;nasibmu sungguh malang benar...&lt;br /&gt;tiada seorang ambil tau...&lt;br /&gt;duka dan lara di hatimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai kau burung dalam sangkar...&lt;br /&gt;dapatkah kau menahan siksa...&lt;br /&gt;dari kekejaman dunia...&lt;br /&gt;yang tak tahu menimbang rasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;batin menangis hati patah...&lt;br /&gt;riwayat tertulis penuh dengan...&lt;br /&gt;tetesan air mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh ini suatu ujian...&lt;br /&gt;tetapi hendaklah kau bersabar...&lt;br /&gt;jujurlah kepada Tuhan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampaikan dukungan Anda berupa komentar untuk posting ini. Terima kasih, Tuhan memberkati segala usaha baik kita.&lt;br /&gt;ubi caritas est vera, Deus ibi est&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-1511235877850725479?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/1511235877850725479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=1511235877850725479' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1511235877850725479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1511235877850725479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/04/elang-lautkah.html' title='Elang Lautkah?'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Sdx1ex3OpdI/AAAAAAAAAN8/Ze5QljaM_xw/s72-c/elang.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-5191939956647685244</id><published>2009-03-20T21:31:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T08:24:21.240-07:00</updated><title type='text'>Jenazah Manusia Kain Kafan Tidak Membusuk</title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-78b28281e4a8d1bb" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v24.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3D78b28281e4a8d1bb%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330252314%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D24F3CF0475D924D164127579A85346FE2000B036.31D88C97428271044C5618F61B81060A185461C%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D78b28281e4a8d1bb%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DrLQ38-0tdZDrzZmj-bP1RG6LMwI&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v24.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3D78b28281e4a8d1bb%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330252314%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D24F3CF0475D924D164127579A85346FE2000B036.31D88C97428271044C5618F61B81060A185461C%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D78b28281e4a8d1bb%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DrLQ38-0tdZDrzZmj-bP1RG6LMwI&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali ditemukan pada 1354 oleh Geoffrey de Charny,  seorang kesatria Prancis, kain kafan yang diduga untuk mengafani jasad Yesus, mengundang berbagai kontroversi dan penasaran berbagai pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kain kafan berukuran 8 kubitus kali 2 kubitus,  atau sekitar 4,4 meter kali 1,1 meter ini, terpampang gambar seorang lelaki yang sekujur tubuhnya dipenuhi luka bekas penyiksaan . Di kedua pergelangan tangannya ada bekas luka tuskan paku. Tak terkecuali pada kedua kakinya. Pada lambung kanan ada luka tusukan benda tajam  selebar 5 sentimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pastur Gabriel Antonelli, CP, seorang  sejarahwan asal Italia, selama ribuan tahun tidak pernah ada seseorang yang disiksa sedemikian hebat sebelum akhirnya mati disalibkan kecuali Isa Almasih alias Yesus. Setelah dipelajari rupanya fakta dalam Injil sama dengan fakta-fakta sejarah yang dipaparkan pada kain kafan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertulis dalam Injil, Yesus  yang masih keturunan nabi Daud tewas di kayu palang di bukit Golgota. Sebelum mati disalib, Ia terlebih dahulu disiksa dengan cambuk berduri. Isa juga mengenakan mahkota yang terbuat dari ranting duri. Setelah itu Ia dipaku pada kayu salib. Lambung kanan anak Yusuf dan Maria ini ditusuk tombak utnuk emmastikan kematianNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian pada kain kafan tersebut menunjukkan hal serupa. Para ilmuwan mencatat ada lebih dari 120 luka cambuk yang memenuhi sekujur tubuh jasad manusia dalam kain kafan itu. Cambuk yang digunakan adalah jenis &lt;em&gt;flagrum taxillatum&lt;/em&gt;. Merupakan cambuk berjuntai 3 dengan mata berduri mirip cakar di tiap ujungnya. Jika dicambukkan ke badan, sudah pasti meninggalkan luka cabik. Puluhan luka akibat duri-duri tajam membekas jelas di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejumlah penelitian, duri ini berasal dari sebuah tanaman semak berduri di kawasan Palestina. Hingga kini tanaman ini masih tumbuh di kawasan kering di sana.&lt;br /&gt;Pada kain kafan itu tergambar jelas luka tembusan paku pada kedua pergelangan tangan dan kakinya. Luka selebar 5 sentimeter pada lambung kanan jenazah itu juga terpapar jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pastur Gabriel Antonelli, CP,  tiga hal yang membuat gambar di kain kafan bagian dalam itu muncul adalah adanya darah yang menempel, minyak dan rempah-rempah yang digunakan adat orang Yahudi untuk mengurapi jenazah, serta kelembaban makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ia menegaskan, untuk menampilkan sebuah gambar manusia pada bagian dalam kainitu harus ada sinar yang sangat terang. Sinar itu dipastikan muncul dari dalam kain kafan yaitu dari jasad Isa Almasih. Sebab, dari mana lagi sinar itu datang jika bukan dari dalam kain?  Karena gambar jasad itu terpapar pada bagan dalam kain bukan bagian luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk memunculkan gambar dalam kain itu, mutlak diperlukan cahaya yang sangat terang. Dari mana cahaya itu datang? Satu-satunya kemungkinan yang pasti adalah dari dalam tubuh Yesus sendiri yang terbungkus kain kafan itu.” jelas Pastur Gabriel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ilmuwan yang mencoba mereka ulang pembuatan gambar manusia pada kain kafan torino menggunakan teknologi modern, tapi selalu gagal. Sebuah percobaan yang nyaris berhasil hanya bertahan beberapa bulan saja, perlahan pudar dan hilang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada pameran replika kain kafan Yesus di Gereja Katolik Roh Kudus, Rungkut, Surabaya ini pengunjung mendapat penjelasan bagaimana Isa mengalami penyiksaan sebelum akhirnya mati disalib. Pameran ini mengundang perhatian dari seluruh kalangan. Tidak terkecuali Hajah Restuning Ati yang mengaku penasaran mengenai kisah sengsara Isa Almasih. Dengan mengetahui sejarah dan fakta tentang Isa, akan bisa mempererat persaudaraan antar umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama ini kan kita cuma tahu bahwa Isa disalib. Tapi bagaimana Dia disiksa dan akhirnya wafat &lt;em&gt;kan &lt;/em&gt;tidak tahu. Saya pikir dengan menyimak pameran ini bisa mempererat persaudaraaan dengan saling memahami.” tutur Hajah Restunig Ati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pastur Gabriel Antonelli,CP kain lenan replika ini ukurannya sesuai dengan aslinya yaitu 16 kubikus persegi atau sekitar 4,84 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar pada kain kafan membuktikan jenazah di dalam kain kafan ini tidak hancur atau mengalami pembusukan. Jika membusuk, tentunya akan merusak kain lenan itu sendiri. Kain kafan ini sekarang tersimpan rapi di Katedral Santo Yohanes Pembabtis  di Torino, Italia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-5191939956647685244?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=78b28281e4a8d1bb&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/5191939956647685244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=5191939956647685244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5191939956647685244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5191939956647685244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/03/blog-post.html' title='Jenazah Manusia Kain Kafan Tidak Membusuk'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-2735700912551131139</id><published>2009-03-13T06:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T06:08:57.867-07:00</updated><title type='text'>Kolaborasi Gamelan dan Angklung Siswa Tuna Netra</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Sbpa2tNrd5I/AAAAAAAAANs/qHLIu2f-lfA/s1600-h/kolab+gamelan+angklung+buta.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Sbpa2tNrd5I/AAAAAAAAANs/qHLIu2f-lfA/s320/kolab+gamelan+angklung+buta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312658606333327250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 daerah berkolaborasi dalam musik. Gamelan yang berasal dari Jawa Tengah dan Timur berkolaborasi dengan angklung asal Jawa Barat memainkan lagu asli Madura. Semua dimainkan oleh penyandang tuna netra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantunan gamelan mengalun syahdu di antara sesaknya panggung saat pesta ulang tahun emas Yayasan Penyandang Anak Buta. Perlahan gaung angklung yang dimainkan para siswa tuna netra berkolaborasi hangat dengan para pengrawit. Kedua jenis alat musik beda budaya itu terasa kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para siswa tetap gigih menopang sejumlah angklung yang tergantung di lengan mereka. Buliran keringat yang menetes dari dahi mereka, tak juga memupuskan semangat para siswa SMp dan SMA di SLB A YPAB ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berlatih kedua kelompok musik ini tidak pernah bertemu untuk berlatih bersama. Para pengrawit berlatih sendiri, pemain angklung juga jalan sendiri. Mereka latihan terpisah karena sulitnya perpindahan peralatan musik ke satu tempat yang sama. Namun lagu Tanduk Majeng asal pulau garam, Madura, yang bercerita tentang kehidupan pesisir terdengar kompak dan tegas seperti mengayuh perahu di lautan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya memainkan angklung, para siswa dengan logat Madura meski bukan dari etnis Madura menyanyikan lagu Tanduk Majeng,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ngapote waklajere eta ngale &lt;br /&gt;reng majeng tantonala pade mole &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o mena jeling odikna oreng majengan &lt;br /&gt;a bental ombak sapak angin salain jangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;olle ollang peraona alla jere &lt;br /&gt;olle ollang alla jere ke madura &lt;br /&gt;olle ollang peraona alla jere &lt;br /&gt;olle ollang peraona alla jere &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reng majeng benyak ongguh babajana &lt;br /&gt;kabilang alako bandanya bana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;men tengguh dari ombed pajelena &lt;br /&gt;maseh benyak o angguh le olehna&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamelan dimainkan para guru tuna netra sedangkan para siswa memainkan angklung. Karena terbatasnya siswa, maka satu orang siswa memainkan hingga lebih dari tiga angklung. Iva Yuliarma, siswa kelas dua SMP yang bertubuh mungil ini memainkan angklung terbanyak. Tidak tanggung-tanggung 6 buah angklung bergelayut di lengan kirinya. Namun bagi gadis berusia 15 tahun ini hal itu bukanlah beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Awalnya susah, tapi lama-lama asyik juga kok.” katanya sambil terkekeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kolaborasi ini mereka seolah menegaskan keterbatasan bukan menjadi halangan untuk tidak terbatas. Tidak hanya piawai memainkan angklung, sejumlah siswa juga mahir memainkan alat musik lain. Para siswa samasekali tidak kikuk saat memainkan gamelan dan alat musik modern.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-2735700912551131139?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/2735700912551131139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=2735700912551131139' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2735700912551131139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2735700912551131139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/03/kolaborasi-gamelan-dan-angklung-siswa.html' title='Kolaborasi Gamelan dan Angklung Siswa Tuna Netra'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/Sbpa2tNrd5I/AAAAAAAAANs/qHLIu2f-lfA/s72-c/kolab+gamelan+angklung+buta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-6722752682189829138</id><published>2009-03-10T05:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T05:52:17.673-07:00</updated><title type='text'>Barang Antik 1938 di Atas Rel Baja</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SbZiemoabsI/AAAAAAAAANk/GAR8GGvGD2Q/s1600-h/djoko+kendil.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SbZiemoabsI/AAAAAAAAANk/GAR8GGvGD2Q/s320/djoko+kendil.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311541088435728066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terbayang bagaimana mengadakan resepsi pernikahan di dalam gerbong? Atau mempresentasikan proposal di dalam kereta api yang berjalan? Jika itu salah satu impian Anda, percayalah akan segera terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8, Surabaya, akan segera meluncurkan kereta api wisata. Sebagai persiapan, mereka melakukan uji coba perjalanan, dari Surabaya ke Banyuwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terlihat antik dan terkesan uzur, namun 2 gerbong kereta api buatan tahun 1938 ini tampak masih kekar. Betapa tidak, seluruh dinding kedua gerbong terbuat dari plat baja 3 milimeter tanpa sambungan. Apalagi dengan baju barunya yang bercorak hijau dengan kombinasi kuning gading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roda-roda hitamnya terlihat masih kekar dengan disokong pegas ulir yang tahan bantingan. Ini membuat gerbong yang sudah berusia 70 tahun, masih mampu melesat di atas rel baja dengan kecepatan hingga 85 kilometer per jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Balai Yasa Traksi dari Daop 8 Surabaya menamai dua gerbong kembar identik ini,  Djoko Kendil 1 dan 2. Mereka mempertahankan bentuk asli gerbong bernomor IW 38201 dan IW 38212 ini. Tapi interior gerbong dirombak total, untuk kepentingan kenyamanan dan komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Sugeng Priyono, Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, ada dua alasan mereka memberi nama Djoko Kendil. Yang pertama, karena hampir semua kereta dan lokomotif yang dikelola Balai Yasa Traksi bernama depan Djoko. Ada Djoko Sembung, Djoko Tingkir, dan beberapa Djoko lainnya. Suatu kebetulan, kepala Balai Yasa Traksi saat ini juga bernama depan Djoko, yaitu Djoko Haryono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian nama Djoko Kendil juga berdasar pada cerita rakyat Djoko Kendil. Cerita tersebut berkisah tentang seorang ksatria tampan dan baik hati yang menyamar sebagai seorang buruk rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari luar, kedua gerbong Djoko Kendil mungkin nampak ganjil, tapi di dalamnya nuansa mewah akan menyapa ramah. Di dalam gerbong satu, terdapat ruang rapat dengan dilengkapi televisi LCD 36 inchi. Penumpang juga dapat memesan makanan dan minuman pada minibar yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan gerbong kedua, disediakan tempat duduk untuk menikmati pemandangan selama perjalanan. Di bagian belakang germong ini juga disediakan tempat yang disebut balkon. Dari balkon ini, Anda tidak mungkin melewatkan pemandangan yang dilintasi kereta. Pasalnya terdapat kaca berukuran cukup besar, untuk melihat dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejarah, gerbong Djoko Kendil 1 merupakan gerbong pengangkut pejabat kereta api saat melakuan inspeksi jalur kereta. Sedangkan gerbong Djoko Kendil 2 adalah pengangkut regu penolong dan alat kerja. Pekerja dalam gerbong ini bertugas memberi bantuan pada kereta yang mengalami gangguan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sugeng Priyono, nantinya kereta api Djoko Kendil akan melayani perjalanan wisata.”Tidak ada rute khusus utnuk wisata ini. Semua disesuaikan kehendak dan kocek penyewa.” kata Sugeng dengan antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadat tiada gading yang tak retak, lokomotif buatan Amerika tahun 1953 yang semula akan ikut diuji coba, belum bisa digunakan karena masih perlu perbaikan pada sistem pengereman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak PT KAI Daop 8 Surabaya, agaknya juga harus mengevaluasi suspensi gerbong Djoko Kendil. Kereta api wisata yang seharusnya nyaman dan terbebas dari guncangan, justru terasa bergetar. Tapi kita tunggu saja saat peluncuran nanti. Semoga segala kekurangan bisa tertutup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-6722752682189829138?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/6722752682189829138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=6722752682189829138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6722752682189829138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6722752682189829138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/03/barang-antik-1938-di-atas-rel-baja.html' title='Barang Antik 1938 di Atas Rel Baja'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SbZiemoabsI/AAAAAAAAANk/GAR8GGvGD2Q/s72-c/djoko+kendil.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-7844754141561754056</id><published>2009-02-16T08:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T08:49:56.765-08:00</updated><title type='text'>SEGENGGAM MELATI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SZmV_3eJn8I/AAAAAAAAANE/gAev5pm33W8/s1600-h/martabak+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SZmV_3eJn8I/AAAAAAAAANE/gAev5pm33W8/s320/martabak+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303434960660176834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 4 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini malam ingatkan bertahun ayah bunda menikah.&lt;br /&gt;Kami yang masih segelintiran ingin juga sekali berikan kado meski mungil saja.&lt;br /&gt;Aku dan adik rencana mulai pagi siang sehingga malam mau sebentar sajalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini segenggam rencana dan beberapa lembaran rupiah&lt;br /&gt;sudah sejak beberapa lama lalu kami siap-siapkan.&lt;br /&gt;Tentunya untuk pesta sedikit malam ini makan agak sesuatu yang spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda bilang agar selalu hati-hati di jalan&lt;br /&gt;ayah pula bawakan payung buat halau hujan&lt;br /&gt;karena ini mendung sudah berteriak meraung hingar.&lt;br /&gt;Gemawan gelap hampir menjejak ke bumi.&lt;br /&gt;Sesekali kilat melesat terang sekaligus erangan garangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berpelukan erat sepanjang di perjalanan ke bakul martabak.&lt;br /&gt;Di sana ternyatanya sudah berjajar-deretan mengular pembeli dari semua penjuru.&lt;br /&gt;Ini bakul sangat pintar aku pikir membuat bumbu dan menggoreng martabaknya.&lt;br /&gt;Sehingga rasa cinta tanah air bisa mungkin kalah sama rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitam di awan semakin menyalak gelegar hasrat mengintimi bumi.&lt;br /&gt;Angin kencang terus memacu pepohon menari jingkrak&lt;br /&gt;dinginnya ngilu di gigi dan lutut,&lt;br /&gt;terutama bagi seumuran kami yang anak masih.&lt;br /&gt;Sesekali mendung meludahi penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba giliran kami,&lt;br /&gt;Gerimis sudah semakin garang &lt;br /&gt;ia berganti sosok dan wujudnya makin menyeramkan.&lt;br /&gt;Beberapa terop warung beterbangan menyusul awan,&lt;br /&gt;kebasahan melanda yang membuat kepanikan dasyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Payung yang di kami hampir diterpanya,&lt;br /&gt;jika kubuka terus terbalik akan dan pastinya rusak.&lt;br /&gt;Kututup sajalah biar sedikit basah tak apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai juga pesanan kami&lt;br /&gt;Martabak 2 lembar,&lt;br /&gt;masing seribu&lt;br /&gt;masing 4 irisan&lt;br /&gt;biarlah agak makannya puas,&lt;br /&gt;seorang 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemani badai&lt;br /&gt;Ini kami langsung melesat ke rumah pulang.&lt;br /&gt;Apa daya kaki kecil tubuh mungil&lt;br /&gt;Tak bisa menghindar hempas air cipratan kendaraan&lt;br /&gt;Tiada mungkin mengelak kubangan,&lt;br /&gt;terperosok masuk berdua kehilangan sandal&lt;br /&gt;kaki lecet tangan luka di sana-sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja cukup cekatan menyelamat martabak&lt;br /&gt;Tak sampai jatuh&lt;br /&gt;Tanpa basah&lt;br /&gt;Bajulah kuyup, badan pastipun basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sudah di depan pintu rumah&lt;br /&gt;Itu ayah bunda kami menyambut pelukan&lt;br /&gt;pada kedua kami&lt;br /&gt;galau mereka tersurat perih air mukanya kalut&lt;br /&gt;guncang bahagia karena kami masih hidup rupanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda ayah mengheran pada apa kami bawa&lt;br /&gt;Tubuh adik masih menggigil&lt;br /&gt;rambutnya lautan air hujan&lt;br /&gt;senyum kami menyingkap&lt;br /&gt;menghaturkan martabak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulir air itu mengerling dari mata wajah ayah dan bunda&lt;br /&gt;Bangganya dan haru memeluk&lt;br /&gt;Menciumi kami berdua&lt;br /&gt;hangatkan basah hujan&lt;br /&gt;musnahkan neraka jahanam&lt;br /&gt;gelegar pesona ayah merasuk jiwa kami&lt;br /&gt;selimut cintanya bunda seperti diang pada hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini dari kami kado nikah&lt;br /&gt;ayah dan bunda&lt;br /&gt;martabak untuk pesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(puisi ini adalah hasil rekonstruksi puisi yang pernah hilang karena kerusakan harddisk computerku. Hasilnya memang tidak sebagus aslinya, tapi cukup mampu mengobati sakit hatiku selama beberapa tahun ini)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-7844754141561754056?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/7844754141561754056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=7844754141561754056' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7844754141561754056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7844754141561754056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/02/segenggam-melati.html' title='SEGENGGAM MELATI'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SZmV_3eJn8I/AAAAAAAAANE/gAev5pm33W8/s72-c/martabak+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-5746498127101311901</id><published>2009-02-04T07:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T07:45:28.029-08:00</updated><title type='text'>SEPATU HITAM BERTALI PUTIH SOL PUTIH BERKOMBINASI BIRU MUDA MENYALA   II</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SYm4DyC4PYI/AAAAAAAAAM0/ias3oCZEI9E/s1600-h/32799974852652l.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SYm4DyC4PYI/AAAAAAAAAM0/ias3oCZEI9E/s320/32799974852652l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298968811691064706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surabaya, 5 Februari 2001&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersirat berpuluh tahun bermesra dengan sepatu favoritku.&lt;br /&gt;Ditanam sejuta puluhan memori sedari itu.&lt;br /&gt;Terik hujan debu peluh basah mengering menyerap kuat&lt;br /&gt;di tiap helai rajutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama kam melalui kebersulitan di hidup pun&lt;br /&gt;ketersenangan manis nafas memuja serat di hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nian wujudnya tak lagi cantik.&lt;br /&gt;Legam motifnya kini berpudar,&lt;br /&gt;seputih tanah talinya merantas digelayut virus jaman.&lt;br /&gt;Elok mulus solnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;megap-megap&lt;/span&gt; menyerap genangan&lt;br /&gt;menaik dalam sepatu,&lt;br /&gt;putih bersih lagi tidak.&lt;br /&gt;Sejelas mata memandang,&lt;br /&gt;di ujungnya yang sebelah kanan terberkas lubang menganga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya orang bertutur agara sesegera&lt;br /&gt;menelantarkan dia beralih yang lebih kini.&lt;br /&gt;Rayu bergelora menghujani tiap malam nun menggelinjang birahi digoda&lt;br /&gt;pun bujuk beraroma menggelombang di tiap lagu hari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutelah mengikat janji berpatah arang sejiwa nyawa bertaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cinta kamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-5746498127101311901?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/5746498127101311901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=5746498127101311901' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5746498127101311901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5746498127101311901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/02/sepatu-hitam-bertali-putih-sol-putih_04.html' title='SEPATU HITAM BERTALI PUTIH SOL PUTIH BERKOMBINASI BIRU MUDA MENYALA   II'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SYm4DyC4PYI/AAAAAAAAAM0/ias3oCZEI9E/s72-c/32799974852652l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-7107932313986428004</id><published>2009-02-02T05:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T07:43:18.346-08:00</updated><title type='text'>SEPATU HITAM BERTALI PUTIH SOL PUTIH BERKOMBINASI BIRU MUDA MENYALA   I</title><content type='html'>Surabaya, 4 Februari 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekian tahun terdiam sepatu hitam bertali putih sol putih&lt;br /&gt;berkombinasi biru muda menyala itu.&lt;br /&gt;Di ufuk etalase toko megah itu aku berjongkok.&lt;br /&gt;Seakan melambai minta dihampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal harus dipaksa kerja untuk cari uang&lt;br /&gt;guna berupaya agar termilikilah sepatu pujaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ijabkan niatku bekerja di menguli bangunan menjadikan sebuah rumah&lt;br /&gt;di kota sebrang dekat taman kota yang agak rindang.&lt;br /&gt;Dan terkabul aku sebagai salah satu dari dua puluh kuli bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sesal dan kesal aku mengucur peluh periang.&lt;br /&gt;Kira-kira dua tahun baru selesai pembangunan rumah karena terhambat&lt;br /&gt;mahalnya material bahan baku membuat rumah.&lt;br /&gt;Nikmatnya tiada tara ketika kukantong honor terakhir, karena&lt;br /&gt;yang satu ini berlampir bonus pak mandor ditegalkan kerjaku baik dan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas kupulang memacu laju kaki ke toko sepatu.&lt;br /&gt;Mak!&lt;br /&gt;Harganya naik! Uangku kurang! Aku bengong bingung.&lt;br /&gt;Toleh kiri kanan bak ayam mabuk arak.&lt;br /&gt;Lantas kularikan tubuh ini ke rumah paklik berguna cari pinjaman&lt;br /&gt;barang dua ribu saja.&lt;br /&gt;Di rumah,&lt;br /&gt;paklik sedang pergi, dan bulik tak kuasa pinjammi uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kularikan tubuh ini ke rumah pakde berguna cari pinjaman&lt;br /&gt;barang dua ribu saja.&lt;br /&gt;Di rumah,&lt;br /&gt;pakde sedang sakit dan seluruh bea konsentrasi pada pakde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kularikan tubuh ini ke rumah pak RT berguna cari pinjaman&lt;br /&gt;barang dua ribu saja.&lt;br /&gt;Di rumah,&lt;br /&gt;pak RT merenungi nasib diri diPHK. Tak etis kalau pinjam uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kularikan tubuh ini ke rumah pak guru berguna cari pinjaman&lt;br /&gt;barang dua ribu saja.&lt;br /&gt;Di rumah,&lt;br /&gt;pak guru telah saja membeli sepeda baru, jadi uangnya agak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sat&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak asa hampir putus&lt;br /&gt;kularikan tubuh ini ke rumah adik berguna cari pinjaman&lt;br /&gt;barang dua ribu saja.&lt;br /&gt;Girang rianya adik punya, bersedia merela dipinjam barang&lt;br /&gt;dua ribu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kali aku menyeribu langkah ke toko sepatu.&lt;br /&gt;Tak pelak tiada terkira rianya&lt;br /&gt;saat sukses tergenggam&lt;br /&gt;sepatu hitam bertali putih, sol putih berkombinasi biru muda menyala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-7107932313986428004?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/7107932313986428004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=7107932313986428004' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7107932313986428004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7107932313986428004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/02/sepatu-hitam-bertali-putihsol-putih.html' title='SEPATU HITAM BERTALI PUTIH SOL PUTIH BERKOMBINASI BIRU MUDA MENYALA   I'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-5377030729791596297</id><published>2009-01-21T07:01:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T07:08:55.103-08:00</updated><title type='text'>SEMBELIT PERANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SXc53PebdzI/AAAAAAAAAMI/pxyd_qK_PoM/s1600-h/206753528_b1bbb1aa2d.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SXc53PebdzI/AAAAAAAAAMI/pxyd_qK_PoM/s320/206753528_b1bbb1aa2d.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293763508207056690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 21 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;desing jelaga peluru menyalak santun,&lt;br /&gt;menusuk nyeri perih di usus...&lt;br /&gt;atas demi nama apapun,&lt;br /&gt;logika perang tiada bagus!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-5377030729791596297?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/5377030729791596297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=5377030729791596297' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5377030729791596297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5377030729791596297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/01/sembelit-perang.html' title='SEMBELIT PERANG'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SXc53PebdzI/AAAAAAAAAMI/pxyd_qK_PoM/s72-c/206753528_b1bbb1aa2d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-8549491541186498374</id><published>2009-01-18T08:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T08:06:44.426-08:00</updated><title type='text'>DI DERMAGA MENGUKIR CINTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SXNTgyyX5cI/AAAAAAAAAMA/TQQqbopVq6E/s1600-h/sampit-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SXNTgyyX5cI/AAAAAAAAAMA/TQQqbopVq6E/s320/sampit-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292665809944438210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 30 Januari 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternampak satu ibu mengandung delapan bulan&lt;br /&gt;bersama menggandeng anaknya di sela gelombang pasang&lt;br /&gt;riuh rendah manusia pengungsian pada dermaga itu.&lt;br /&gt;Telah kehilanganlah sang pencari nafkah&lt;br /&gt;sehingga harus turut pergi merantau ke tanah tak tentu harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu nampak kusam keringat bercampur keluh.&lt;br /&gt;Debu berbaur air mata diseka titik gerimis hujan mengutuk hari-hari.&lt;br /&gt;Panas dingin hujan cerah berganti silih.&lt;br /&gt;Baju menempel di tubuh basah pun kering berhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertalu dentuman mesiu peluru beriring jelaga&lt;br /&gt;mesra makian teriakan laknat bergema hujatan&lt;br /&gt;melambai kepergian mereka ke rantau entah ke mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersimpuh ibu di pelataran pos penjagaan dermaga.&lt;br /&gt;Lelah letihlah ia berjalan membawa sang janin di perutnya.&lt;br /&gt;Berianglah bocahnya bertemu sebaya bersendau gurau&lt;br /&gt;tah tahu terjadi apa hari-hari mereka. Main, hanya bernyanyi, dan riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlama terbuai angin sepoi kantuk serang mata berperih.&lt;br /&gt;Terlelap di terik siang durjana itu.&lt;br /&gt;Tak sadar apa terjadi di arah kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba berbondong berjuta lelaki buas garang kekar&lt;br /&gt;kumis tebal membusung dada lebar badan legam&lt;br /&gt;lantam amarah gemuruh guncang bumi berpijak.&lt;br /&gt;Berjuta jumlah menggenggam pedang di kanan molotov di kiri.&lt;br /&gt;Berhambur para pengungsi tak perlu komando&lt;br /&gt;lari tunggang langgang selamatkan nyawa.&lt;br /&gt;Bahkan sang para aparat seribu langkah&lt;br /&gt;Jauhi serombongan buas liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu terjaga tiba-tiba tak kunjung tahu harus ke mana hendak&lt;br /&gt;langkah kaki membawa janin di perut dan sang bocah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ratusan insan dicabut nyawa ditebas hidupnya.&lt;br /&gt;Banjir darah mengalir deras melongsor pula tanah berpijak.&lt;br /&gt;Tangis menatap rintih pedih pilu meramu satu&lt;br /&gt;bersama gelombang pasang darah segar anyir memerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaranpun lalu menyerta&lt;br /&gt;mengucap harus segera hengkang dari tempat berlelap.&lt;br /&gt;Kesigapannya segera berucap untuk menyambar sang bocah&lt;br /&gt;berpaling dari bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa daya,&lt;br /&gt;sang ibu bertubuh ganda&lt;br /&gt;mustahil lepas dari cengkraman maut terkutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa upaya,&lt;br /&gt;terseok-seok larinya&lt;br /&gt;kala harus menggendong bocahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ditakdir,&lt;br /&gt;tanpa nasib bicara.&lt;br /&gt;Seorang tinggi kekar besar mencegat.&lt;br /&gt;Di depan mata menghardik bagai badai kecam ibu&lt;br /&gt;tersungkur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicabut pedang liar ganas bermata dua.&lt;br /&gt;Diacung-acungkan ke langit seraya bersumpah serapah&lt;br /&gt;menggelegar menghujat ibu tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditebasnya ke muka&lt;br /&gt;leher ibu.&lt;br /&gt;Diayun ke perut besar mengandung.&lt;br /&gt;Dicabik-cabikkan perut besar.&lt;br /&gt;Dikeluar paksakan jabang bayi.&lt;br /&gt;Janin lemas terangkat ke langit menjulang bersumpah serapah bangga&lt;br /&gt;ke tanah dihempaskan.&lt;br /&gt;Dan bersama geramnya,&lt;br /&gt;dilantak injak kepala janin menghambur darah merah segar&lt;br /&gt;gempar bagai magma lahar merah memuntah amis menusuk nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bocah berteguh mengerang tangis keras&lt;br /&gt;mungkin protes keras pada Pencipta semesata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bocah berteguh mengerang tangis keras&lt;br /&gt;tetap tak akan mengerti&lt;br /&gt;bahwa pembantaian itu semata karena&lt;br /&gt;beda warna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-8549491541186498374?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/8549491541186498374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=8549491541186498374' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8549491541186498374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8549491541186498374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/01/di-dermaga-mengukir-cinta.html' title='DI DERMAGA MENGUKIR CINTA'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SXNTgyyX5cI/AAAAAAAAAMA/TQQqbopVq6E/s72-c/sampit-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4094058431486705601</id><published>2009-01-14T07:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T07:15:07.092-08:00</updated><title type='text'>TAK ADA BERITA SEHARGA NYAWA!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SW4A4b-iRqI/AAAAAAAAAL4/Yu5_Ct3Jmok/s1600-h/tak+ada+berita+seharga+nyawa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 236px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SW4A4b-iRqI/AAAAAAAAAL4/Yu5_Ct3Jmok/s320/tak+ada+berita+seharga+nyawa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291167581789636258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar ditampar Dewi Jtv waktu liputan pembongkaran rumah Rabu (14/1) lalu. Tamparan syahdu itu terasa dalam di hati, apalagi sampe bawa-bawa Sandra, anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak &lt;/span&gt;usah berlebihan gitu, kamu bisa jatuh! Ingat anakmu, Mas!” teriak Dewi yang berjarak hanya 30 senti dari tempatku berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kami, beberapa jurnalis, rame-rame ambil gambar eskavator yang tengah menghancurkan bangunan dari atas sebuah atap. Atap rumah itu berbentuk flat, mungkin untuk menjemur pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir atap memang diberi pagar. Tapi keamanannya benar-benar tidak terjamin! Gilanya, aku naik ke atas pagar supaya gambarku bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Dewi berteriak dan menyebut anakku, kontan wajah Sandra terproyeksi jelas di depan mataku. Yang kelihatan waktu itu bukan eskavator yang meratakan bangunan, atau polisi yang tengah mengatur lalu lintas, tapi mimik muka Sandra yang sedang tertawa, nyegir, nangis, dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zap! Zap! Zap!&lt;br /&gt;Melintas bebas seperti slide foto yang dipampang proyektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jurnalis tv freelance sebangsaku, satu berita tanyang dihargai Rp 250.000,-. Kalau gak ada yang ditayangkan, berarti ya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak &lt;/span&gt;bayaran. Maka dari itu jurnalis sejenisku selalu berusaha dapat gambar yang bagus dan dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dikaplok &lt;/span&gt;Dewi, langkah selanjutnya adalah turun dari pagar yang kunaiki. Dan merelakan mukaku dicaci maki produser, korda (koordinator daerah), bahkan kabiro (kepala biro) andaikata gambarku jelek. Kalau dimarahi, aku punya argumen, tempatnya tidak memungkinkan untuk mengambil gambar bagus. Berbahaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trimakasih Dewi, Tuhan memberkatimu! Syalom elleikem wizr Jahhwe nazrm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4094058431486705601?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4094058431486705601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4094058431486705601' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4094058431486705601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4094058431486705601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/01/tak-ada-berita-seharga-nyawa.html' title='TAK ADA BERITA SEHARGA NYAWA!'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SW4A4b-iRqI/AAAAAAAAAL4/Yu5_Ct3Jmok/s72-c/tak+ada+berita+seharga+nyawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-2142735017382010720</id><published>2009-01-11T08:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-11T08:21:29.851-08:00</updated><title type='text'>DEMI CINTA</title><content type='html'>Surabaya, 11 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu ini sangat kasat mata kelihatan sekali berkerut rautnya,&lt;br /&gt;keriput lengannya, masih bercoba bertahan.&lt;br /&gt;Ibu ini kurus betul tubuhnya tipis,&lt;br /&gt;dengan laut uban di kepala,&lt;br /&gt;menghias wajah selalu pucat jadi hidupnya gamang.&lt;br /&gt;Anaknya masih tinggal satu sedang menggantung.&lt;br /&gt;Belum tuntas ilmunya, belum mentas hidupnya&lt;br /&gt;Ibu ini hancur hatinya,&lt;br /&gt;demi cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat yang anak ke pertama memuja kaya&lt;br /&gt;Selalu pasti menghamba harta hanya bumi&lt;br /&gt;Hasratnya bertahta gelimang bual&lt;br /&gt;Anak itu hirau dia pada cara&lt;br /&gt;asa jadi nyata mencengkeram lelaki&lt;br /&gt;Laki harta, Laki punya&lt;br /&gt;Laki kaya, Laki hampa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu kini ada yang kecil,&lt;br /&gt;sebiji wijen sudah keluar.&lt;br /&gt;Tak sudi membelai apalagi menimang.&lt;br /&gt;Enggan cinta, bantah peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saja menggendong siang&lt;br /&gt;Selembar, sereceh, sepeser …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu timang kala terang&lt;br /&gt;Sepeser, selembar, sereceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu mau memburuh terpaksa di anak sendiri&lt;br /&gt;jadi keset menantu&lt;br /&gt;jelma kain pel anak-menantu&lt;br /&gt;siap jilati borok anak sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gemetar tangan ibu menguras keringat,&lt;br /&gt;sekeping uang durjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu ini hati badan mata kepala lutut&lt;br /&gt;hatinya hancur berserak serpih&lt;br /&gt;Demi cinta …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;maaf teman, kusayat punggungmu. kisah ibu memang benar ada...&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-2142735017382010720?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/2142735017382010720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=2142735017382010720' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2142735017382010720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2142735017382010720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/01/demi-cinta.html' title='DEMI CINTA'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4674759836751787619</id><published>2009-01-07T06:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T06:58:48.415-08:00</updated><title type='text'>JEJAK TERSAPU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SWTDFfWzS9I/AAAAAAAAALY/f_9kCxT2o8w/s1600-h/baksos-polwan-4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SWTDFfWzS9I/AAAAAAAAALY/f_9kCxT2o8w/s320/baksos-polwan-4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288566361523702738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 8 Januari 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rayapan ombak Selatan balik ke laut,&lt;br /&gt;Di batasan dasar laut dan pasir kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertanam jejak kaki jejak-jejak kaki&lt;br /&gt;Terpana jelas dua relief telapak.&lt;br /&gt;Berbaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desir ombak kian menyapu&lt;br /&gt;Ombak besar-ombak kecil&lt;br /&gt;Panas surya menghangat angin&lt;br /&gt;melena tubuh berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertanam jejak kaki jejak-jejak kaki&lt;br /&gt;Terpana jelas dua relief telapak.&lt;br /&gt;Berbaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beriringan, tiga&lt;br /&gt;Sirna diombak&lt;br /&gt;Berurutan sejenak&lt;br /&gt;Lenyap dirayap ombak ke laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kian berjalan kepala mencongak&lt;br /&gt;Kepala tak mata perhati di belakang.&lt;br /&gt;Mata tak dikacau jejak musnah&lt;br /&gt;Jejak sirna melulu tak dalam&lt;br /&gt;Tak dalam hati tumpul&lt;br /&gt;Hati mati jiwa berhampa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4674759836751787619?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4674759836751787619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4674759836751787619' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4674759836751787619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4674759836751787619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/01/jejak-tersapu.html' title='JEJAK TERSAPU'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SWTDFfWzS9I/AAAAAAAAALY/f_9kCxT2o8w/s72-c/baksos-polwan-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-8956250163891217379</id><published>2009-01-04T02:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T02:45:15.337-08:00</updated><title type='text'>UPAH JURNALIS Rp 2,7 JUTA BEBAS SUAP!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SWCS_eInliI/AAAAAAAAALQ/p_fXcg5E8-c/s1600-h/uplay+27.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SWCS_eInliI/AAAAAAAAALQ/p_fXcg5E8-c/s320/uplay+27.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287387581651588642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cukup menyedihkan melihat hasil survey yang kami—Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya—lakukan. Kami menemukan, masih ada perusahaan media yang mengupah wartawannya sebesar Rp 300.000,-. Busyet! Dengan uang segitu apa di Surabaya, dia bisa bertahan berapa hari ya? Uang Rp 50.000,- saja bisa habis dalam sehari. Terus kalau dia menerima “amplop” ya nggak heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, Divisi Serikat Pekerja AJI Surabaya melakukan survey upah layak (uplay) minimun jurnalis terhadap wartawan yang bersatus karyawan tetap sebagai responden. Media tersebut masuk kriteria yang kami anggap cukup kredibel di masyarakat, berkantor tetap, punya wartawan, dan terbit/ siaran secara rutin. Karywan tetap memiliki hak-hak industrial yang jelas dan diatur dalam Undang-undang No 13 tahun 1999 tentang Ketenagakerjaan. Akhirnya kami temukan 25 media, dan mensurvey 30 jurnalis. Mengapa hanya 30?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada aturan ilmiah mengenai survey. Dari sebuah media, kami harus tahu dulu berapa jumlah wartawan tetapnya. Lalu kami mengambil sampling dengan rumus yang sudah ada. Tapi kenyataan tidak seindah mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemilik media tidak membiarkan kami mengetahui kekuatan mereka. Apalagi sampai berapa upah yang mereka berikan untuk masing-masing wartawannya. Akhirnya kami memodifikasi teknis survey tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalis yang kami survey adalah mereka yang baru dipekerjakan, melakukan liputan, dan dibayar. Ditemukan jumlah 30 jurnalis sebagai responden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Questionaire mirip survey upah minimum buruh. Serupa tapi tak sama. Sebut saja item “minuman selama liputan” dan “komunikasi (pulsa/ internet)”. Butir-butir ini cukup identik dengan dunia jurnalistik. Selain itu adalah biaya sandang yang jauh lebih tinggi dibanding yang dianggarkan buruh pabrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya anggaran sepatu wartawan sebesar Rp 200.000,-. Jumlah ini cukup masuk akal, mengingat para wartawan butuh penampilan yang dapat meyakinkan narasumber, bahwa kami adalah representasi dari media tempat kami bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengolah data, UPAH LAYAK MINIMUM JURNALIS SURABAYA:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rp 2.741.673,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyurvey harga pasar, kami juga membuat kisaran upah jurnalis berdasarkan media.&lt;br /&gt;Cetak     Rp    700.000,-  s/d  Rp 1.650.000,-&lt;br /&gt;Televisi  Rp    300.000,-  s/d  Rp 1.200.000,-&lt;br /&gt;Radio     Rp    730.000,-  s/d  Rp 1.500.000,-&lt;br /&gt;Online    Rp    700.000,-  s/d  Rp 1.250.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besaran uplay Rp 2.741.673,- belum termasuk berbagai asuransi yang harus dimiliki jurnalis dengan pemenuhan dari perusahaan. Kami juga sadar bahwa hasil survey ini masih banyak kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya, dengan jumlah tersebut, ternyata para jurnalis masih belum bisa:&lt;br /&gt;1. mengadakan biaya perawatan dan mengganti oli sepeda motornya (kendaraan favorit&lt;br /&gt;   jurnalis).&lt;br /&gt;2. beli kipas angin untuk kamar kos sehingga harus rela berpanas-panasan&lt;br /&gt;3. beli tv dan radio untuk tetap mengikuti perkembangan berita&lt;br /&gt;4. membeli laptop&lt;br /&gt;atas dasar hal tersebut, AJI Surabaya merasa perlu mengadakan survey lanjutan untuk tahun 2010 depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar uplay 2009 terwujud, kami akan melakukan serangkaian roadshow ke sejumlah media. Selain itu kami juga mendesak para jurnalis untuk segera membentuk serikat pekerja. Serikat pekerja penting dalam memperjuangkan hak-hak jurnalis.&lt;br /&gt;(baca juga: http://www.ajisurabaya.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOLAK SUAP!&lt;br /&gt;HIDUP JURNALIS JUJUR!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-8956250163891217379?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/8956250163891217379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=8956250163891217379' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8956250163891217379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8956250163891217379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2009/01/upah-jurnalis-rp-27-juta-bebas-suap.html' title='UPAH JURNALIS Rp 2,7 JUTA BEBAS SUAP!'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SWCS_eInliI/AAAAAAAAALQ/p_fXcg5E8-c/s72-c/uplay+27.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-8731705563766805143</id><published>2008-12-28T01:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T20:07:24.473-08:00</updated><title type='text'>MERAJAH DARAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SVdMhtWFLnI/AAAAAAAAAKg/XGBBrhAX6Zk/s1600-h/merajah+darah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SVdMhtWFLnI/AAAAAAAAAKg/XGBBrhAX6Zk/s320/merajah+darah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284776829734170226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 22 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebatang hari kumelayang di dunia berjuta nuansa&lt;br /&gt;Manjakan jemari puaskan nikmati kembang bermekar&lt;br /&gt;Berbaju nafsu berdecak jantung ujung lidah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan aku merambat rayapi jelujur tubuh&lt;br /&gt;si kembang di jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerayang jemari lentiknya merasukku&lt;br /&gt;Tak kuasa menetes aku berliur&lt;br /&gt;duduk tenang tiada&lt;br /&gt;nafas kubertahan&lt;br /&gt;panas menyeruak lutut ke ujung dahi kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin aku si kembang kegelian pula&lt;br /&gt;Vibrasinya ketara terasa saat dilaju teras maya&lt;br /&gt;Sengal birahinya tercium meski berkilo meternya&lt;br /&gt;Aroma desahan diujarnya&lt;br /&gt;Resah!&lt;br /&gt;Nafas kembang sudah basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera kuhentak dering di sana&lt;br /&gt;Suara lentik mirip kutahu&lt;br /&gt;Kini darahku menyulut-nyulut&lt;br /&gt;Degub-derab jantung berpacu birahiku&lt;br /&gt;Rayu mengalun mengecup halus&lt;br /&gt;lembut meraba tiap jengkalan&lt;br /&gt;membangkit memerah kobar dengus asmara&lt;br /&gt;jilatan api membahana pusaran gelora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupacu kuda henti tak&lt;br /&gt;Angin kuhempas sorot menggila&lt;br /&gt;Bertalu hasrat menggebu nyala matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat bersarang pada ruang bersejuk&lt;br /&gt;Kuluruh dulu debu muka di tangan pada kaki kuseka&lt;br /&gt;Menunggu kembang bertandang&lt;br /&gt;Tak ada tenang birahi gemuruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala hening riuh bertalu&lt;br /&gt;Waktu detik terjeda&lt;br /&gt;Ketuk lembut aroma penuh nafsu&lt;br /&gt;Menohok genderang telinga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejolak bangkit menggelegar&lt;br /&gt;Tapak menelapak perlahan&lt;br /&gt;Detum kencang jantung memompa&lt;br /&gt;Ketika kaki menapak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutunggu ragu hendakkan raih kembang&lt;br /&gt;Kupastikan dulu tirai buka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata siaga menyalak!&lt;br /&gt;Hati tiba pecah tiba buyar&lt;br /&gt;Lutut ini seperti meretas lepas persendi&lt;br /&gt;Ingin kupancung &lt;br /&gt;Meledak kepalaku mestinya ini&lt;br /&gt;Baiknya kuhunus pedang dalam dadaku saja&lt;br /&gt;Hancur kusaksi sendiri&lt;br /&gt;Tak mungkin pastinya bercinta nafsu mengulum birahi dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adik sendiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-8731705563766805143?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/8731705563766805143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=8731705563766805143' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8731705563766805143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8731705563766805143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/12/merajah-darah.html' title='MERAJAH DARAH'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SVdMhtWFLnI/AAAAAAAAAKg/XGBBrhAX6Zk/s72-c/merajah+darah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-5281783161843611133</id><published>2008-12-25T18:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T18:51:16.497-08:00</updated><title type='text'>SATE SUGENG BERANTAKAN</title><content type='html'>Surabaya, 25 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang ini sudah disimpan rapi dari 2 purnama lalu&lt;br /&gt;Mereka hendaknya mau ganyang sate ayam pesta nikmat&lt;br /&gt;Aku tahu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugeng tengah baya mengayuh rengat sepedanya keliling Surabaya mendidih&lt;br /&gt;Melotot kotakan biru kuning,&lt;br /&gt;melongok ban kuping depan pagar,&lt;br /&gt;menyelam pada debu bunga jalan&lt;br /&gt;Aku tahu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selembar, selumbar, sebiji, setali, segebok, selonjor, seikat, sekarung, segunung&lt;br /&gt;Itu kardus bersanding ini gelombang seng&lt;br /&gt;Seikat botol plastik setali koran renta&lt;br /&gt;Sekoli sepeda karat bertumpuk sepatu sol terhias debu&lt;br /&gt;Satu tetes seribu Sugeng simpan di kaleng&lt;br /&gt;Dua teguk puluh ribu untuk kaleng&lt;br /&gt;Gelintiran bebutir ratusan kepada kaleng saja&lt;br /&gt;Aku tahu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugeng sekawan sepakat tunda nasi bertautan lauk&lt;br /&gt;sekelompokan Sugeng yakin mau pertahan lapar sedikit lama&lt;br /&gt;Aku tahu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini malamnya mereka yang tunggui sekala dua kali rembulan bundar lalu&lt;br /&gt;Sugeng lengkap baru saja berlutut pada teras Agung&lt;br /&gt;Sugeng bergandengan menyila Sang Segala bertandang&lt;br /&gt;Sugeng dan kelengkapannya beria bahagia in malamnya&lt;br /&gt;Aku tahu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kekasih itu Raja bersenda menyusur jalan gurau menerang malam terkudus&lt;br /&gt;Para Sugeng mampir jenak pada bakul sate ayam terlezat di sebelah di pertigaan di jalan&lt;br /&gt;Beli 20 sate ayam lelumur kacang giling berkecap enak&lt;br /&gt;Tambahannya 4 nasi putih baru masak, bersalut daun pisang harum&lt;br /&gt;Sugeng-Sugeng kembali canda iringi tapak pulang&lt;br /&gt;Aku tahu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalur itu, lajur orang berjalan&lt;br /&gt;Luncur maha gajah limbung agaknya menyerta&lt;br /&gt;Berdecit hiasi saling silang upaya menjejak&lt;br /&gt;Tiada bisa daya, tiada bisa upaya, tiada bisa hela&lt;br /&gt;Aku tahu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Sugeng!&lt;br /&gt;Ditampar maha gajah dari selatan&lt;br /&gt;Tertumbuk bebatu gemercik&lt;br /&gt;Digilas maha aspal jalan raya&lt;br /&gt;Tergiling raja roda sepuluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejerit kaget massa gelimpang&lt;br /&gt;Meraung lolong sekawan sekitar&lt;br /&gt;Menghardik dasyat gagap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak nampak lagi yang Sugeng&lt;br /&gt;Tak beda lagi mana 2 anaknya cinta&lt;br /&gt;Tak nyata pula istrinya terkasih&lt;br /&gt;Kececeran jua otaknya&lt;br /&gt;Hambur ruah darah dan limpa&lt;br /&gt;Rombak pula jenjang kaki lentik jemari&lt;br /&gt;Mmeburai hebat relung dada&lt;br /&gt;Porak wajah poranda bokong&lt;br /&gt;Bukan lagi mandi darah,&lt;br /&gt;samudra merah air bah&lt;br /&gt;Satenya ayam enak berantakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pestanya hening bertabur damai&lt;br /&gt;Malam ini kudus sungguh&lt;br /&gt;Malam ini suci benar&lt;br /&gt;Sugeng barusan mohon damai hati tulus&lt;br /&gt;Berjuang hidup pada karang culas&lt;br /&gt;Aku pengantar para Sugeng sowan Sang Maha&lt;br /&gt;Aku jagai Sugeng-Sugeng jalan bertamu di rumah Maha Damai&lt;br /&gt;Aku kawalkan Sugeng istri 2 anak jadi warga Damai Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-5281783161843611133?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/5281783161843611133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=5281783161843611133' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5281783161843611133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5281783161843611133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/12/sate-sugeng-berantakan.html' title='SATE SUGENG BERANTAKAN'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-8734215046963050039</id><published>2008-12-16T22:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T02:35:42.384-08:00</updated><title type='text'>AKU BENCI NATAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SUieoXlDILI/AAAAAAAAAJY/_5nrG2_fvBk/s1600-h/aku-benci-natal.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SUieoXlDILI/AAAAAAAAAJY/_5nrG2_fvBk/s320/aku-benci-natal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280644979453272242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 25 Desember 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang itu terjadi lagi sesaat hampir menjelang&lt;br /&gt;kami semua harus berangkat ke pesta ulang tahun seorang Sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlombaan memaki dimulai lagi.&lt;br /&gt;Petandingan hujatan tak terelakkan.&lt;br /&gt;Perabot beterbangan melintas di atas kepala kami.&lt;br /&gt;Meja berdentum keras digempar angkara.&lt;br /&gt;Kursi-kursi makan tak elak lagi berserak serpih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemari pajangan binasa ditendang kepingan kaca berhambur.&lt;br /&gt;Kipas angin di ruang tamu, melesat menembus pintu depan.&lt;br /&gt;Tivi 21 inch sudah tembus layarnya oleh linggis mengepul asap legam.&lt;br /&gt;Guci-guci keramik telah tak beda mana Jogja mana Plered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan lentik itu tak kusangka menyambar ganas kedua sisi muka pria itu&lt;br /&gt;Kepalan kekar besar itu melayang dasyat mampir di mata kiri penampar.&lt;br /&gt;Bibir lelaki itu menetes darah.&lt;br /&gt;Perempuan itu terkulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki kekar itu keluar,&lt;br /&gt;tunggangi kuda besi, berhambur.&lt;br /&gt;Hengkang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu perlahan bertegak,&lt;br /&gt;terhuyung.&lt;br /&gt;Keluar pagar bak angin tak arah kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersembunyi ketakutan di pojok di balik meja besar itu&lt;br /&gt;tiada yang aku buat dapat.&lt;br /&gt;Menitik air mata dengan pandangan nol pucat&lt;br /&gt;air muka kosong menggigil kencang.&lt;br /&gt;Adik 6 bulan di pelukku&lt;br /&gt;menangis keras serak parau parahkan suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu,&lt;br /&gt;mereka berkelahi lagi&lt;br /&gt;Mereka perang dengan buasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu&lt;br /&gt;pertempuran terkutuk ganas binatang&lt;br /&gt;paling sangat brutal menakutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepagi hingga malam itu&lt;br /&gt;nafas tersengal-sengal&lt;br /&gt;kami dibunuh&lt;br /&gt;ditikam&lt;br /&gt;dicabik&lt;br /&gt;orang tua sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu,&lt;br /&gt;tiga puluh delapan tahun lalu,&lt;br /&gt;hari kami harus ke pesta ulang tahun Sahabat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari hari,&lt;br /&gt;maaf Teman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku benci Natal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-8734215046963050039?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/8734215046963050039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=8734215046963050039' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8734215046963050039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8734215046963050039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/12/aku-benci-natal.html' title='AKU BENCI NATAL'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SUieoXlDILI/AAAAAAAAAJY/_5nrG2_fvBk/s72-c/aku-benci-natal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-8195918632875427406</id><published>2008-12-06T02:12:00.002-08:00</published><updated>2008-12-06T02:17:22.740-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/STpRF2cMeUI/AAAAAAAAAJA/w_Kq_ZMmApE/s1600-h/forever+friend+award.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/STpRF2cMeUI/AAAAAAAAAJA/w_Kq_ZMmApE/s320/forever+friend+award.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276619074372925762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kok nggak yakin klo Anda nggak punya teman. Apakah teman di kampung, teman satu kerjaan, teman sekantor, teman kencan, atau bahkan teman makan (alias krupuk hehehehe). Pokoknya teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award "forever friend" saya persembahkan untuk para blogger yang aktif &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nge&lt;/span&gt;blog. Bagi yang merasa memenuhi kriteria tersebut, silakan diambil dengna cara apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, Tuhan selalu memberkati usaha baik kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-8195918632875427406?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/8195918632875427406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=8195918632875427406' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8195918632875427406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/8195918632875427406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/12/saya-kok-nggak-yakin-klo-anda-nggak.html' title=''/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/STpRF2cMeUI/AAAAAAAAAJA/w_Kq_ZMmApE/s72-c/forever+friend+award.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4919586664701384625</id><published>2008-12-06T02:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-06T02:10:54.345-08:00</updated><title type='text'>KEMBALI</title><content type='html'>Surabaya, 5 Desember 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mulai kutapakkan indera berjalan&lt;br /&gt;di terowongan ini,&lt;br /&gt;dengan tak sadar kebijaksanaan berpaling telah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat langkah-langkahku membawa&lt;br /&gt;jauh di tengah terowongan,&lt;br /&gt;tidak tampak lagi kedewasaan menyerta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah jauh masuk terowongan ini,&lt;br /&gt;baru aku sadar aku sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mata terbuka untuk kembali harus.&lt;br /&gt;Rasa belum terlambat,&lt;br /&gt;meski tubuh terkoyak tercabik pedang berkarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap lihat cahaya setitik.&lt;br /&gt;Terang diremang&lt;br /&gt;belum nampak benderang.&lt;br /&gt;Yakin di lubuk jiwa kan jumpa Sang Sinar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4919586664701384625?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4919586664701384625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4919586664701384625' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4919586664701384625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4919586664701384625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/12/kembali.html' title='KEMBALI'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-3881967951342125254</id><published>2008-11-25T03:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T00:13:42.597-08:00</updated><title type='text'>Tak Perlu Larang Jurnalis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SS0FBSW-DDI/AAAAAAAAAII/aYWK62ppkLc/s1600-h/lapo+ae.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 86px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SS0FBSW-DDI/AAAAAAAAAII/aYWK62ppkLc/s320/lapo+ae.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272876258386906162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini marak kejadian menyedihkan yang menimpa jurnalis kita. Mulai dari statemen Kapolda Sulselbar Irjen Pol. Sisno Adiwinoto yang mendorong semua pihak untuk melaporkan kepada polisi terhadap hasil karya jurnalistik para jurnalis yang tidak berkenan. Pernyataan ini jelas-jelas bertentangan dengan Undang-undang nomor 40 tahun 1999 yang juga sekaligus menerangkan tentang mekanisme hak jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut undang-undang tersebut, seseorang atau sebuah institusi yang merasa pemberitaan tidak sesuai fakta, bisa meminta hak jawab pada media tersebut. Hak jawab memuat klarifikasi dari narasumber yang merasa dirugikan atas pemberitaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang-undang itu jelas-jelas disebutkan, sengketa jurnalistik tidak bisa masuk pada ranah kriminalitas melainkan murni jurnalistik. Untuk itu penyelesaiannya juga harus proporsional. Luka tertusuk peniti, tidak perlu kemo terapi kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang, tepatnya pada Sabtu (22/11) malam, terjadi insiden memalukan yang dilakukan oleh seorang oknum polisi terhadap seorang jurnalis televisi di Surabaya. Dalam peristiwa penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Dharmawangsa, terjadi penangkapan 2 mahasiswa oleh polisi lalu lintas Polres Surabaya Timur. Saat penangkapan, mahasiswa sempat dipukul oleh oknum polisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nico Leopold, koresponden Trans TV mengambil gambar tersebut, si oknum tadi menampar kamera Nico. Nico dan jurnalis lain berusaha bertanya pada itu si oknum, mengapa ia menampar kamera Nico. Sayang, hingga Minggu (23/11) malam para jurnalis belum mendapat jawaban apapun dari oknum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya hanya ingin menanyakan, mengapa dia menampar kamera saya.” ungkap Nico dengna nada kesal saat melapor insiden ini pada AJI Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui, menghalang-halangi jurnalis dalam melakukan peliputan, melanggar pasal 18 UU 40 / 1999 tentang Pers. Hukumannya cukup “menggiurkan”, penjara maksimal 2 tahun atau denda setengah milyar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Anda juga harus maklum pada SDM yang dimiliki Polisi. Ada yang lulusan Sarjana, SMA, bahkan SMP.” kilah AKP Hartoyo, Kasat Reskrim Polres Surabaya Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang korban kekerasan terhadap jurnalis, saya mengajak teman-teman jurnalis untuk selalu berhati-hati dalam setiap melaksanakan tugas peliputan. Kita juga harus wapada terhadap kemungkinan terjadinya chaos atau keributan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma lama menyebutkan, daerah teraman jika terjadi kericuhan adalah di belakang barikade polisi. Tapi nampaknya hal itu sudah tidak relevan lagi. Sebab beberapa pihak yang terlibat bentrok dengan polisi atau petugas keamanan, kini sudah berani melawan dengan cara apapun. Termasuk melempar batu (mungkin juga granat kalau punya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang belum punya pengetahuan tentang safety jounalist, tapi dari pengalaman di lapangan, setidaknya kita bisa melakukan pemetaan daerah mana yang kiranya aman untuk mengambil gambar. Apa perlu berada di tempat yang lebih tinggi atau mengenakan pelindung tubuh? Itu semua harus kita pikirkan sebelum liputan. Bukan saat berada di TKP dan hendak mengambil gambar. Jika itu terjadi, bisa saja kita berpredikat “jurnalis tak peka TKP”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman UU 40 / 1999 tentang Pers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sungguh sangat menyesalkan tindakan oknum yang melakukan penamparan (atau apalah namanya) pada Nico. Polisi yang seharusnya menegakkan Undang-undang tersebut, malah memilih menjadi pelanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa saja yang termasuk dalam butir pelarangan meliput?&lt;br /&gt;“Bahkan menutupi lensa kamera saja, termasuk menghalang-halangi pekerjaan jurnalis saat meliput.” kata Andreas Wicaksono, anggota AJI Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan jurnalis adalah menyajikan rangkaian fakta menjadi sebuah karya jurnalistik yang kemudian disajikan untuk keperluan masyarakat. Jurnalis adalah wakil masyarakat. Pasti tidak mungkin SBY memberi keterangan pada seluruh rakyat Indonesia. Maka jurnalis mewakili masyarakat hadir dalam event tersebut untuk mendapatkan fakta-fakta faktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika jurnalis dihalang-halangi dan dilarang meliput sebuah peristiwa, maka secara langsung hal itu menghalangi masyarakat mendapatkan sebuah kebenaran. Apa Anda mau dilarang tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum tentu juga sebuah persitiwa yang diliput akan dimuat di media tempat jurnalis itu bekerja. Bisa saja karena nilai beritanya kurang, berita itu tidak dimuat/ ditayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika berita itu dimuat di media dan ternyata tidak sesuai kenyataan, narasumber bisa meminta ruang untuk sebuah hak jawab. Hak jawab merupakan hak masyarakat. Jika masalah terus bergulir, silakan melaporkan media tersbut pada Dewan Pers. Bukannya melaporkan ke Polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Physically, pisau bisa membunuh Anda. Apakah tulisan bisa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-3881967951342125254?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/3881967951342125254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=3881967951342125254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3881967951342125254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3881967951342125254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/11/tak-perlu-larang-jurnalis.html' title='Tak Perlu Larang Jurnalis'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SS0FBSW-DDI/AAAAAAAAAII/aYWK62ppkLc/s72-c/lapo+ae.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-2463166333893833493</id><published>2008-11-16T00:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T02:23:45.004-08:00</updated><title type='text'>Gatot Emje Pembuat Sketsa Wajah Amrozi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SSKXmbfGGEI/AAAAAAAAAGw/fAO8G6sG8Ww/s1600-h/gatot+emje.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SSKXmbfGGEI/AAAAAAAAAGw/fAO8G6sG8Ww/s320/gatot+emje.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269941200445904962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak pihak yang puas atas tuntasnya kasus bom Bali 1, seorang kartunis Surabaya termasuk salah satunya. Gatot Mudjito alias Gatot alias Gatot Emje alias Pak Gem, terlibat dalam tim investigasi bom Bali 1. Gatot terlibat sebagai pembuat sketsa wajah dua orang yang saat itu diduga kuat sebagai dalang tewasnya ratusan orang. Keahlian Pak Gem dimanfaatkan polisi dalam mengungkap salah satu kasus terorisme terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kerutan wajah tuanya, Pak Gem tak kehilangan rasa humornya, seperti yang terpapar pada kartun-kartunnya. Ia tetap ceria di usianya yang mulai senja menginjak 61 tahun. Ingatannya masih tajam setajam goresan tintanya menyorot problem sosial yang terjadi di tanah air dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peristiwa yang tidak bisa lepas dari ingatannya adalah ledakan bom di Bali. Betapa tidak kakek empat cucu ini tidak pernah membayangkan akan terlibat dalam mengungkap dan turut menuntaskan kasus nasional bertaraf internasional itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah bom menewaskan 200 orang lebih di Paddy’s Café dan Sari Club, Bali, tim Polda Jatim menjemput mantan kartunis harian sore Surabaya Post ini menuju Bali. Gatot tiba di sebuah hotel di Bali jam 6 sore. Ia dipertemukan dengan seorang saksi yang menurut polisi melihat orang yang dianggap mencurigakan tampak lalu lalang di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara) sebelum bom meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatot yang OD (Out Dewe) dari ASRI, Akademi Seni Rupa Indonesia, ini terkekeh ketika mengingat lelahnya saat membantu polisi membuat sket. “Saya kerja 6 jam membuat sket. Orang pertama yang kemudian saya tahu namanya Amrozi selesai dalam 4 jam.” kenang Gatot. Pembuatan sket dilanjut tanpa istirahat. Ia dihadapkan dengan saksi lain untuk membuat sket wajah seorang lagi yang agak gemuk. Belakangan ia baru tahu kalau ia membuat sket wajah Idris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang khas dari Amrozi adalah mukanya lonjong, mata cekung, rambut panjang. Kalau Idris agak gemuk. Paling sulit membuat mata, tapi akhirnya berhasil juga. Hehehe” kata Gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu berselang, Amrozi benar-benar tertangkap. Tim Polda Jatim kembali menjemputnya untuk lagi-lagi membuat sket wajah. Gatot mengaku kaget ketika melihat saksi yang akan memberikan keterangan padanya untuk membuat sket, ternyata adalah Amrozi. Sejenak ia mengaku canggung. “Apa dia mau bicara ya? Dia kan tersangka utama.” kisah Gatot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengalamannya membantu Polisi sejak tahun 80an, ia mulai membuat sket wajah Idris, seperti yang ia lakukan di Bali, dengan menanyai Amrozi. Menurut Gatot, Amrozi tidak banyak bicara, tapi memberi keterangan dengan tepat. Buktinya setelah sket selesai, hasilnya tidak jauh beda dengan yang ia buat di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Amrozi Cs telah dieksekusi dan kasus bom Bali 1 dinyatakan ditutup, Gatot salah satu orang yang bernafas lega. Meski tidak dapat melupakan momen membanggakan itu—membantu polisi mengungkap kasus keji itu—namun Gatot Mudjito alias Gatot alias Gatot Emje alias Pak Gem enggan mengingat-ingat wajah Amrozi. Ia berusaha keras melupakan sketsa yang pernah ia buat, maupun wajah asli Amrozi terpampang luas di media massa nasional dan internasional. “Wah saya sudah lupa tuh.” lanjutnya sambil terkekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bangga menyelimuti laki-laki tua yang murah senyum ini. Ia patut berbesar hati karena goresannya mampu membantu mengangkat martabat bangsa Indonesia di panggung internasional, karena berhasil menangkap pelaku terorisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-2463166333893833493?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/2463166333893833493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=2463166333893833493' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2463166333893833493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2463166333893833493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/11/gatot-emje-pembuat-sketsa-wajah-amrozi.html' title='Gatot Emje Pembuat Sketsa Wajah Amrozi'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SSKXmbfGGEI/AAAAAAAAAGw/fAO8G6sG8Ww/s72-c/gatot+emje.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-2469743503261020346</id><published>2008-11-14T00:02:00.001-08:00</published><updated>2008-11-14T00:04:10.568-08:00</updated><title type='text'>SUMPAH IBLIS</title><content type='html'>Surabaya, 16 November 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SR0wqvENbWI/AAAAAAAAAGg/GZdlM1vQEPQ/s1600-h/sumpah+iblis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SR0wqvENbWI/AAAAAAAAAGg/GZdlM1vQEPQ/s320/sumpah+iblis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268420649840110946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, Iblis hamba neraka,&lt;br /&gt;kali pertama menangis melihat ulah manusia&lt;br /&gt;mengiris jantung saudaranya&lt;br /&gt;menyayat lidah tetangganya&lt;br /&gt;menggorok tenggorokan temannya&lt;br /&gt;mencacah perut gurunya&lt;br /&gt;merampok rumah ibadah&lt;br /&gt;menjarah kebanggaan&lt;br /&gt;meruntuh tempat bersujud&lt;br /&gt;menohok tunas kerabat dekatnya&lt;br /&gt;melahap yang betul-betul melahap&lt;br /&gt;darah lawan tak berdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, Setan laskar neraka,&lt;br /&gt;kali pertama miris menyaksi bangganya&lt;br /&gt;manusia sembunyi berselimut&lt;br /&gt;kain dua warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kali pertama enggan melihat nikmatnya&lt;br /&gt;manusia melahap usus korbannya&lt;br /&gt;dimasak mimakan bersama&lt;br /&gt;dikata rasa asli segurih madat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, Berkasak pengacau dunia,&lt;br /&gt;kali pertama muak melihat&lt;br /&gt;keperkasaan jantan manusia tutupi&lt;br /&gt;sejarah hitam bangsa&lt;br /&gt;tuduh sejawat paling tanggung atas jawab peristiwa&lt;br /&gt;terjadi nusantara lolong berpilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, Jin benteng pertahanan neraka,&lt;br /&gt;kali pertama merasa tertandingi&lt;br /&gt;aksi manusia berbangga menyeringai riang&lt;br /&gt;bermata putih menombak dada wanita tua disaksi cucu&lt;br /&gt;balita menangis serak suara daya tiada bersimpuh&lt;br /&gt;air mata lumuri pertiwi meronta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, segenap hamba neraka raya,&lt;br /&gt;berani bersumpah demi raja junjungan kami&lt;br /&gt;bahwa kami belum pernah diperintah&lt;br /&gt;menghasut manusia berkeji raja tega&lt;br /&gt;seperti yang kami saksikan baru saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sambas – Ambon – Timor Leste&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-2469743503261020346?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/2469743503261020346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=2469743503261020346' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2469743503261020346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2469743503261020346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/11/sumpah-iblis.html' title='SUMPAH IBLIS'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SR0wqvENbWI/AAAAAAAAAGg/GZdlM1vQEPQ/s72-c/sumpah+iblis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-5826504408826181589</id><published>2008-11-13T23:59:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T00:04:47.760-08:00</updated><title type='text'>AKULAH BINATANG</title><content type='html'>Surabaya, 24 November 1998&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SR0wKMW5uXI/AAAAAAAAAGY/M58XtP2E6-s/s1600-h/akulah+binatang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SR0wKMW5uXI/AAAAAAAAAGY/M58XtP2E6-s/s320/akulah+binatang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268420090767456626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku riang gegap gempita ketika kudengar kabar&lt;br /&gt;ada yang tertumbuk di sana.&lt;br /&gt;Aku rasa senangbukan kepalang saat berita tersiar&lt;br /&gt;ada yang terhujam bayonet di sana.&lt;br /&gt;Sekali lagi aku gembira waktu laporan bicara&lt;br /&gt;ada yang dihujani gebukan buluh rotan di sana&lt;br /&gt;Aaaah….. betapa hiburan yang romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah raksasa.&lt;br /&gt;Siluman bertubuh besar, gergasi berambut api,&lt;br /&gt;bertanduk sembilan.&lt;br /&gt;Rautku bengis seram merah padam&lt;br /&gt;dengan taring-taringku runcing ganas buas menyeringai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah binatang.&lt;br /&gt;Selalu lapar daging segar manusi&lt;br /&gt; dan darahnya yang merah menggiurkan.&lt;br /&gt;Senantiasa haus akan tangis manusia&lt;br /&gt;yang memohon belas kasihanku.&lt;br /&gt;Aku selalu rakus untukmenghisap sumsum&lt;br /&gt;dan otak manusia yang anyir nan lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku bagaikankarang ini,&lt;br /&gt;tak akan ada yang bisa menghentikan untuk selalu menggocoh.&lt;br /&gt;Amukanku bak topan badai ini,&lt;br /&gt;akan menyingkirkan semua pembendung congkakku.&lt;br /&gt;Nafsuku yang sekeras baja ini,&lt;br /&gt;tak akan ada yang menerobos tembus.&lt;br /&gt;Kakiku yang sedasyat letusan Krakatau,&lt;br /&gt;selalu siap melantak segala penghalang nafsuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah Raksasa!&lt;br /&gt;Akulah Binatang!&lt;br /&gt;Ha Ha Ha&lt;br /&gt;Ha Ha Ha&lt;br /&gt;Ha Ha Ha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-5826504408826181589?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/5826504408826181589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=5826504408826181589' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5826504408826181589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5826504408826181589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/11/akulah-binatang.html' title='AKULAH BINATANG'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SR0wKMW5uXI/AAAAAAAAAGY/M58XtP2E6-s/s72-c/akulah+binatang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-175957440745647651</id><published>2008-11-11T00:44:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T22:50:30.181-08:00</updated><title type='text'>Dimakan Monyet, Diminum Orang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SSUIY64NatI/AAAAAAAAAHg/nAv89fmlNWA/s1600-h/hasil+bogem.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SSUIY64NatI/AAAAAAAAAHg/nAv89fmlNWA/s320/hasil+bogem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270628163121933010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan sirup bogem dari bakau jenis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Soneratea alba&lt;/span&gt; oleh Mochson benar-benar mengejutkan semua orang. Selama ini mangrove hanya dikenal sebagai tanaman penjaga daratan dari abrasi. Namun di tangan Soni, panggilan Mochson, hutan mangrove bisa diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soni mengaku prihatin pada buah bogem yang hanya terbuang percuma, selain dimanfaatkan untuk reboisasi. Buahnya yang jatuh hanya dibuat main lempar-lemparan oleh anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga sekitar juga enggan terus-terusan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngerujak &lt;/span&gt;buah bogem karena rasanya yang sangat masam. Malah cenderung pahit saking masamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama merenung sambil memandangi hutan mangrove, ia melihat sekumpulan kera di rerimbunan hutan mangrove. Awalnya Soni mengira primata-primata itu hanya bercengkrama saja. "Setelah saya amati, kok ada yang memakan buah bogem." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soni bersimpulan buah bogem aman dikonsumsi. Rasa penasarannya membuat kakek satu cucu ini mencari informasi tentang pemanfaatan buah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Soneratea alba&lt;/span&gt;. "Bogem ternyata dimakan juga oleh orang Kalimantan dan Bali. Ada yang dibuat rujak." tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ingin membuat sesuatu yang berbeda dari pemanfaatan bogem. Kalau dibuat rujak, tentu sudah biasa. Lalu dimulailah sejumlah eksperimen dengan buah eksotis ini. Membuat sari buah atau jus pernah dicobanya. Menurut Soni, rasanya segar. sayangnya jus tidak mampu bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar penjuang, semangat Soni tidak patah. Ia lalu mencoba mengolah buah bogem jadi sirup. Hasilnya luar biasa. Rasa masam dan manis bersekutu di lidah membuat kerongkongan segar begitu dialiri hutan cair ini. Aroma mangrove yang khas dengan rasanya yang berani, sangat cocok untuk iklim tropis. "Ini oleh-oleh khas Surabaya." klaim Soni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pemanfaatan buah bogem tidak hanya untuk sirup saja. Dua produk olahan lain telah dihasilkan Soni. Antara lain jenang atau dodol bogem, dan cuka bogem. Jenang bogem bernuansa masam dan sepat yang menghiasi rasa manis jenang. Bagi yang suka pengalaman baru, ada baiknya mencicipi jenang khas Surabaya ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-175957440745647651?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/175957440745647651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=175957440745647651' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/175957440745647651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/175957440745647651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/11/dimakan-monyet-diminum-orang.html' title='Dimakan Monyet, Diminum Orang'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SSUIY64NatI/AAAAAAAAAHg/nAv89fmlNWA/s72-c/hasil+bogem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-1943516229152299581</id><published>2008-11-06T02:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T02:39:40.540-08:00</updated><title type='text'>Pengalaman Pertama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SRVrO26oFuI/AAAAAAAAAGQ/zoE6wmnF1ok/s1600-h/berangkat+5.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SRVrO26oFuI/AAAAAAAAAGQ/zoE6wmnF1ok/s320/berangkat+5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266233242283415266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini kali pertama saya ikut lomba jurnalistik. Sebenarnya banyak ajang lomba jurnalistik yang diadakan berbagai lembaga, termasuk AJI (Aliansi Jurnalis Independen). Tapi tidak banyak yang mengakomodasi jurnalis TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan sekali Sampoerna mengadakan Anugerah Adhiwarta Sampoerna 2008 yang melombakan beberapa katagori media, termasuk televisi. Saya pikir ini peluang emas untuk ikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap menang itu pasti. Menang kan harapan semua orang. Tapi yang lebih penting adalah pengalaman ikut lomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk materi lomba, saya mengangkat Mochson, si penanam hutan mangrove di kawasan Wonorejo, Surabaya. Liputan berbentuk profil, sudah ditayangkan di Seputar Jatim (RCTI) dan Lintas Jatim (TPI) pada Rabu (27/8) lalu. Kira-kira isi beritanya bisa Anda simak di posting sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat liputan ini, saya bela-belain pinjam kamera teman, yang hasilnya jauh lebih bagus daripada handycam mungil yang sehari-hari saya pakai untuk liputan. Bukannya tidak pede kalau tidak pakai kamera sendiri. Tapi sekadar ingin dapat hasil yang prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap dapat mencantumkan prestasi saya—jika menang— di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Curriculum vitae &lt;/span&gt;saya. Ini tentu saja dapat menambah nilai plus saat bagi saya dan media tempat saya bekerja, juga bagi wadah tempat saya berserikat di AJI Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap bantuan doa dari teman-teman dan para penikmat LOMBOK! Agar saya dapat mengukir prestasi di ajang lomba bergengsi ini. Terimakasih, Tuhan senantiasa memberkati semua usahana baik kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-1943516229152299581?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/1943516229152299581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=1943516229152299581' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1943516229152299581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1943516229152299581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/11/pengalaman-pertama.html' title='Pengalaman Pertama'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SRVrO26oFuI/AAAAAAAAAGQ/zoE6wmnF1ok/s72-c/berangkat+5.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-6079137558259392261</id><published>2008-11-05T18:41:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T18:58:30.369-08:00</updated><title type='text'>Diajari sampah, Soni hutankan mangrove</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SRJcyCw2qpI/AAAAAAAAAGI/klHcpoX_hyY/s1600-h/Reboisasi+cegah+abrasi.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SRJcyCw2qpI/AAAAAAAAAGI/klHcpoX_hyY/s320/Reboisasi+cegah+abrasi.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265372929154525842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerut di wajahnya belum juga nampak. Iapun masih lincah saat bermanuver menggunakan sepeda motor di pematang tambak. Tapi Mochson yang akrab disapa Soni benar-benar sudah kakek satu cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soni bukanlah warga asli Wonorejo. Karena alasan pekerjaan, dia kini berdomisili di Wonorejo dekat gardu induk PLN. Ia karyawan sebuah pengembang sekaligus salah satu warga perdana di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ada waktu senggang pemilik kumis tebal ini menyusuri pinggiran sungai Surabaya atau kali Londo—demikian warga menyebut— hingga muara sungai menggunakan perahu bersama beberapa nelayan dan warga Wonorejo. Ia bermaksud menanami pesisir dengan bakau untuk mencegah abrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2004 lalu bapak 3 anak ini getol menanami pematang tambak, bibir sungai, hingga pesisir pantai dengan bibit &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Soneratea alba&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bogem&lt;/span&gt;. Untuk jenis tanaman yang satu ini, ia punya metode khusus temuannya sendiri. Metode rumput kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit kok. Biji buah bogem dimasukkan dalam ikatan rumput kering. Tujuannya agar biji tidak berhamburan keluar jika tersapu ombak. Dalam satu gumpalan rumput kering, Soni memasukkan sekitar dua puluhan biji. Akar bakau yang tumbuh nantinya akan mempunyai pegangan. Lalu rumput berisi biji bogem tadi ditanam dengna cara membenamkan ke dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menggunakan metode ini, bibit bogem yang ia tanam selalu gagal. Alias layu sebelum berkembang bin hidup cepat mati muda. Saat itu ia menggunakan metode primitif, dengan langsung menanam biji ke dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya banyak tunas justru tumbuh dari sela-sela sampah yang mampir di pesisir sungai akibat terbawa ombak. “Dari pengamatan itu, muncul ide menggunakan metode rumput kering.” kata Soni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Soni, bogem tidak cocok dibiakkan dengan stek. Stek membuat pertumbuhan bogem sangat lambat dan bodinya kurus. Hasil yang kurang baik juga terjadi pada pembibitan dengan menggunakan polybag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan metode baru temuannya ini, ia yakin mampu menghasilkan bakau yang punya daya bertahan hidup yang cukup tinggi di tengah ganasnya terpan ombak. Ini sudah terbukti dengan ratusan bogem yang kini tumbuh kokoh menahan daratan di pesisir sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bogem untuk penghijauan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengamatan laki-laki kelahiran Bojonegoro 54 tahun silam ini, bogem punya karakter kuat. Yaitu bisa tumbuh di luar habitat aslinya. Jenis bakau yang bentuk buahnya sangat eksotis ini, juga mampu hidup dalam kondisi salinitas air yang minim, meski hal itu dibutuhkan semua jenis bakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menggiurkan, buah bogem yang aromanya sangat menggugah selera ini juga bisa dimanfaatkan menjadi beberapa produk bernilai ekonomi tinggi. Buah bogem bisa diolah menjadi sirup, dodol, dan cuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogem menjadi satu-satunya buah tropis yang mengandung vitamin A, C, sekaligus beryodium tinggi. Dan berfungsi sebagai anti oksidan. Menurut warga sekitar, bogem mampu mengobati diare, batuk, hingga mencegah stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang dipakai Soni untuk merubah pola pandang pemanfaatan bakau oleh warga sekitar. “Maksud saya biar masyarakat itu tahu manfaat buahnya, dan mengubah pola mereka dari menebang pohon menjadi memetik buah.” harap Soni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Soni menanam bakau sejak 10 tahun lalu cukup membuahkan hasil. Sekitar 100 hektar lahan terabrasi berhasil ia tanamai berbagai jenis bakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mantan pegawai Badan Pertanahan Nasional Bojonegoro yang juga pernah jadi tukang foto keliling ini, masih punya “pekerjaan rumah” yang menumpuk. Dari sekitar 350 ribu hektar kawasan hutan mangrove, masih ada 25 hektar lahan kosong yang belum tertanami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukanlah pekerjaan mudah. Mengingat hasil menanam tidak bisa dilihat hanya dalam 1 atau 2 hari saja. Sambil menunggu hasil tanam, Soni selalu cemas karena ancaman ombak mengikis daratan bukan ilusi. Ombak yang menggerogoti daratan bisa merobohkan tanaman bakau yang masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi ada kecurigaan masyarakat pada aktivitas penghijauan hutan mangrove yang dilakukan Soni. Betapa tidak, Soni yang terkenal sebagai penanam hutan mangrove juga tercatat sebagai pegawai sebuah pengembang perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat serigala berbulu domba, bisa jadi kepeduliannya terhadap hutan mangrove hanya balutan cantik agar daratan terjaga. Sehingga daratan untuk pembangunan perumahan selalu tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soni tampak tidak sewot dengan kecurigaan ini. Ia membeberkan, aktivitasnya menghutankan mangrove mendapat donasi dari koceknya sendiri “Kecurigaan itu dari dulu sudah ada. Sejak awal penanaman, tidak ada pihak yang menyandang dana.” jawabnya enteng.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-6079137558259392261?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/6079137558259392261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=6079137558259392261' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6079137558259392261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6079137558259392261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/11/diajari-sampah-soni-hutankan-mangrove.html' title='Diajari sampah, Soni hutankan mangrove'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SRJcyCw2qpI/AAAAAAAAAGI/klHcpoX_hyY/s72-c/Reboisasi+cegah+abrasi.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4202891814012946876</id><published>2008-10-15T01:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T01:05:24.698-07:00</updated><title type='text'>PELAJARAN AGAMA TAK PAHAM AGAMA</title><content type='html'>Surabaya, 26 Maret 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru aku sadar bahwa akhlak bisa diukur dengan angka&lt;br /&gt;Baru aku mata terbuka, dihalalkan numerik jadi patokan iman&lt;br /&gt;Baru aku terbangun, pendidikan rumah ibadah tak lagi berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa gusar geram baru siuman aku dan berpikiran edan,&lt;br /&gt;bahwa paling terhormat bila pelajaran agama di sekolah dihapuskan saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4202891814012946876?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4202891814012946876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4202891814012946876' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4202891814012946876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4202891814012946876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/10/pelajaran-agama-tak-paham-agama.html' title='PELAJARAN AGAMA TAK PAHAM AGAMA'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-5870555656504358858</id><published>2008-10-13T23:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-13T23:57:47.522-07:00</updated><title type='text'>DURI TERTUSUK LARA</title><content type='html'>Surabaya, 22 Mei 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berpelukan&lt;br /&gt;Kekasih, kau terus membujukku untuk tinggal.&lt;br /&gt;Kata-kata lembutmu&lt;br /&gt;kalimat halusmu sungguh membuat aku gentar&lt;br /&gt;Tetes-tetes air matamu membiaskan pandangmu.&lt;br /&gt;Aku terhempas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berpelukan erat.&lt;br /&gt;Jemari lentikmu meremas genggam pundakku.&lt;br /&gt;Kau curahkan segala sayangmu.&lt;br /&gt;Bisikkan masnismu benar mengguncang tulang sendiku.&lt;br /&gt;Cintaku,&lt;br /&gt;jangan kau kira aku tak dengar.&lt;br /&gt;Jantungku berhenti berdegub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap harus pergi.&lt;br /&gt;Tetapi cintaku sungguh sebatu karang. Aku ingin di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih berpelukan.&lt;br /&gt;Bibir mungilmu masih berbisik padaku&lt;br /&gt;tentang sampan cinta kita&lt;br /&gt;tentang samudra suka cita&lt;br /&gt;tentang keriaan nanti.&lt;br /&gt;Rambut hitammu begitu dasyat berteriak kepadaku,&lt;br /&gt;"Tinggalah, Cintaku!"&lt;br /&gt;Deru jantungmu hingar gemuruh mengiba, "Aku haus..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku,&lt;br /&gt;jangan pikir aku picingkan mata,&lt;br /&gt;jangan bersangka aku bertebing terjal.&lt;br /&gt;Jangan buat aku tinggal di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih berpelukan kencang.&lt;br /&gt;Dan aku benci melepas pelukanmu.&lt;br /&gt;Aku benci untuk meninggalkanmu.&lt;br /&gt;Aku maki diriku untuk melepaskanmu.&lt;br /&gt;Cintaku, maaf aku telah mengecap cintamu...&lt;br /&gt;maaf, kau telah mengecap cintaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku, kau tetap tak mau melepas pelukanmu,&lt;br /&gt;meski aku sudah katakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;aku buronan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-5870555656504358858?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/5870555656504358858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=5870555656504358858' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5870555656504358858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5870555656504358858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/10/duri-tertusuk-lara.html' title='DURI TERTUSUK LARA'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-7074913352659310820</id><published>2008-10-05T23:30:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T23:32:29.799-07:00</updated><title type='text'>GARAM MENGGUGAT</title><content type='html'>Surabaya, 16 Oktober 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah garam yang disarikan dari laut,&lt;br /&gt;Yang dipakai hampir di seluruh kehidupan&lt;br /&gt;mahluk yang menamakan dirinya, manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakalah bila jangan kunci tak pakai aku.&lt;br /&gt;Nista jika oralit tanpa aku.&lt;br /&gt;Rusaklah krupuk upil alpakan aku.&lt;br /&gt;Bahkan mungkin tak kunjung meledaklah&lt;br /&gt;TNT minus aku.&lt;br /&gt;Kala kurengungi&lt;br /&gt;ipoleksosbudhankamrata akan sangat bodoh&lt;br /&gt;semisal mengabaikan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah garam yang disarikan dari laut,&lt;br /&gt;tak terlalu sulit mendapatkan diri ini.&lt;br /&gt;Mulai dari daratran timur hingga barat, utara dan selatan.&lt;br /&gt;Mulai dari pasar tradisional hingga supermarket.&lt;br /&gt;Mulai dari warung amigos sampai dapur Hilton.&lt;br /&gt;Mulai dari rumah tangga keluarga sampai tangga negara&lt;br /&gt;aku tak mustahil dijumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun hingga kini,&lt;br /&gt;di daratan gemah ripah loh jinawi ini&lt;br /&gt;aku tidak tempat yang nikmat.&lt;br /&gt;Aku mudah dipunya&lt;br /&gt;pula mudah disirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku murah diharga&lt;br /&gt;makin hampa harga diri&lt;br /&gt;saat hanya ditukar beberapa&lt;br /&gt;keping gemerincing&lt;br /&gt;dibungkus kantong plastik tipis&lt;br /&gt;dijinjing ditenteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya di para ibu aku rasa diterima&lt;br /&gt;Cuma di tangan ibu aku diharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah garam yang disarikan dari laut,&lt;br /&gt;Dengan ini menggugat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkutuklah manusia mencampakkan aku,&lt;br /&gt;akulah menyedapkan masakan mewah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   Tertanda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                             &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   Garam yang disarikan dari laut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-7074913352659310820?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/7074913352659310820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=7074913352659310820' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7074913352659310820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/7074913352659310820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/10/garam-menggugat.html' title='GARAM MENGGUGAT'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-5873349099841447240</id><published>2008-09-10T01:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T01:59:57.583-07:00</updated><title type='text'>Aku Bangga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SMeMfNfjpFI/AAAAAAAAAFU/AK0LbCRLlo4/s1600-h/gobang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SMeMfNfjpFI/AAAAAAAAAFU/AK0LbCRLlo4/s200/gobang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244314758922085458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 6 Januari 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah cukup muak kulihat tingkahnya&lt;br /&gt;Telah cukup kupendam luka&lt;br /&gt;Telah kurasa kecewa&lt;br /&gt;Telah muak kudengar bingar&lt;br /&gt;Perginya membuat rumah gusar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mabuknya tak jua sadar&lt;br /&gt;Tinjunya memarkan hati pedih&lt;br /&gt;Pergaulannya kadikan mataku putih&lt;br /&gt;Lantam teriakannya tak lagi cintaku masih&lt;br /&gt;Habislah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersungkur dalam bunga tidurku&lt;br /&gt;Kusayat urat nadi merintih aku pilu&lt;br /&gt;Kuteteskan air mata darah&lt;br /&gt;Bahkan mimpipun aku gundah&lt;br /&gt;Tolonglah, Gusti, sudah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-haripun terasa panas&lt;br /&gt;Darah mendidih kepalaku pecah hati terlibas&lt;br /&gt;Badan rasanya sepuluh tigapuluh truk melindas&lt;br /&gt;Tapi sang bocah keparat ini tampak tenang&lt;br /&gt;Si durhaka bagaikan pesta tampaknya selalu girang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli biar jungkir balik ayahnya mengerang&lt;br /&gt;Akan kutungu dan kuhitung&lt;br /&gt;Biarlah rasa manusiaku kulepas dulu kugantung&lt;br /&gt;Putih dan hitamku bertarung&lt;br /&gt;Satu, dua, tiga. Tak mungkin mengelak dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah, sudah, sudah kubabat&lt;br /&gt;Biarlah lehernya menganga terteas gobang keramat&lt;br /&gt;Darah merah melumuri tubuh&lt;br /&gt;Karam sudah kapal tak lagi labuh&lt;br /&gt;Karena telah remuk tak utuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-5873349099841447240?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/5873349099841447240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=5873349099841447240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5873349099841447240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/5873349099841447240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/09/aku-bangga.html' title='Aku Bangga'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SMeMfNfjpFI/AAAAAAAAAFU/AK0LbCRLlo4/s72-c/gobang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-2957867604030576756</id><published>2008-09-10T01:38:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T01:52:23.733-07:00</updated><title type='text'>BALADA KLEPON</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SMeJavDa9rI/AAAAAAAAAFM/s9QrLSJz3fQ/s1600-h/klepon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SMeJavDa9rI/AAAAAAAAAFM/s9QrLSJz3fQ/s200/klepon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244311383496652466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 4 Juli 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali ayah bawa klepon sepolang kerja,&lt;br /&gt;selalu tiga bungkus kulalap habis.&lt;br /&gt;Setiap kali ayah tanya oleh-oleh apa&lt;br /&gt;kujawab satu kata, klepon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, buatkan dong anakmu klepon yang banyak&lt;br /&gt;untuk nonton tivi nanti sore.&lt;br /&gt;Anggukan mesra ibu tanda ya.&lt;br /&gt;Senang aku ternyata ibu bisa buat klepon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat lekas sekali ibu memasaknya&lt;br /&gt;bagaikan sekejap langsung klepon siap.&lt;br /&gt;Air liurku banjiri mulut&lt;br /&gt;harus kutahan hingga acara nanti sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tiap hari&lt;br /&gt;aku minta dibuatkan.&lt;br /&gt;Sepertinya aku kecanduan klepon.&lt;br /&gt;Sepertinya klepon yang mengalir di darahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku pikir, bila ibu tak ada di rumah&lt;br /&gt;siapa yang buatkan klepon?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau beli kini yang jual jauh.&lt;br /&gt;Mau beli kini kleponnya kecil-kecil, tak puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutanya ibu resep dan cara masaknya.&lt;br /&gt;Mudah bahannya bisa didapat di pasar.&lt;br /&gt;Aku belanja bahannya&lt;br /&gt;dan sore in iaku belajar buat klepon bersama ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyik, kini kunikmati klepon buatanku&lt;br /&gt;rasanya tak kalah dengan buatan ibu.&lt;br /&gt;Kunikmati sambil nonton kartun&lt;br /&gt;sekali gigit rasanya seperti di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tiap hari kubuat klepon sendiri.&lt;br /&gt;Kunikmati tak ada yang ganggu&lt;br /&gt;tegal yang lain tak suka klepon&lt;br /&gt;tegal yang lain suka klanting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini aku agak risi&lt;br /&gt;tegal kakak ikut nimbrung.&lt;br /&gt;cawe-case ngudek adonan&lt;br /&gt;cawe-cawe ngoplos bahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup kakak yang ikut&lt;br /&gt;Budhepun turut&lt;br /&gt;Paklik juga serta&lt;br /&gt;Mbahkung tertarik terus ngudek-ngudek&lt;br /&gt;entah mengapa esoknya&lt;br /&gt;Pak Koliq, tetanga belakang urun&lt;br /&gt;istrinya melu&lt;br /&gt;pembantunya apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budhe yang saring tepunnya&lt;br /&gt;Paklik masak gula jawa&lt;br /&gt;Mbahkung cari pandan&lt;br /&gt;lal uberi warna ungu pada kleponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Koliq yang ngudek&lt;br /&gt;istrinya yang nyicipi&lt;br /&gt;pembantuny ayang masak air&lt;br /&gt;lalu nggodog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucicipi,&lt;br /&gt;Bah! Rasanya bagai neraka.&lt;br /&gt;Gula terlalu banyak.&lt;br /&gt;Warnanya ungu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebel aku akan klepon kini.&lt;br /&gt;Tak ingin kusentuh klepon&lt;br /&gt;walau ibu buat&lt;br /&gt;walalu oleh-oleh ayah.&lt;br /&gt;muak dengan kata klepon&lt;br /&gt;melintas di telinga.&lt;br /&gt;Pun mual perut ingin muntah&lt;br /&gt;bila cium aroma klepon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durjana!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-2957867604030576756?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/2957867604030576756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=2957867604030576756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2957867604030576756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2957867604030576756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/09/balada-klepon.html' title='BALADA KLEPON'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SMeJavDa9rI/AAAAAAAAAFM/s9QrLSJz3fQ/s72-c/klepon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-6708669066504718228</id><published>2008-08-22T02:19:00.000-07:00</published><updated>2008-08-22T02:27:34.187-07:00</updated><title type='text'>SIMBIOSIS MUTUALISME</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SK6F6Bd3vsI/AAAAAAAAAEs/H2X1miS_mMs/s1600-h/IMG_1586.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SK6F6Bd3vsI/AAAAAAAAAEs/H2X1miS_mMs/s200/IMG_1586.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237270648551096002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Surabaya, 4 Juni 2000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari pulang sekolah menyusur sungai kecil mengalir membelah jalan ramai di seberang toserba sepi pengunjung di siang&lt;br /&gt;terik, kuterpana memandang berumpun eceng gondok hijau merimbun kokoh di permukaan air sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang masih digantungi tas kuliah di pundak kananku terhenti&lt;br /&gt;tersita hasrat pulangku sejenak oleh rimbunan eceng gondok menutup atas air sungai.&lt;br /&gt;Mungkin benarkah kata orang kampung berujar,&lt;br /&gt;"Eceng gondok ini bertiada guna. Merusak sungai karena bertumpuk biaknya. Harus disingkir agar kali kita melancar setiap arusnya."&lt;br /&gt;Atau harus kupercaya ucap seorang teman,&lt;br /&gt;"Eceng gondok itu bagus lho, dikarena membersih air dari pencemar. Si airnya lalu jadi jernih dan dipasti lebih bersih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali lagi ke kampus esok hari.&lt;br /&gt;Bertukar pengalaman dengan beberapa kolega, dengan beebrapa aktivis, dengna beberapa dosen. Ternyata terkata benarlah bahwa eceng gondok memang tidak ditakdir membawa petaka durjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku layangkan kaki ke pinggir jembatan sungaiku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurenungi dan kuyakin harus patut kuberpaham dengan segenap jiwa, logika, akal sehat, emosi, empati, intelegensi, nurani, dan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhayati bahwa harus disadari ternyata sang air memberi&lt;br /&gt;hidup sang eceng gondok,&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;sang eceng gondok membersih air dari racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku terhentak, masih pingsan.&lt;br /&gt;Cinta harus eceng gondok dan air!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ditoreh untuk kekasih&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-6708669066504718228?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/6708669066504718228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=6708669066504718228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6708669066504718228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/6708669066504718228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/08/simbiosis-mutualisme.html' title='SIMBIOSIS MUTUALISME'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SK6F6Bd3vsI/AAAAAAAAAEs/H2X1miS_mMs/s72-c/IMG_1586.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-2193666820221399543</id><published>2008-07-08T01:17:00.000-07:00</published><updated>2008-07-09T01:41:15.604-07:00</updated><title type='text'>REGRET</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SHMpfD32j_I/AAAAAAAAACM/T3nkxFbkA5g/s1600-h/211334954_72bf3ea334.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SHMpfD32j_I/AAAAAAAAACM/T3nkxFbkA5g/s320/211334954_72bf3ea334.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220562006644789234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Surabaya, 28 July 2000 (SLTP Untag)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;im blind though i eyes have&lt;br /&gt;im mute though i have mouth&lt;br /&gt;im deaf though ears i have&lt;br /&gt;im limp though i legs have&lt;br /&gt;im fool though i have brain&lt;br /&gt;im fierce though heart i have&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;forgive me Father&lt;br /&gt;for i have sinned&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-2193666820221399543?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/2193666820221399543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=2193666820221399543' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2193666820221399543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2193666820221399543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/07/regret.html' title='REGRET'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SHMpfD32j_I/AAAAAAAAACM/T3nkxFbkA5g/s72-c/211334954_72bf3ea334.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-512693982729632762</id><published>2008-07-07T01:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T01:41:33.766-07:00</updated><title type='text'>SENDAL IDAMAN si BONO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SHcckPBpuvI/AAAAAAAAADE/b0bWlwT8PWA/s1600-h/jawapos.com"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SHcckPBpuvI/AAAAAAAAADE/b0bWlwT8PWA/s320/jawapos.com" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221673701793708786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SHcckaCmtZI/AAAAAAAAADM/jnO3-Au0zas/s1600-h/tempointeraktif.com.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SHcckaCmtZI/AAAAAAAAADM/jnO3-Au0zas/s320/tempointeraktif.com.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221673704750495122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Surabaya, 5 April 1997&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu sepulang dari kerja, Bono mendapati sang sendal jepitnya telah prak poranda babak belur tercabik anjing herder tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iapun menangis karena kenangan indah bersama sendal jepitnya takkan dapat ia hapus dari ingatannya.&lt;br /&gt;Terngiang waktu masa perjuangan repolusi pisik dulu.&lt;br /&gt;Terngiang kala menyaksikan pembacaan proklamasi.&lt;br /&gt;Terngiang saat tercebur di kali dan bertemu dengan .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sendal jepit, oh sendal jepitku." Bono mendesah dengan air mata bercucuran&lt;br /&gt;Dipecahnya celengan yang sudah terisi penuh dengna uang receh yang telah dua tahun empat bulan tujuh minggu lima hari belum pernah dipecahnya itu.&lt;br /&gt;Pyar! Cring cring cring! Suara pecahnya celengan dan berhamburnya uang receh ke lantai tak terelakkan lagi memekakkan telinga bagai letusan Krakatau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seratus, dua ratus lima puluh, tuju ratus, seribu lima puluh. Total jendral dua puluh ribu dua puluh lima rupiah terkumpul. Bonopun senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segeralah ia pancal sepedanya ke toko sendal di perempatan jalan sebelah penjual sumbu.&lt;br /&gt;Iapun masuk toko dan mulai melihat-lihat ke kanan dan ke kiri, namun tiada kunjung nampak ujud sendal yang diinginkannya.&lt;br /&gt;Pikirnya, "Ah, di toko lain pasti ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bono segera memacu kendaraannya menuju toko sendal di alun-alun yang kurang lebih tiga kilo tujuh jengkal jaraknya dari toko pertama.&lt;br /&gt;Berdesak-desak keadannya hingga ia kesulitan untuk melihat apalagi memilih.&lt;br /&gt;Jengkel, lalu ia tinggalkan toko itu dengan segala bau keringat orang yang ada di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kecepatan tinggi tapi hati-hati, ia tunggangi si sepeda kebo yang sudah kusam lagi butut itu.&lt;br /&gt;Sampai di toko sendal terakhir yang dimiliki kota itu yang diapit oleh kios las karbit milik pak Koliq dan toko emas milik seorang kaya di kota itu.&lt;br /&gt;Bono nampak sedikit senang sebab toko itu nampak sepi kekurangan pengunjung di malam minggu awal bulan itu.&lt;br /&gt;Mata Bono terlihat jelalatan memandangi pasang demi pasang sendal di toko itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha!!" pekik Bono sambil memegang sepasang sendal yang nampaknya ia senangi.&lt;br /&gt;"Lho!!" ucap Bono penuh sesal sebab harga yang terpampang dianggapnya kurang sopan terhadap koceknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bono keluar dari toko itu dan menuntun sepedanya degan penuh rasa kecewa.&lt;br /&gt;Langkahnya berat dan makin menyedihkan lagi karena tanpa alas kaki rupanya ia dari tadi.&lt;br /&gt;Air matanya kembali berlinang menjatuhi bumi mengalir di tanah bak sungai di kota-kota besar yang bening seperti kopi susu yang selalu ditenggaknya setiap pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke sana ke mari Bono mencari. Tapi yang didapatinya dari tadi hanya&lt;br /&gt;sendal kulit&lt;br /&gt;sendal ban&lt;br /&gt;terompah&lt;br /&gt;klompen, dan&lt;br /&gt;selop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bono tak senang dengan semua itu. Bono tak senang denga sendal-sendal itu. Jadi apakah BOno tetap harus memilih satu di antara yang tidak disenanginya itu?&lt;br /&gt;Dosakah bila ia tak beralas kaki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Bono, "Aku akan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;nyeker&lt;/span&gt;."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-512693982729632762?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/512693982729632762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=512693982729632762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/512693982729632762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/512693982729632762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/07/sendal-idaman-si-bono.html' title='SENDAL IDAMAN si BONO'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SHcckPBpuvI/AAAAAAAAADE/b0bWlwT8PWA/s72-c/jawapos.com' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4057337181776115680</id><published>2008-06-09T01:19:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T03:36:29.419-07:00</updated><title type='text'>Ting! Ting! Ting! Purna!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Surabaya, 7 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bergelut kelu temaram&lt;br /&gt;menabuh mangkuk kusam, ting! ting! ting!&lt;br /&gt;itu sendok bebek mengirama bertempo ting! ting! ting!&lt;br /&gt;tak jua laku bersurut kurang 7 mangkuk ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku letih ngilu&lt;br /&gt;pundakku lekang dikalungi buluh ini&lt;br /&gt;kerikil menggigiti tumitku tak bisa dihalangi sendal jepit tipis lagi&lt;br /&gt;rumahku masih jauh dari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kacang ijo bubur diterangi oblik jelaga&lt;br /&gt;pinggangku peyok lantaran runtuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tempo terus ting! ting ! ting!&lt;br /&gt;masih kusimpan 7 mangkuk ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua gang tak lagi congkak&lt;br /&gt;semua debu jeda bergolak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu kulihat aku teronggok&lt;br /&gt;pikul memburai, para mangkuk para sirna&lt;br /&gt;oblik lunglai terbaliknya&lt;br /&gt;aku bisa nampak aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak perlu lagi nyanyi ting! ting! ting!&lt;br /&gt;itu, Sobatku memeluk bangga jiwa&lt;br /&gt;sejuk, hangat, intim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4057337181776115680?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4057337181776115680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4057337181776115680' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4057337181776115680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4057337181776115680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/06/ting-ting-ting-purna.html' title='Ting! Ting! Ting! Purna!'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-1093470059645809023</id><published>2008-06-03T08:45:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T08:46:14.591-07:00</updated><title type='text'>Netra Mangkara</title><content type='html'>&lt;em&gt;Surabaya, 2 Juni 2008&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lekang meregang suram hitam&lt;br /&gt;Legam sekar wangi berserak warni&lt;br /&gt;Gelap runtuh tersirat warna semerbak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku buta!&lt;br /&gt;Aku netra!&lt;br /&gt;Netra jiwa melantak adab!&lt;br /&gt;Tuna pantang aku berserah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kata,&lt;br /&gt;Bagai bodoh si netra membingkai para berbuta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jiwa!&lt;br /&gt;Aku buta tak lihat apa&lt;br /&gt;Aku buta tak kecap gemerlap&lt;br /&gt;Aku buta tak sua kerling bianglala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kata,&lt;br /&gt;Nan tolol pengarah jua kaum nista mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku buta menuntun para buta&lt;br /&gt;Aku buta melihat lesat jangkau para netra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, si buta, lantang menantang,&lt;br /&gt;Kau netra, tak malu berbalut agama?&lt;br /&gt;Kau mata, hina nian mengecap harta lain?&lt;br /&gt;Kau punya lihat, biadab berjuluk manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;saya terang-terangan mengecam ungkapan “seperti orang buta menuntun orang buta”. ungkapan ini sungguh menghina para tuna netra. mereka yang bisa melihat, toh tidak berbuat banyak buat para tuna netra.&lt;br /&gt;Biadab!&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-1093470059645809023?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/1093470059645809023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=1093470059645809023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1093470059645809023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/1093470059645809023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/06/netra-mangkara.html' title='Netra Mangkara'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-4868000499605063126</id><published>2008-06-03T08:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T08:45:30.313-07:00</updated><title type='text'>Lalu Tak Mati</title><content type='html'>&lt;em&gt;Surabaya, 19 Februari 2008&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepoi menurunkan angin&lt;br /&gt;angin bertiup jadi badai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bunga mekar pasal buah&lt;br /&gt;buah masak jadi ranum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;moyang berpinak ayah-bunda&lt;br /&gt;ayah bunda mesra jadi awak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lampau lahirkan kini&lt;br /&gt;tonggak sejarah esok&lt;br /&gt;pantanglah hirau lalu &lt;br /&gt;enggan lupa kemarin&lt;br /&gt;hari ini berada sebab dulu&lt;br /&gt;sekarang untuk merenda masa di depan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-4868000499605063126?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/4868000499605063126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=4868000499605063126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4868000499605063126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/4868000499605063126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/06/lalu-tak-mati.html' title='Lalu Tak Mati'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-3474650879128802431</id><published>2008-05-21T08:16:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T08:50:47.438-07:00</updated><title type='text'>Bergelut Dengan Cemooh</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SDWWOMOGwOI/AAAAAAAAAAo/12E_p6s7nX4/s1600-h/bengkel+Pur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SDWWOMOGwOI/AAAAAAAAAAo/12E_p6s7nX4/s320/bengkel+Pur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203230115039199458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diremehkan tetangga sekitar tidak menjadikan Pur patah arang dengan kondisi fisiknya yang bagi sebagian orang, kurang menguntungkan. Berangkat dari ketertarikannya pada dunia otomotif, kini Pur mampu membuka bengkelnya bersama adiknya. ia bahkan mampu mempekerjakan seorang karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamet Purnomo mengalami polio sejak lahir. namun Pur, demikian ia akrab disapa, pantang menyerah. Bapak satu anak ini tekun menggeluti ketertarikannya pada roda gigi sepeda motor dan bau bensin yang menyengat. Meski hanya mempelajari mesin secara otodidak tidak mengurangi keakuratan analisa Pur dalam mengobati sakit pada sepeda motor kliennya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dasar sudah hobi, dengan mudah Pur menyerap berbagai ilmu mekanika yang diajarkan adiknya, Samsul. Dan dari hobi dan ketekunannya itulah, kedua orang tua Pur membangunkan sebuah bengkel di kawasan Keputih Tegal, Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kowe nek tak gawekno bengkel yok opo, Le?” kata Pur menirukan tawaran orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pur menuturkan saat awal merintis usahanya 2000 silam, banyak orang yang mencemooh dan meremehkan keterbatasan fisiknya. Tapi tidak seorangpun mampu menyurutkan pria ramah ini. Cibiran itu justru menjadi cambuk bagi bapak 1 anak ini untuk bertahan dan terus berjuang. “Wah sudah &lt;em&gt;nggak &lt;/em&gt;terhitung lagi yang menghina saya.” kata Pur sambil tersenyum cuek.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dua kruk dari bilah pipa air yang terbilang cukup berat itu menjadi teman setia Pur kemanapun ia pergi. Kruk bukanlah penghambat baginya untuk maju. Baginya dua kruk itu adalah alat bantu kerja, layaknya obeng untuk membantu membuka sekrup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegigihannya selama 8 tahun berbuah limpah. Kini pelanggan Pur mengalir seperti arus sungai. Tenang tapi berlanjut. Lumintu. Banyaknya pelanggan ternyata tidak mengurangi mutu garapan Pur. Daryanto salah seorang pelangannya mengakui ini, “Kerjanya bagus dan rapi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pur mengaku tidak ragu menjalani hidupnya meski menyandang cacat. Apalagi ditemani Muji Minarti, istri tercintanya dan Axal Gimnastiar, anaknya yang masih 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pur bersama teman-temannya di Ikatan Alumni Yayasan Yenyandang Cacat, IKA YPAC Surabaya, selalu berkoordinasi untuk memberdayakan para penyandang cacat. Pur selalu mendorong para penyandang cacat untuk mau membuka lapangan kerja sendiri, dengan memanfaatkan ketrampilan masing-masing. “Untuk teman-teman saya para penyang cacat, jangan hanya menunggu bantuan orang. Kita sendiri yang harus membantu diri kita sendiri. Gunakan ketrampilan yang kita miliki. Pasti banyak manfaatnya.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai seorang mekanik tekad Pur hanya memberikan pelayanan yang prima agar para pelanggannya puas. Terutama agar dunia tahu, penyandang cacat tidak bisa dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(22/02/08)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-3474650879128802431?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/3474650879128802431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=3474650879128802431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3474650879128802431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/3474650879128802431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/05/bergelut-dengan-cemooh.html' title='Bergelut Dengan Cemooh'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SDWWOMOGwOI/AAAAAAAAAAo/12E_p6s7nX4/s72-c/bengkel+Pur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7702881435372220015.post-2690914033082761773</id><published>2008-05-19T02:10:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T09:07:46.365-07:00</updated><title type='text'>Gantariku</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SDWaQsOGwQI/AAAAAAAAAA4/EC5FBfekFNU/s1600-h/posting+sandra.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SDWaQsOGwQI/AAAAAAAAAA4/EC5FBfekFNU/s320/posting+sandra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203234556035383554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut halusmu melambai, waktu kamu datang di dunia ini&lt;br /&gt;Sorak sorai lantang itu pecahi ruang jiwaku dan bundamu&lt;br /&gt;Tiada lagi ngilu ngantuk&lt;br /&gt;Diganjar syahdu roh suci membelai kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ceria berpelukan dengan kami&lt;br /&gt;Ayah dan bundamu gembira, kita berbagi tempat tidur bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum dulu, Nduk!&lt;br /&gt;Lepaskan dahaga sirna. Ini energi semesta&lt;br /&gt;Kenyangkan hingga tak tersisa&lt;br /&gt;Yakin besok ada lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik jantungmu jadi ritme emosi kami&lt;br /&gt;Tangis tengah malammu hantam plafon genting rumah, jadi alaram cinta&lt;br /&gt;Air mandimu kupakai mandi&lt;br /&gt;Budaya hidupku mencuci pakaianmu kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ompol hangat nggeloyor merembes di dada melorot ke perutku waktu kau kudekap&lt;br /&gt;Aroma ompol ini wangi selaras jiwa&lt;br /&gt;Segunung celana penuh pipis&lt;br /&gt;Segunung pipis penuh cinta&lt;br /&gt;Segunung cinta penuh Esa&lt;br /&gt;Ini rantai cinta kau, mungilku, dengan aku, ayahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawon nungging itu nangkring tepat di tengah dua bakpau mungil&lt;br /&gt;Meninggalkan entup di paru-paru&lt;br /&gt;Jidatmu lebar tanda akalmu semoga bakal ramah untuk semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untaian cinta hari-hariku yaitu senyum renyah, njaprut mungil bibir tipis, jari-jari pisang, lidah belah kian melet-melet…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti jadi ini&lt;br /&gt;Jadi itu&lt;br /&gt;Jadi apa&lt;br /&gt;Jadi yang mana&lt;br /&gt;Jadi hahaha&lt;br /&gt;Jadi hihihi&lt;br /&gt;Jadi hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuluslah! putih! terang! lurus! lantang!        &lt;br /&gt;Gantari!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7702881435372220015-2690914033082761773?l=puisilombok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puisilombok.blogspot.com/feeds/2690914033082761773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7702881435372220015&amp;postID=2690914033082761773' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2690914033082761773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7702881435372220015/posts/default/2690914033082761773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puisilombok.blogspot.com/2008/05/gantariku.html' title='Gantariku'/><author><name>LOMBOK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00209864092660837339</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://bp1.blogger.com/_XOtJfl-BnWs/SEzhepZd_QI/AAAAAAAAABQ/UA5HEVz7b8A/S220/logo+blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XOtJfl-BnWs/SDWaQsOGwQI/AAAAAAAAAA4/EC5FBfekFNU/s72-c/posting+sandra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
